Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Wisata & Kuliner

Dawet Ireng Jembut Kecabut, Kuliner Legendaris Purworejo yang Jadi Ikon Wisata Kuliner Sejak Puluhan Tahun

Hendrawan by Hendrawan
5 months ago
in Wisata & Kuliner
Reading Time: 8 mins read
612 46
A A
0
Mengenal Dawet Jembut Kecabut, Minuman Khas Purworejo dengan Nama Unik dan Rasa Istimewa

Mengenal Dawet Jembut Kecabut, Minuman Khas Purworejo dengan Nama Unik dan Rasa Istimewa (Dok. Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

HEADLINE.CO.ID, PURWOREJO ~ Dawet Ireng Jembut Kecabut menjadi salah satu kuliner khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang hingga kini tetap bertahan dan dikenal luas oleh masyarakat maupun wisatawan. Minuman tradisional berbahan dawet hitam atau dawet ireng ini berasal dari kawasan Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, dan telah dirintis sejak sekitar tahun 1950-an oleh Mbah Ahmad Dansri. Keunikan nama, cita rasa khas, serta sejarah panjang yang dimiliki membuat Dawet Jembut Kecabut berkembang menjadi ikon wisata kuliner Purworejo.

Contents

    • 0.1. Paviliun Wonderful Indonesia Raih Desain Terbaik Asia di WTM London 2026
    • 0.2. Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos
  • 1. Nama Unik Berasal dari Jembatan Butuh dan Kecamatan Butuh
  • 2. Dirintis Mbah Ahmad Dansri Sejak 1950-an
  • 3. Ciri Khas Dawet Ireng dengan Pewarna Alami Merang
  • 4. Perpaduan Rasa Manis, Gurih dan Segar
  • 5. Menjadi Ikon Wisata Kuliner Purworejo
  • 6. Pelanggan Datang dari Berbagai Daerah
  • 7. Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan
  • 8. FAQ: Seputar Dawet Jembut Kecabut Khas Purworejo
    • 8.1. Apa itu Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.2. Mengapa disebut Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.3. Siapa pencetus Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.4. Apa yang membuat Dawet Jembut Kecabut berbeda dari dawet lainnya?
    • 8.5. Apakah warna hitam Dawet Jembut Kecabut berasal dari pewarna buatan?
    • 8.6. Di mana lokasi Dawet Jembut Kecabut yang terkenal?
    • 8.7. Berapa harga satu porsi Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.8. Apa saja bahan utama Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.9. Apakah Dawet Jembut Kecabut merupakan ikon kuliner Purworejo?
    • 8.10. Kapan waktu terbaik menikmati Dawet Jembut Kecabut?
    • 8.11. Apakah Dawet Jembut Kecabut hanya bisa ditemukan di Purworejo?
    • 8.12. Mengapa Dawet Jembut Kecabut begitu populer di kalangan wisatawan?

You might also like

Siaran Pers: Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” pada bursa pariwisata dunia WTM London 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Raih Desain Terbaik Asia di WTM London 2026

7 November 2026
Siaran Pers: Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos Jadi UGGp Baru

Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos

6 November 2026

Popularitas minuman tradisional tersebut tidak hanya dikenal di kalangan warga lokal, tetapi juga menarik perhatian para pelancong yang melintas di jalur Purworejo-Kebumen. Keberadaannya bahkan diusulkan sebagai bagian dari kekayaan intelektual komunal Kabupaten Purworejo dan ditetapkan sebagai ikon kuliner daerah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Nama Unik Berasal dari Jembatan Butuh dan Kecamatan Butuh

Viral karena Namanya, Dawet Jembut Kecabut Ternyata Kuliner Legendaris Kebanggaan Purworejo
Viral karena Namanya, Dawet Jembut Kecabut Ternyata Kuliner Legendaris Kebanggaan Purworejo (Dok. Istimewa)

Nama Dawet Jembut Kecabut kerap menimbulkan rasa penasaran bagi masyarakat yang baru pertama kali mendengarnya. Namun, nama tersebut bukan berasal dari makna yang sering diasosiasikan dalam bahasa Jawa.

Sebutan “Jembut Kecabut” merupakan akronim dari Jembatan Butuh (Jembut) dan Kecamatan Butuh (Kecabut), lokasi tempat kuliner tersebut berkembang dan dikenal masyarakat.

