Highlight Berita:
Headline.co.id, Yogyakarta ~ Seorang laki-laki berusia 23 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya ketika masuk ke dalam rumah dan menuju kamar korban. Polisi bersama tim medis PSC 119 Kota Yogyakarta dan INAFIS Polresta Yogyakarta kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis dan kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Peristiwa tersebut bermula ketika ibu kandung korban masuk ke dalam rumah sekitar pukul 15.15 WIB. Saat menuju kamar, ia mendapati anaknya dalam kondisi meninggal dunia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ibu korban kemudian berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga dan tetangga di sekitar rumah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut selanjutnya menghubungi Polsek Gondomanan untuk melaporkan peristiwa yang terjadi.
Setelah menerima laporan, Polsek Gondomanan meneruskan penanganan kepada Tim Medis PSC 119 Kota Yogyakarta serta INAFIS Polresta Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Hasil Pemeriksaan Tidak Temukan Tanda Penganiayaan
Tim medis PSC 119 Kota Yogyakarta bersama INAFIS Polresta Yogyakarta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada adanya tindakan penganiayaan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Tim Medis PSC 119 Kota Yogyakarta dan INAFIS Polresta Yogyakarta, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” kata Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan kepada Headline.co.id.
Kepolisian tidak menyampaikan informasi mengenai latar belakang maupun penyebab yang mendorong terjadinya peristiwa tersebut. Karena itu, informasi mengenai motif atau kondisi yang melatarbelakanginya tidak dapat disimpulkan di luar hasil pemeriksaan dan keterangan resmi yang tersedia.
Polisi Minta Foto dan Video Tidak Disebarluaskan
Dalam keterangannya, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar menghormati privasi korban dan keluarganya. Warga diminta tidak menyebarluaskan foto, video, maupun informasi yang terlalu rinci mengenai peristiwa tersebut.
“Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto, video, maupun informasi yang terlalu detail terkait peristiwa bunuh diri karena dapat berdampak negatif bagi keluarga serta berpotensi memicu peniruan,” ujar Dani.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keluarga korban sekaligus mencegah dampak yang lebih luas akibat penyebaran konten sensitif melalui media sosial maupun platform komunikasi lainnya.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan sekitar, terutama mereka yang terlihat sedang menghadapi tekanan berat.
“Masyarakat juga diharapkan saling peduli terhadap kondisi warga masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Segera Cari Bantuan Jika Menemukan Orang Berisiko Menyakiti Diri
Selain mengingatkan mengenai penyebaran informasi, polisi meminta masyarakat tidak mengabaikan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau memiliki risiko menyakiti diri.
Pendampingan dari keluarga maupun orang terdekat dinilai penting agar orang yang membutuhkan pertolongan tidak menghadapi persoalannya seorang diri.
“Apabila menemukan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau berisiko menyakiti diri, segera berikan pendampingan dan hubungi pihak keluarga, tenaga profesional, atau layanan darurat untuk mendapatkan bantuan,” ujar Dani.
Kepolisian menekankan pentingnya kepedulian bersama sekaligus kehati-hatian dalam menyebarkan informasi mengenai peristiwa sensitif. Masyarakat diharapkan mengutamakan privasi keluarga korban dan tidak ikut menyebarkan dokumentasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Catatan Redaksi: Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.





















