Headline.co.id, Sukabumi ~ Kapolri meminta seluruh elemen buruh memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja secara damai serta tetap menjaga ketertiban. Pesan itu disampaikan saat menghadiri puncak HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, Senin (14/9/2026). Menurut Kapolri, kekuatan dan soliditas buruh perlu diarahkan melalui perjuangan yang tertib agar aspirasi tersampaikan secara utuh dan menghasilkan perubahan nyata.
Kapolri menilai buruh memiliki kekuatan besar dan militansi tinggi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Namun, kekuatan tersebut harus disertai komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap penyampaian aspirasi.
“Buruh memiliki kekuatan besar dan militan. Namun saya wanti-wanti agar seluruh perjuangan dilaksanakan dengan cara damai dan tetap menjaga ketertiban,” ujar Kapolri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perjuangan Damai Perkuat Aspirasi Buruh
Kapolri menyampaikan, perjuangan yang dilakukan secara tertib akan membuat pesan dan tuntutan buruh semakin kuat. Ia juga mengingatkan agar perjuangan buruh tidak dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingan yang dapat mengaburkan substansi aspirasi pekerja.
Dengan menjaga ketertiban, setiap tuntutan buruh diharapkan dapat diterima secara jelas dan tidak terdistorsi oleh persoalan lain. Karena itu, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara damai dan konstruktif.
Pesan tersebut disampaikan di tengah perjuangan buruh dalam mengawal perubahan regulasi ketenagakerjaan. Kapolri menegaskan, perlindungan dan kesejahteraan pekerja harus terus diperkuat melalui regulasi yang berkeadilan.
Ia meminta buruh tetap mengedepankan cara-cara damai dalam memperjuangkan aspirasi. Menurutnya, perjuangan yang kuat tidak harus dilakukan dengan mengabaikan keamanan dan ketertiban.
Kapolri Tekankan Kemitraan Buruh dan Pengusaha
Selain mengingatkan pentingnya ketertiban, Kapolri menekankan bahwa kepentingan buruh dan keberlangsungan dunia usaha perlu berjalan beriringan. Buruh dan pengusaha disebut harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan.
Kesejahteraan pekerja dinilai dapat mendorong produktivitas. Pada saat yang sama, perusahaan yang sehat berperan menjaga lapangan kerja dan mendorong investasi.
Sinergi buruh, pengusaha, pemerintah, dan Polri juga dinilai perlu terus diperkuat untuk membangun hubungan industrial yang harmonis. Hubungan tersebut diharapkan dapat mendukung perlindungan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Desk Ketenagakerjaan Tangani 358 Perkara
Komitmen Polri terhadap persoalan pekerja diwujudkan melalui Desk Ketenagakerjaan Polri. Sejak 2025 hingga Agustus 2026, desk tersebut telah menangani 358 perkara ketenagakerjaan.
Selain menangani perkara, Desk Ketenagakerjaan Polri memfasilitasi 4.236 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja. Data tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menangani persoalan ketenagakerjaan.
Kapolri berharap FSP TSK KSPSI AGN terus menjaga kekompakan dan soliditas dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan pekerja. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar tujuan utama meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja dapat tercapai.
Dengan demikian, perjuangan buruh tetap diarahkan untuk menyampaikan aspirasi secara kuat, tetapi dilakukan melalui cara-cara damai dan tertib. Langkah tersebut dinilai penting agar tuntutan pekerja dapat disampaikan secara jelas dan menghasilkan perubahan yang nyata.

















