Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Wisata & Kuliner

Pasar Beringharjo, Saksi Perjalanan Ekonomi Yogyakarta dari Hutan Beringin hingga Menjadi Ikon Wisata Jogja

Hendrawan by Hendrawan
4 months ago
in Wisata & Kuliner
Reading Time: 12 mins read
403 25
A A
0
pasar beringharjo Jual Apa Saja

pasar beringharjo Jual Apa Saja (Dok. Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

HEADLINE.CO.ID, YOGYAKARTA ~ Pasar Beringharjo menjadi salah satu ikon paling bersejarah di Kota Yogyakarta yang hingga kini tetap berfungsi sebagai pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata favorit. Berlokasi di Jalan Margo Mulyo Nomor 16, Ngupasan, Gondomanan, pasar tradisional tertua di Yogyakarta ini memiliki perjalanan panjang sejak masa awal berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dari kawasan hutan beringin yang sederhana, Pasar Beringharjo berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta selama lebih dari dua abad.

Contents

    • 0.1. Liburan ke Jogja Makin Seru, Ini 22 Destinasi Hits dari Pusat Kota hingga Gunungkidul
    • 0.2. 22 Rekomendasi Wisata di Jogja yang Hits, dari Malioboro hingga Wisata Alam dan Keluarga
  • 1. Pasar Beringharjo Berawal dari Hutan Beringin
  • 2. Makna Filosofis Nama Pasar Beringharjo
  • 3. Pembangunan Pasar Beringharjo pada Tahun 1925
  • 4. Pasar Beringharjo dan Filosofi Catur Tunggal Yogyakarta
  • 5. Keunikan Arsitektur Pasar Beringharjo
  • 6. Pasar Beringharjo Surga Belanja Batik di Yogyakarta
  • 7. Pusat Jamu Tradisional dan Rempah-rempah Nusantara
  • 8. Berburu Barang Antik di Pasar Beringharjo
  • 9. Menikmati Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta
  • 10. Pasar Beringharjo Tetap Menjadi Ikon Wisata Jogja
  • 11. FAQ Seputar Pasar Beringharjo

You might also like

Pusat Kota Yogyakarta

Liburan ke Jogja Makin Seru, Ini 22 Destinasi Hits dari Pusat Kota hingga Gunungkidul

15 September 2026
Rekomendasi Tempat Wisata Jogja 2026, Pilihan untuk Anak Muda hingga Keluarga

22 Rekomendasi Wisata di Jogja yang Hits, dari Malioboro hingga Wisata Alam dan Keluarga

15 September 2026

Keberadaan Pasar Beringharjo tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, budaya, dan arsitektur yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Yogyakarta.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Baca juga: Dawet Ireng Jembut Kecabut, Kuliner Legendaris Purworejo yang Jadi Ikon Wisata Kuliner Sejak Puluhan Tahun

Pasar Beringharjo Berawal dari Hutan Beringin

Sebelum menjadi pasar tradisional terbesar di Yogyakarta, kawasan Pasar Beringharjo merupakan hutan beringin yang dikenal dengan nama Hutan Paberingan. Setelah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1758 pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, wilayah tersebut mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat melakukan transaksi jual beli.

Pada masa itu, pasar dikenal dengan nama Pasar Gedhe dan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keberadaan pasar memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan masyarakat yang terus berkembang seiring pertumbuhan kota.

Pasar Gedhe juga menjadi salah satu unsur utama dalam konsep tata kota tradisional Jawa yang dikenal sebagai Catur Tunggal, yaitu perpaduan antara keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan pasar sebagai pusat perekonomian.

Letaknya yang berada di utara kompleks Keraton Yogyakarta serta dekat dengan Benteng Vredeburg menunjukkan posisi strategis Pasar Beringharjo dalam sistem tata kota Kesultanan Yogyakarta.

Baca juga: Mitos Goa Pindul Jogja Masih Jadi Perbincangan, Ini Fakta, Legenda, dan Daya Tarik Wisata Cave Tubing di Gunungkidul

Makna Filosofis Nama Pasar Beringharjo

pasar beringharjo tutup jam berapa
pasar beringharjo tutup jam berapa (Dok. Istimewa)

Nama Pasar Beringharjo baru digunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Sebelumnya masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pasar Gedhe.

Nama “Beringharjo” berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “bering” yang merujuk pada pohon beringin dan “harjo” yang berarti sejahtera, aman, serta tenteram.

