Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Bogor – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menekankan pentingnya karakter generasi muda saat menutup kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Menuju Indonesia Emas. Kegiatan tersebut ditutup Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Mayjen TNI Dr. Helda Risman, M.Han., CIQaR., di lingkungan Unhan RI, Sentul, Bogor, Senin (14/9/2026). Penutupan dilakukan melalui amanat Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan yang dibacakan Helda Risman. Kegiatan itu diarahkan untuk membentuk kader bela negara di lingkungan pendidikan yang mampu menerapkan nilai-nilai dasar bela negara.
Penguatan Nasionalisme KKRI Jadi Awal Tanggung Jawab
Dalam amanat tersebut, kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta KKRI ditegaskan bukan sebagai akhir dari proses pembekalan. Kegiatan itu justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi para peserta sebagai bagian dari kader bela negara.
Para peserta KKRI diharapkan memahami dan mengimplementasikan lima nilai dasar bela negara. Nilai tersebut meliputi cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pembentukan kader bela negara melalui KKRI menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai tersebut di lingkungan pendidikan. Para peserta tidak hanya diharapkan memahami materi pembekalan, tetapi juga menerapkannya dalam lingkungan masing-masing.
Kemhan Tekankan Karakter Generasi Muda
Dalam amanat yang dibacakan Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara Unhan RI, Kabacadnas Kemhan menyampaikan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi dan kekayaan sumber daya alam.
Kualitas karakter generasi muda dinilai menjadi unsur penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, peserta KKRI disebut memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan karakter dan semangat bela negara.
“Saya ingin menegaskan kepada para peserta KKRI, kalian adalah bagian dari kekuatan strategis bangsa. Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi mudanya,” tegas Kabacadnas dalam amanat yang dibacakan Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara Unhan RI.
Pesan tersebut menempatkan peserta KKRI sebagai bagian dari kekuatan strategis bangsa. Mereka didorong untuk menjaga dan menyebarkan nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti pembekalan.
Peserta KKRI Diminta Tebarkan Nilai Positif
Setelah mengikuti kegiatan Penguatan Nasionalisme, para peserta diminta tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Nilai-nilai positif yang telah didapatkan selama pembekalan diharapkan terus ditebarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Amanat Kabacadnas Kemhan juga mengarahkan peserta agar menjadi bagian dari generasi emas 2045. Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan agar para peserta menjadikan hasil pembekalan sebagai landasan dalam menjalankan peran mereka di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta KKRI tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada keberlanjutan nilai-nilai yang telah diberikan. Peserta diharapkan membawa semangat bela negara setelah kegiatan selesai.
Diminta Menjadi Contoh dan Perekat
Pada bagian penutup amanat, seluruh peserta diminta menjadi kader bela negara yang mampu menjalankan peran di tengah lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh, penggerak, sekaligus perekat.
Peran tersebut menjadi tanggung jawab lanjutan setelah kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta KKRI ditutup. Para peserta diharapkan mampu menerapkan lima nilai dasar bela negara dan menebarkan nilai positif yang telah diperoleh selama pembekalan.
Melalui pesan itu, Kemhan menekankan bahwa pembentukan karakter generasi muda memerlukan penerapan nilai secara berkelanjutan. Peserta KKRI diharapkan menjalankan peran tersebut sebagai bagian dari kekuatan strategis bangsa dan kader bela negara di lingkungan pendidikan.
(Biro Infohan Setjen Kemhan)

