Dawet ini dijajakan di kawasan timur Jembatan Butuh, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, yang berada di jalur strategis penghubung Purworejo dan Kebumen. Lokasi tersebut membuat kuliner ini mudah ditemukan oleh para pengguna jalan yang melintas di kawasan selatan Jawa Tengah.

Baca juga: Kue Adrem Bantul Kembali Jadi Sorotan, Jajanan Tradisional “Kontol Kejepit” Simpan Sejarah sejak Era Mataram

Dirintis Mbah Ahmad Dansri Sejak 1950-an

Sejarah Dawet Jembut Kecabut tidak lepas dari sosok Mbah Ahmad Dansri yang mulai merintis usaha dawet ireng sekitar tahun 1950-an. Pada masa awal, minuman tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan para petani saat musim panen.

Mbah Ahmad menjajakan dawet dengan cara berkeliling dari sawah ke sawah. Setelah beliau meninggal dunia, usaha tersebut dilanjutkan oleh anaknya, Nawon, kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya.

Wagiman, cucu Mbah Ahmad Dansri yang meneruskan usaha keluarga, menjelaskan bahwa dawet tersebut awalnya memang ditujukan untuk para petani.

“Awalnya kakek saya yang jualan, sekarang sudah meninggal. Dulu hanya untuk para petani pas musim panen. Keliling ke sana sini dan sekarang minuman itu diwariskan ke kami,” ujar Wagiman.

Perjalanan panjang tersebut menjadikan Dawet Jembut Kecabut sebagai salah satu kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga saat ini.

Baca juga: Wisata Bukit Domba Sentul Jadi Favorit Liburan Keluarga, Tawarkan Interaksi Seru Bersama Domba Valais

Ciri Khas Dawet Ireng dengan Pewarna Alami Merang

Fakta Menarik Dawet Jembut Kecabut, Dawet Ireng Legendaris yang Diburu Wisatawan
Fakta Menarik Dawet Jembut Kecabut, Dawet Ireng Legendaris yang Diburu Wisatawan (Dok. Istimewa)

Keunikan utama Dawet Jembut Kecabut terletak pada warna hitam pekat dawetnya. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang berwarna hijau karena menggunakan daun suji atau pandan, dawet khas Purworejo ini memperoleh warna hitam dari bahan alami berupa abu merang atau jerami padi yang dibakar.

Abu merang yang telah dibakar kemudian dihaluskan dan disaring hingga menghasilkan larutan berwarna hitam yang digunakan sebagai pewarna alami adonan dawet.

Wagiman menegaskan bahwa warna hitam tersebut tidak berasal dari bahan pewarna buatan.

“Dawetnya berwarna hitam itu karena diberi oman atau jerami padi yang dibakar, bukan pewarna buatan. Kemudian racikannya dawet diberi santan, pemanis dari gula kelapa dan es,” katanya.

Selain menggunakan pewarna alami, proses pembuatan dawet juga masih dilakukan secara manual. Adonan tepung diolah hingga kental sebelum dicetak menjadi butiran dawet yang kenyal.

Baca juga: Goa Pindul Gunungkidul Tawarkan Sensasi Susur Sungai Bawah Tanah 350 Meter, Ini Harga Tiket dan Aktivitas Serunya

Perpaduan Rasa Manis, Gurih dan Segar

Dalam satu porsi Dawet Jembut Kecabut, dawet ireng disajikan bersama santan segar, gula aren atau gula Jawa cair, serta es batu. Kombinasi tersebut menghasilkan rasa manis, gurih, dan segar yang menjadi ciri khas minuman tradisional ini.

Beberapa penjual juga menyediakan tambahan tape ketan, ketan hitam, maupun potongan nangka untuk menambah cita rasa.

Tekstur dawet yang kenyal berpadu dengan gurih santan dan manis alami gula kelapa menjadikan minuman ini cocok dinikmati saat cuaca panas maupun sebagai pelepas dahaga setelah perjalanan jauh.