Pemberian nama tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Hutan beringin yang dahulu tumbuh di kawasan tersebut diharapkan dapat berubah menjadi tempat yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Yogyakarta.

Jejak sejarah kawasan ini masih dapat ditemukan hingga sekarang melalui nama Jalan Pabringan yang berada di sisi selatan pasar. Nama tersebut berasal dari kata “beringan” sebagai pengingat bahwa lokasi pasar dahulu merupakan kawasan hutan beringin.

Selain makna yang umum dikenal, terdapat pula penafsiran lain yang menyebutkan bahwa nama Beringharjo berasal dari kata “jember” yang berarti basah atau lembap, “ring” yang berarti kering, dan “harjo” yang berarti indah dan bersih. Filosofi ini menggambarkan perubahan kawasan yang awalnya berupa lahan rawa menjadi wilayah yang berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta Masih Jadi Daya Tarik Wisata, Masangin Ramai Dicoba Pengunjung Setiap Malam

Pembangunan Pasar Beringharjo pada Tahun 1925

Meski aktivitas perdagangan telah berlangsung sejak abad ke-18, bangunan permanen Pasar Beringharjo baru mulai dibangun pada tahun 1925.

Pada 24 Maret 1925, Keraton Yogyakarta menunjuk Nederlansch Indisch Beton Maatschappij atau Perusahaan Beton Hindia Belanda untuk membangun los-los pasar secara permanen.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dan pada akhir Agustus 1925 sebanyak 11 kios telah selesai dibangun. Seiring waktu, kompleks pasar terus berkembang hingga menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan yang berdiri saat ini masih mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang berpadu harmonis dengan unsur tradisional Jawa. Nilai sejarah dan keaslian bangunan tersebut membuat Pasar Beringharjo ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Baca juga: Taman Wisata Alam Posong Temanggung Jadi Favorit Wisatawan, Ini Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas yang Bisa Dicoba

Pasar Beringharjo dan Filosofi Catur Tunggal Yogyakarta

Pasar Beringharjo memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah Keraton Yogyakarta. Pasar ini merupakan salah satu bagian dari konsep tata kota Kesultanan Yogyakarta yang disebut Catur Tunggal.

Dalam konsep tersebut, keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang interaksi masyarakat, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Keempat unsur tersebut dirancang untuk saling mendukung kehidupan masyarakat secara seimbang. Karena itulah, Pasar Beringharjo tidak hanya dipandang sebagai tempat perdagangan, tetapi juga sebagai simbol kehidupan ekonomi rakyat yang menjadi bagian dari filosofi kota Yogyakarta.

Baca juga: Cuma Jalan Kaki dari Stasiun, Ini Deretan Wisata Madiun yang Wajib Dikunjungi Tahun 2026

Keunikan Arsitektur Pasar Beringharjo

Salah satu daya tarik utama Pasar Beringharjo adalah arsitekturnya yang khas. Bangunan pasar merupakan perpaduan antara gaya kolonial Belanda dan arsitektur tradisional Jawa.

Secara umum, Pasar Beringharjo terbagi menjadi dua area utama, yaitu bangunan barat dan bangunan timur yang dipisahkan oleh jalan penghubung antara Jalan Lor Pasar dan Jalan Pabringan.

Pintu masuk utama pasar berada di bagian barat dan langsung menghadap kawasan Malioboro. Gerbang utama tersebut menjadi salah satu ikon yang paling mudah dikenali karena menampilkan tulisan “Pasar Beringharjo” dalam aksara Latin dan aksara Jawa.

Di sisi kanan dan kiri gerbang terdapat deretan kios yang digunakan pedagang untuk menjual berbagai macam produk. Sementara area los pasar didesain menggunakan konstruksi beton bertulang dengan atap berbentuk pelana bertingkat yang menjadi ciri khas bangunan pasar sejak era kolonial.

Baca juga: Goa Pindul Gunungkidul Tawarkan Sensasi Susur Sungai Bawah Tanah 350 Meter, Ini Harga Tiket dan Aktivitas Serunya

Pasar Beringharjo Surga Belanja Batik di Yogyakarta

Jarak Pasar Beringharjo ke Malioboro
Jarak Pasar Beringharjo ke Malioboro (Dok. Istimewa)

Bagi wisatawan yang ingin berburu batik, Pasar Beringharjo menjadi salah satu tujuan utama di Yogyakarta.

