Headline.co.id, Batam ~ Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong mahasiswa baru Universitas Batam (UNIBA) menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan unggul di tengah perkembangan teknologi serta arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikan saat Amsakar membuka dan menjadi narasumber Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNIBA Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang UNIBA, Senin (14/9/2026). Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi dan karakter. Kemampuan itu dinilai penting agar mahasiswa mampu menyaring informasi, menjaga objektivitas, dan mempersiapkan diri mengambil peluang di Kota Batam.
Kegiatan PKKMB tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Adaptif, Berintegritas, Inovatif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam kesempatan itu, Amsakar mengingatkan mahasiswa baru bahwa peralihan dari status siswa menjadi mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar.
Menurut Amsakar, PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus memahami tanggung jawab baru dalam kehidupan kampus. Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, objektif, dan analitis ketika melihat berbagai persoalan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mahasiswa UNIBA Diminta Berpijak pada Data
Amsakar menegaskan, status sebagai mahasiswa harus diikuti dengan tanggung jawab dalam menyampaikan argumen maupun mengambil tindakan. Ia meminta mahasiswa membangun kebiasaan berpikir berdasarkan data dan mempertanggungjawabkan setiap pandangan yang disampaikan.
“Gelar mahasiswa itu membawa tanggung jawab besar. Mulai hari ini, saudara sekalian dituntut untuk berpikir kritis, objektif, berlandaskan data, serta bertanggung jawab penuh atas setiap argumen maupun tindakan yang disampaikan,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah derasnya arus informasi digital yang mudah diakses oleh masyarakat. Amsakar menilai kemudahan memperoleh informasi harus disertai kemampuan untuk memeriksa dan menganalisis informasi secara cermat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial, terutama apabila informasi tersebut berpotensi mengganggu objektivitas dan produktivitas generasi muda.
“Gen Z hari ini dihadapkan pada derasnya arus informasi yang serba cepat. Penting bagi mahasiswa untuk mampu menyaring informasi dengan analisis cermat, tidak mudah terombang-ambing oleh narasi kontraproduktif di media sosial, serta terus memperkuat kesalehan sosial,” imbuhnya.
Peluang Mahasiswa di Tengah Perkembangan Batam
Selain menekankan penguatan karakter dan kemampuan menyaring informasi, Amsakar mengajak mahasiswa UNIBA melihat peluang yang berkembang di Kota Batam. Ia menyebut posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka sebagai salah satu keunggulan strategis daerah tersebut.
Keunggulan itu, menurut Amsakar, perlu diiringi kesiapan sumber daya manusia. Ia menyampaikan, Batam memiliki berbagai kawasan industri, galangan kapal, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park yang berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis digital dan teknologi.
Perkembangan kawasan-kawasan tersebut membuka peluang bagi generasi muda. Namun, peluang itu juga menuntut kesiapan kompetensi agar tenaga kerja lokal dapat mengambil peran dalam pertumbuhan industri di Batam.
Amsakar berharap mahasiswa UNIBA belajar secara serius sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Kesiapan tersebut diperlukan agar mahasiswa dapat mengisi berbagai peluang strategis di Batam maupun Indonesia.
“Batam memiliki puluhan kawasan industri, shipyard, hingga KEK digital kelas dunia. Semua potensi strategis ini membutuhkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Saya berharap, mahasiswa Universitas Batam belajar secara serius agar menjadi SDM unggul, kompetitif, dan siap mengisi berbagai peluang strategis di Batam maupun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

