Baca juga: Taman Wisata Alam Posong Temanggung Jadi Favorit Wisatawan, Ini Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas yang Bisa Dicoba

Menjadi Ikon Wisata Kuliner Purworejo

Perkembangan Dawet Ireng di Purworejo berlangsung cukup pesat. Berbagai lapak dan warung penjual dawet kini tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Purworejo.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai sejarah dan perkembangan dawet ireng di Purworejo, minuman tersebut pertama kali muncul sekitar tahun 1960 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu identitas kuliner daerah. Karakteristik warna hitam alami, penggunaan bahan khas berupa oman, serta sejarah yang kuat menjadi alasan dawet ireng dipilih sebagai ikon kuliner dan daya tarik wisata Kabupaten Purworejo.

Salah satu warung yang paling dikenal masyarakat adalah Dawet Ireng Asli Pak Wagiman Butuh yang berada sekitar 50 meter di utara Jembatan Butuh, tepat di tepi Jalan Nasional III.

Menurut Idianto, penerus usaha keluarga, warung tersebut merupakan usaha turun-temurun yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

“Awal jualan dawet ireng itu dari mbah buyut. Dulu beliau jualan di pinggir Jembatan Butuh. Kemudian pada 1984 pindah ke tempat sekarang,” ujar Idianto.

Baca juga: Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta Masih Jadi Daya Tarik Wisata, Masangin Ramai Dicoba Pengunjung Setiap Malam

Pelanggan Datang dari Berbagai Daerah

Keberadaan Dawet Jembut Kecabut di jalur utama Purworejo-Kebumen membuat kuliner ini tidak pernah sepi pengunjung. Banyak wisatawan dan pengguna jalan sengaja mampir untuk menikmati kesegaran dawet ireng legendaris tersebut.

Salah satu pelanggan setia, Totok Suharto asal Tangerang Selatan, mengaku selalu menyempatkan diri singgah saat melintasi Purworejo.

“Saya sering lewat sini, kalau mau ke Jogja ya pasti mampir. Kalau ada acara di Jawa Tengah saya juga pasti muter lewat sini. Rasanya nikmat, seger dan beda dengan yang lain. Biasanya saya habis dua porsi,” tutur Totok.

Dengan harga yang terjangkau, mulai sekitar Rp5.000 per porsi, Dawet Jembut Kecabut tetap menjadi pilihan favorit berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, wisatawan hingga pejabat yang berkunjung ke Purworejo.

Baca juga: Mitos Goa Pindul Jogja Masih Jadi Perbincangan, Ini Fakta, Legenda, dan Daya Tarik Wisata Cave Tubing di Gunungkidul

Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan

Di tengah berkembangnya berbagai minuman modern, Dawet Jembut Kecabut berhasil mempertahankan eksistensinya selama puluhan tahun. Keunikan nama, sejarah panjang, penggunaan bahan alami, serta cita rasa khas menjadikannya lebih dari sekadar minuman tradisional.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Purworejo, Dawet Jembut Kecabut kini tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata kuliner yang merepresentasikan budaya dan identitas daerah setempat.

FAQ: Seputar Dawet Jembut Kecabut Khas Purworejo

Apa itu Dawet Jembut Kecabut?

Dawet Jembut Kecabut adalah minuman tradisional khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang terbuat dari dawet ireng atau dawet hitam, santan, gula kelapa, dan es batu. Kuliner ini dikenal karena nama uniknya serta cita rasa segar yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Mengapa disebut Dawet Jembut Kecabut?

Nama Dawet Jembut Kecabut merupakan akronim dari Jembatan Butuh (Jembut) dan Kecamatan Butuh (Kecabut). Nama tersebut merujuk pada lokasi asal kuliner ini yang berada di kawasan Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Siapa pencetus Dawet Jembut Kecabut?

Dawet Jembut Kecabut pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri sekitar tahun 1950-an. Awalnya, minuman ini dijual berkeliling dari sawah ke sawah untuk para petani saat musim panen.

Apa yang membuat Dawet Jembut Kecabut berbeda dari dawet lainnya?

Perbedaan utamanya terletak pada warna hitam dawet yang berasal dari pewarna alami berupa abu jerami padi atau merang yang dibakar. Selain itu, tekstur dawet yang kenyal dan perpaduan santan serta gula kelapa memberikan cita rasa khas yang berbeda dari dawet pada umumnya.

