Headline.co.id, Bantul ~ Potrobayan River Camp menjadi alternatif wisata berkemah di tepi pertemuan Sungai Opak dan Sungai Oya, Potrobayan, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat camping yang dirintis masyarakat dan pemuda setempat sejak 2021 itu menawarkan suasana alam berupa aliran sungai, padang rumput, udara sejuk, serta pemandangan perbukitan.
Pengunjung Potrobayan River Camp dapat menikmati kawasan tersebut untuk wisata biasa maupun menginap dengan mendirikan tenda. Pengelola menetapkan biaya registrasi camping sebesar Rp10.000 per orang, sedangkan wisatawan non-camping hanya dikenai biaya parkir kendaraan.
Selain menawarkan panorama alami, Potrobayan River Camp menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kamar mandi, musala, warung makanan dan minuman, pos jaga, hingga tempat penyewaan perlengkapan camping. Seluruh pengunjung diwajibkan melapor dan melakukan registrasi di pos retribusi sebelum memasuki kawasan wisata.
Pengelola Wisata Potrobayan River Camp, Rahmat, mengatakan tempat wisata tersebut dikembangkan setelah masyarakat melihat potensi lahan luas yang ditumbuhi rumput di tepian sungai.
“Apalagi di pinggir sungai itu banyak rumput dan cukup luas sehingga cocok untuk tempat camping. Karena itu tahun 2021 mulai membuat tempat camping bernama Potrobayan River Camp,” kata Rahmat saat ditemui di Potrobayan, Bantul.
Pria yang akrab disapa Tomet itu menjelaskan, lokasi camping berada tidak jauh dari kawasan pertemuan Sungai Opak dan Sungai Oya. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan titik pusat gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Mei 2006.
H2: Harga Tiket Potrobayan River Camp
Potrobayan River Camp membedakan biaya kunjungan berdasarkan aktivitas wisatawan. Pengunjung yang hanya datang untuk menikmati suasana tepian sungai tidak dikenai tiket masuk dan cukup membayar biaya parkir.
“Untuk wisata non-camping, cuma bayar parkir. Sepeda motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000,” kata pengelola Potrobayan River Camp, Fergy.
Ketentuan serupa disampaikan Tomet. Menurut dia, tarif tersebut diberlakukan bagi pengunjung yang datang untuk bersantai, menikmati pemandangan, atau berfoto tanpa menginap.
“Retribusi masuk kalau hanya main hanya bayar parkir saja, motor Rp3 ribu dan mobil Rp5 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, wisatawan yang berkemah dikenai biaya registrasi sebesar Rp10.000 per orang. Pengunjung camping juga perlu membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
“Untuk ngecamp per orang registrasi Rp10 ribu, terus untuk parkir motor Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu,” kata Tomet.
Menurut pengelola, biaya registrasi tersebut digunakan untuk membantu perawatan fasilitas dan operasional kawasan wisata. Potrobayan River Camp telah menyediakan kamar mandi, musala, warung makanan dan minuman, pos jaga, serta pos registrasi yang beroperasi selama 24 jam.
H2: Jam Buka dan Ketentuan Camping
Wisatawan non-camping dapat mengunjungi Potrobayan River Camp mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Waktu kunjungan tersebut memungkinkan wisatawan menikmati suasana sungai sejak pagi hingga sore hari.
Bagi pengunjung yang ingin berkemah, waktu penggunaan area camping dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB pada hari berikutnya. Wisatawan juga diperbolehkan melakukan check-in pada malam hari dengan terlebih dahulu melapor kepada petugas di pos registrasi.
Pengunjung disarankan mengikuti ketentuan pengelola selama berada di kawasan wisata. Registrasi diperlukan untuk mencatat kedatangan wisatawan sekaligus mendukung pengawasan area camping yang berada di tepian sungai.
Pemandangan di kawasan ini dinilai semakin menarik pada pagi hari. Pengunjung dapat menikmati aliran sungai, hamparan rumput, udara yang sejuk, serta lanskap perbukitan di sekitar area camping.
H2: Tersedia Penyewaan Peralatan Camping
Wisatawan yang tidak membawa perlengkapan berkemah dapat menyewa berbagai peralatan langsung dari pengelola. Sistem penyewaan tersedia dalam bentuk satuan maupun paket lengkap.
“Persewaan ada, semua lengkap sistemnya di sini sewanya per benda. Kalau full set standar lengkap juga bisa dengan tarif sekitar Rp120-150 ribu, itu full set peralatan camping,” kata Tomet.
Peralatan yang dapat disewa secara terpisah meliputi tenda seharga Rp50.000, matras Rp8.000, lampu Rp15.000, dan kompor gas Rp20.000. Pengelola juga menyediakan alat pemanggang atau grill bagi pengunjung yang ingin memasak selama berkemah.
“Kalau ngecer satu-satu juga bisa, tenda Rp50 ribu, terus matras Rp8 ribu, lampu Rp15 ribu, kompor gas Rp20 ribu. Sewa grill juga ada, grill saja Rp20 ribu, kalau full set itu sekitar Rp60 ribu meliputi grill, kompor gas, tikar, sumpit,” ujarnya.
Ketersediaan perlengkapan tersebut membuat wisatawan dapat datang tanpa harus membawa seluruh kebutuhan camping dari rumah. Pengunjung dapat menyesuaikan barang yang disewa dengan jumlah peserta dan kebutuhan selama menginap.
H2: Mengandalkan Panorama Alam Tepi Sungai
Berbeda dengan sejumlah tempat camping di kawasan pantai selatan atau hutan pinus Bantul, Potrobayan River Camp mengandalkan suasana alami tepian sungai sebagai daya tarik utama.
“Kalau di sini kita lebih fokus di alam sih. Jadi yang kita tawarkan nuansa alami, di mana area sungai, di bawah bukit itu kan bagus sekali pemandangannya,” kata Tomet.
Suara aliran sungai dan hamparan rumput di sekitar lokasi menciptakan suasana yang tenang bagi wisatawan. Area tepian sungai juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bersantai dan berfoto, terutama ketika cuaca cerah.
Meski demikian, jumlah kunjungan ke Potrobayan River Camp masih bergantung pada kondisi cuaca. Sebagai tempat wisata terbuka di tepian sungai, kawasan tersebut cenderung lebih ramai ketika cuaca cerah dan mengalami penurunan kunjungan pada musim hujan.
“Kunjungan masih ya kadang ramai dan sepi, karena kalau wisata seperti ini kan tergantung kondisi cuaca di Potrobayan. Contoh pas lagi musim hujan bulan puasa memang kunjungan tidak terlalu ramai. Tapi saat cuaca cerah lumayan ramai,” ujarnya.
Dengan biaya camping mulai Rp10.000 per orang, fasilitas pendukung, penyewaan perlengkapan, serta panorama pertemuan Sungai Opak dan Sungai Oya, Potrobayan River Camp menambah pilihan wisata alam dan tempat berkemah bagi masyarakat yang berkunjung ke Kabupaten Bantul.


