Beragam jenis batik tersedia di pasar ini, mulai dari kain batik tradisional, batik tulis, batik cap, hingga pakaian jadi berbahan katun dan sutra. Pilihan motif dan harga yang beragam membuat Pasar Beringharjo menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Koleksi kain batik banyak ditemukan di los bagian barat sebelah utara, sedangkan pakaian batik tersebar hampir di seluruh area pasar bagian barat.

Selain batik, pengunjung juga dapat menemukan produk budaya Jawa lainnya seperti blangkon, surjan, sarung tenun, sandal, tas, hingga berbagai aksesori tradisional.

Baca juga: Kue Adrem Bantul Kembali Jadi Sorotan, Jajanan Tradisional “Kontol Kejepit” Simpan Sejarah sejak Era Mataram

Pusat Jamu Tradisional dan Rempah-rempah Nusantara

Tidak hanya terkenal sebagai pusat batik, Pasar Beringharjo juga dikenal sebagai pusat perdagangan bahan jamu tradisional dan rempah-rempah.

Di lantai dua bangunan timur, pengunjung dapat menemukan berbagai bahan jamu seperti kunyit, temulawak, jahe, kayu manis, serta aneka rempah yang biasa digunakan untuk minuman tradisional maupun kebutuhan kuliner.

Aroma khas rempah-rempah yang memenuhi area tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pasar Beringharjo.

Baca juga: 8 Destinasi Wisata Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi, Lengkap dengan Tips Liburan Praktis dan Efisien

Berburu Barang Antik di Pasar Beringharjo

Bagi pencinta barang koleksi, Pasar Beringharjo menawarkan pengalaman berbeda melalui pusat penjualan barang antik yang berada di lantai tiga bangunan timur.

Berbagai koleksi unik seperti mesin ketik tua, helm lawas, uang kuno, perlengkapan rumah tangga vintage, hingga barang bekas impor dapat ditemukan di area ini.

Kawasan Lor Pasar yang dahulu dikenal sebagai Kampung Pecinan juga menjadi lokasi favorit bagi para kolektor yang mencari barang-barang bersejarah dan benda antik bernilai tinggi.

Baca juga: Pantai Lamaru Jadi Pilihan Wisata Keluarga Favorit di Balikpapan Timur, Ini Daya Tarik dan Fakta Lapangannya

Menikmati Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta

Pasar Beringharjo juga menjadi surga kuliner tradisional Yogyakarta. Berbagai jajanan pasar khas dapat ditemukan di bagian depan maupun belakang pasar.

Pengunjung dapat menikmati kue kipo khas Kotagede, pecel urap yang disajikan menggunakan pincuk daun pisang, legomoro, mendut, mega mendhung, hingga berbagai makanan tradisional lainnya yang masih dipertahankan secara turun-temurun.

Di sekitar kawasan pasar juga tersedia berbagai minuman tradisional seperti jamu kunyit asam, beras kencur, hingga es cendol khas Yogyakarta.

Menariknya, aktivitas kuliner di sekitar Pasar Beringharjo tetap berlangsung hingga malam hari. Setelah pasar resmi tutup sekitar pukul 17.00 WIB, kawasan depan pasar masih ramai oleh pedagang gudeg, martabak, terang bulan, dan berbagai jajanan malam khas Yogyakarta.

Baca juga: Forbes Rilis Daftar 10 Negara Terindah di Dunia, Indonesia Duduki Peringkat Pertama

Pasar Beringharjo Tetap Menjadi Ikon Wisata Jogja

Di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern, Pasar Beringharjo tetap mempertahankan eksistensinya sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus destinasi wisata budaya.

Keberadaannya yang menyatu dengan kawasan Malioboro menjadikan Pasar Beringharjo sebagai salah satu tujuan yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan saat berada di Yogyakarta.

Sebagai pasar tradisional tertua di kota ini, Pasar Beringharjo bukan sekadar tempat berbelanja. Pasar ini merupakan saksi perjalanan panjang sejarah Yogyakarta, mulai dari kawasan hutan beringin, pusat perdagangan rakyat Kesultanan, hingga menjadi ikon wisata yang terus hidup dan berkembang hingga saat ini.

FAQ Seputar Pasar Beringharjo

Apa itu Pasar Beringharjo?

Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional tertua dan terbesar di Kota Yogyakarta yang terletak di Jalan Margo Mulyo Nomor 16, Gondomanan. Pasar ini menjadi pusat perdagangan sekaligus salah satu ikon wisata budaya di Yogyakarta.

Kapan Pasar Beringharjo mulai berdiri?