Apakah warna hitam Dawet Jembut Kecabut berasal dari pewarna buatan?

Tidak. Warna hitam pada dawet berasal dari oman atau abu jerami padi yang dibakar, kemudian dihaluskan dan disaring sebelum digunakan sebagai pewarna alami adonan dawet.

Di mana lokasi Dawet Jembut Kecabut yang terkenal?

Salah satu lokasi yang paling terkenal adalah Dawet Ireng Asli Pak Wagiman Butuh yang berada di sekitar Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Berapa harga satu porsi Dawet Jembut Kecabut?

Harga Dawet Jembut Kecabut tergolong terjangkau. Berdasarkan informasi yang tersedia, satu porsi dawet dijual mulai sekitar Rp5.000, tergantung penjual dan tambahan pelengkap yang dipilih.

Apa saja bahan utama Dawet Jembut Kecabut?

Bahan utama Dawet Jembut Kecabut terdiri dari dawet ireng berbahan tepung sagu atau pati, santan segar, gula kelapa atau gula Jawa cair, serta es batu. Beberapa penjual juga menambahkan tape ketan, ketan hitam, atau potongan nangka.

Apakah Dawet Jembut Kecabut merupakan ikon kuliner Purworejo?

Ya. Dawet ireng yang lahir, tumbuh, dan berkembang di Purworejo telah diusulkan sebagai kekayaan intelektual komunal Kabupaten Purworejo dan dikenal sebagai salah satu ikon wisata kuliner daerah tersebut.

Kapan waktu terbaik menikmati Dawet Jembut Kecabut?

Dawet Jembut Kecabut paling nikmat disantap saat cuaca panas atau setelah perjalanan jauh karena perpaduan es, santan, dan gula kelapa memberikan sensasi segar yang mampu melepas dahaga.

Apakah Dawet Jembut Kecabut hanya bisa ditemukan di Purworejo?

Meski kini beberapa penjual mulai memasarkan produknya secara lebih luas, Dawet Jembut Kecabut yang paling autentik tetap dapat ditemukan di kawasan Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Mengapa Dawet Jembut Kecabut begitu populer di kalangan wisatawan?

Selain memiliki rasa yang khas, nama unik Dawet Jembut Kecabut membuat banyak wisatawan penasaran untuk mencobanya. Faktor sejarah, keunikan bahan alami, dan statusnya sebagai kuliner legendaris Purworejo juga turut meningkatkan popularitasnya.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita PurworejoDawet Ireng Jembut KecabutKuliner Legendaris PurworejoWisata Purworejo

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Siaran Pers: Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” pada bursa pariwisata dunia WTM London 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Raih Desain Terbaik Asia di WTM London 2026

by Ari Wibowo muhammad
7 November 2026
0

Headline.co.id ~ Headline.co.id, London – Paviliun Wonderful Indonesia meraih penghargaan Best Stand Design in Asia dalam ajang World Travel Market...

Siaran Pers: Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos Jadi UGGp Baru

Lima Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Lolos

by Ari Wibowo muhammad
6 November 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ 5 November 2026 – Lima geopark Indonesia meraih status Green Card atau kartu hijau UNESCO dalam Sidang...

Siaran Pers: Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea

AK-RT 2026 Bahas Strategi Seimbangkan Wisata ASEAN-Korea

by Ari Wibowo muhammad
6 November 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ 5 November 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AK-RT) 2026 di Gedung Sapta...

The Victoria Hotel Jogja, Pilihan Menginap Dekat Ambarrukmo

Liburan ke Jogja? Intip Fasilitas The Victoria Hotel Dekat Ambarrukmo

by Hendrawan
5 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ The Victoria Hotel Jogja menjadi salah satu pilihan hotel di Jogja bagi wisatawan yang mencari akomodasi di...

Siaran Pers: Kemenpar Hadirkan Diplomasi Fesyen ASEAN, Jakarta Jadi Ruang Kolaborasi Kreatif

Southeast Asian Fashion Parade Hadirkan Kolaborasi ASEAN di Jakarta

by Ari Wibowo muhammad
5 November 2026
0

Headline.co.id ~ Kementerian Pariwisata bersama Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 dan sejumlah mitra menghadirkan Southeast Asian Fashion Parade di City...

Siaran Pers: Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global

WTM London 2026, Indonesia Perkuat Pasar Eropa

by Ari Wibowo muhammad
5 November 2026
0

Headline.co.id ~ London, 4 November 2026 – Kementerian Pariwisata memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata internasional melalui partisipasi dalam World...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Banjir Kabupaten Banyuasin Sumsel Berangsur Surut

6 August 2022
: pegawai Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo mulai menggelar latihan sebagai komitmen untuk menggelorakan semangat juang anak bangsa.. (foto Owan)

Dinsosdukcapil Gelar Latihan untuk Meriahkan HUT ke-81 RI

4 August 2026
: Sebanyak 187 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menerima Remisi Umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026)/ MC Tolitoli.

187 Narapidana Lapas Tolitoli Terima Remisi di HUT ke-81 RI

18 August 2026
STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

STIK Lemdiklat Polri Tingkatkan Deteksi Dini Kamtibmas dengan Komunitas Digital

31 August 2026
Dua Remaja di Amankan Diduga Lempar Batu ke Pengendara Motor

Dua Remaja Diamankan di Jetis Bantul, Diduga Lempar Batu ke Pengendara Motor

19 October 2025
Tim UGM Raih Juara Pertama dalam Kompetisi Esai Escoration

Tim UGM Raih Juara Pertama dalam Kompetisi Esai Escoration

5 January 2026
Program Pemko Batam Diapresiasi Warga, Dampak Positif Terasa

Program Pemko Batam Diapresiasi Warga, Dampak Positif Terasa

21 July 2026

Artikel Terbaru

RSUD Ainun Habibie Perkuat Deteksi Dini Kanker

RSUD Ainun Habibie Perkuat Deteksi Dini Kanker

7 November 2026
Dinkes Gorontalo Perkuat Deteksi Dini KLB melalui Pendekatan 7-1-7

Surveilans Gorontalo Diperkuat dengan Pendekatan 7-1-7

7 November 2026
Taklukkan Bali United, Persebaya U-18 Kembali ke Jalur Kemenangan

Persebaya U-18 Menang 3-1 atas Bali United dan Kokoh di Puncak

7 November 2026
Pemkot Gorontalo Dukung GHM 2026

Pemkot Gorontalo Dukung GHM 2026, Lalu Lintas Jadi Perhatian

7 November 2026
50 Persen Agen Aktif, Mensos Ingatkan Pemda soal Registrasi Perlinsos

Registrasi Perlinsos Melambat, Mensos Minta Pemda Gerakkan Agen

7 November 2026
Pemprov- BPN Pohuwato Percepat Penerbitan Sertifikat Lahan

Pemprov Gorontalo dan BPN Pohuwato Percepat Sertifikat Lahan

7 November 2026
Satlantas Pamekasan Tertibkan Parkir Liar dengan Pendekatan Humanis

Parkir Liar Ganggu Arus, Satlantas Pamekasan Beri Teguran Humanis

7 November 2026

Popular Story

Kota Wakaf Jadi Percontohan Ekosistem Pembiayaan Produktif Berbasis Wakaf melalui CWLD
Pemerintah

Kota Wakaf Perkuat Pembiayaan Produktif melalui CWLD

by Saddam
3 November 2026
0

Headline.co.id, Makassar ~ Kementerian Agama memperkuat pengembangan Kota Wakaf sebagai ekosistem pemberdayaan...

Read moreDetails

Menko PM: JKN Jadi Wujud Gotong Royong Raksasa

Reses DPRD Gorontalo Tinjau Bantuan UMKM di Telaga Biru

Program MBG di Lumajang Dievaluasi Serentak untuk Tekan Food Waste

Menhut Temukan Dugaan Pelanggaran Kehutanan di Kalteng

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Disalurkan untuk 33,2 Juta Keluarga

Akademi Persib U7 Juara Piala Danpussenarhanud 2026

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Rp163 Miliar di Kasus ATR/BPN

Penataan Kabel Fiber Optik Jalan Paus Pekanbaru Libatkan 12 Entitas

Persebaya U-16 Gagal Menang Usai Bali United Cetak Gol Akhir

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.