Cikal bakal Pasar Beringharjo sudah ada sejak tahun 1758, tidak lama setelah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun, bangunan permanennya mulai dibangun pada tahun 1925.

Mengapa Pasar Beringharjo memiliki nilai sejarah yang penting?

Pasar Beringharjo merupakan bagian dari konsep tata kota Kesultanan Yogyakarta yang dikenal sebagai Catur Tunggal, bersama Keraton, Alun-Alun, dan Masjid Gedhe. Pasar ini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sejak masa kerajaan hingga sekarang.

Apa arti nama Pasar Beringharjo?

Nama Beringharjo berasal dari kata “bering” yang berarti pohon beringin dan “harjo” yang berarti sejahtera. Nama tersebut menggambarkan harapan agar kawasan yang dahulu berupa hutan beringin dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Di mana lokasi Pasar Beringharjo?

Pasar Beringharjo beralamat di Jalan Margo Mulyo No. 16, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan Malioboro dan dekat dengan Benteng Vredeburg.

Apa saja yang bisa dibeli di Pasar Beringharjo?

Pengunjung dapat membeli berbagai produk seperti batik, surjan, blangkon, sarung tenun, kerajinan tangan, jamu tradisional, rempah-rempah, barang antik, jajanan pasar, hingga oleh-oleh khas Yogyakarta.

Mengapa Pasar Beringharjo terkenal sebagai pusat batik?

Pasar Beringharjo memiliki koleksi batik yang sangat lengkap, mulai dari kain batik, batik tulis, batik cap, hingga pakaian jadi dengan berbagai pilihan motif, bahan, dan harga yang beragam.

Apa keunikan arsitektur Pasar Beringharjo?

Bangunan Pasar Beringharjo memadukan arsitektur kolonial Belanda dengan unsur tradisional Jawa. Ciri khasnya terlihat pada gerbang utama yang menghadap Malioboro serta bangunan los dengan konstruksi beton bergaya Arsitektur Indis.

Apakah Pasar Beringharjo memiliki status cagar budaya?

Ya. Pasar Beringharjo telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya karena memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang penting bagi Yogyakarta.

Apa daya tarik utama Pasar Beringharjo bagi wisatawan?

Daya tarik utama Pasar Beringharjo adalah sejarahnya yang panjang, koleksi batik yang lengkap, pusat rempah dan jamu tradisional, sentra barang antik, beragam kuliner khas Yogyakarta, serta lokasinya yang berada di jantung kawasan wisata Malioboro.

Tags: Berita JogjaPasar BeringharjoSejarah Pasar BeringharjoWisata JogjaWisata Pasar Beringharjo

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Pusat Kota Yogyakarta

Liburan ke Jogja Makin Seru, Ini 22 Destinasi Hits dari Pusat Kota hingga Gunungkidul

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Yogyakarta menawarkan pilihan perjalanan wisata yang dapat menjangkau berbagai karakter destinasi, mulai dari kawasan bersejarah di pusat...

Rekomendasi Tempat Wisata Jogja 2026, Pilihan untuk Anak Muda hingga Keluarga

22 Rekomendasi Wisata di Jogja yang Hits, dari Malioboro hingga Wisata Alam dan Keluarga

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Yogyakarta menawarkan pilihan destinasi yang lengkap bagi wisatawan, mulai dari kawasan bersejarah, wisata alam, pantai hingga taman...

Liburan ke Jatim Park 2, Ini Wahana Edukasi dan Atraksi Satwa yang Wajib Dikunjungi

Daya Tarik Jatim Park 2 Batu, Wisata Edukasi dengan Koleksi Satwa dari Berbagai Negara

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Batu ~ Jatim Park 2 menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Batu, Jawa Timur, yang menawarkan pengalaman...

Jatim Park 2 memberikan pilihan wisata yang memadukan rekreasi, edukasi,

Jatim Park 2 Batu Tawarkan Wisata Edukasi Lengkap, dari Satwa Darat hingga Kehidupan Laut

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Batu ~ Jatim Park 2 Batu menawarkan pengalaman wisata edukasi yang memadukan pengenalan satwa darat, konservasi, museum, hingga kehidupan...

Batu Secret Zoo Hadirkan Konsep Kebun Binatang Modern

Jatim Park 2 Jadi Destinasi Eduwisata Keluarga di Batu, Ada Batu Secret Zoo hingga Area Akuatik

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Batu ~ Jatim Park 2 menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Batu, Jawa Timur, yang menawarkan pengalaman...

Jembatan Kahyangan Jadi Daya Tarik Kawah Sikidang, Wisatawan Bisa Berjalan di Tengah Uap

Kawah Sikidang Banjarnegara: Jejak Vulkanik Dieng yang Menjadi Magnet Wisatawan

by Saddam
15 September 2026
0

Headline.co.id, Banjarnegara ~ Kawah Sikidang menjadi salah satu jejak aktivitas vulkanik Dataran Tinggi Dieng yang kini berkembang menjadi magnet bagi...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Gubernur Gorontalo Resmikan Pasar Murah Menjelang Ramadan

Gubernur Gorontalo Resmikan Pasar Murah Menjelang Ramadan

19 February 2026
: MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun. Sebanyak 150 stan dalam Pameran MTQ menghadirkan produk UMKM dan kerajinan dari berbagai daerah, sekaligus menyediakan layanan KUR, edukasi sertifikasi halal, konsultasi zakat, hingga bursa kerja. (Foto: Istimewa)

Pameran MTQ Nasional 2026 Libatkan 150 Stan UMKM

13 September 2026
Kakorlantas Jamin Kelancaran Lalu Lintas di Bali Selama Libur Akhir Tahun

Kakorlantas Jamin Kelancaran Lalu Lintas di Bali Selama Libur Akhir Tahun

18 December 2025
: Sejumlah personel BPBD Kabupaten Ende bersama Basarnas Kota Ende dibantu relawan dan warga mendirikan tenda BNPB di Kantor Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. BNPB)

BNPB Tingkatkan Bantuan untuk Korban Gempa di Jegharangga, Ende

22 August 2026

Ini Tanggapan Kapolres Sleman Terkait Kerusuhan di Babarsari

4 July 2022
Timnas Indonesia Menang Telak 4-0 atas St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia Menang Telak 4-0 atas St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

29 March 2026

Efektif Tangkal Corona, Kampung Tangguh di Kabupaten Malang Curi Perhatian Polri, Kabarhakam: Layak Diadopsi

30 May 2020

Artikel Terbaru

: Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menerima memori jabatan dari Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) saat serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr)

Menkeu Baru Diminta Satukan Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal

15 September 2026
:

Gresik Siapkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri hingga Surabaya

15 September 2026
: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat dari level 103 menjadi 120 pada 2026. Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan nelayan perlu menjadi perhatian, mengingat tingkat kesejahteraan nelayan saat ini masih tertinggal dibandingkan petani. (Dok. Kemenko Pangan)

Target NTN 120, Pemerintah Perkuat Kampung Nelayan

15 September 2026
:

Pembangunan Jembatan Lebeng Barat Dikerjakan Gotong Royong

15 September 2026
Pelatih Dayung Indonesia Gabungkan Kekuatan Senior dan Muda di Asian Games

Timnas Dayung Indonesia Gabungkan Senior dan Muda di Asian Games

15 September 2026
: Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat melepas sekaligus memberikan pembekalan kepada Tim Survei Meteo-Oseanografi Terpadu Selat Sunda di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Senin (14/9/2026) (Sumber:BMKG)

BMKG Verifikasi Sistem Prakiraan lewat Survei di Selat Sunda

15 September 2026
Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Glucowrap, Sandal Pintar UGM untuk Pantau Risiko Kaki Diabetes

15 September 2026

Popular Story

Kapolri Dorong Keseimbangan Keberlangsungan Usaha dan Kesejahteraan Buruh
Nasional

Kapolri Dorong Keseimbangan Usaha dan Kesejahteraan Buruh

by Wawan
11 September 2026
0

Headline.co.id, Bekasi ~ Kapolri mendorong keseimbangan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan buruh sebagai...

Read moreDetails

KTT BRICS 2026, Indonesia Dorong Ketahanan dan Tata Kelola Global

2.447 Sekolah Terdampak Gempa Flores Tetap Gelar Pembelajaran

MTQ Nasional Digelar Tiap Tahun, Kemenag Hentikan STQ

Audit Lapang Sertifikasi Prima 3 Digelar di Kabupaten Gorontalo

20 Santri Balangan ke Hadramaut, Bekal 1.000 Kosakata Arab

Penurunan Titik Panas di Riau, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Project PASTI-Papua Perkuat Perencanaan Stunting Berbasis Data

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Forum Kemahasiswaan ASEAN

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Etalase Sepak Bola dan Budaya Indonesia

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.