Headline.co.id, Yogyakarta ~ Yogyakarta menawarkan pilihan perjalanan wisata yang dapat menjangkau berbagai karakter destinasi, mulai dari kawasan bersejarah di pusat kota hingga wisata alam dan pantai di Gunungkidul. Sebanyak 22 destinasi dapat menjadi rekomendasi wisata di Jogja yang hits bagi wisatawan yang ingin mengisi liburan dengan wisata budaya, petualangan, rekreasi keluarga hingga menikmati pemandangan alam.
Pilihan rekomendasi wisata di Jogja yang hits tersebut tersebar di sejumlah kawasan, antara lain Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul. Wisatawan dapat memulai perjalanan dari Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta dan Taman Sari sebelum bergerak menuju lereng Merapi, Waduk Sermo maupun kawasan pantai selatan.
Keragaman rekomendasi wisata di Jogja yang hits membuat agenda liburan dapat disusun berdasarkan lokasi dan minat wisatawan. Destinasi seperti Candi Prambanan menawarkan wisata sejarah, Goa Jomblang dan Goa Pindul menghadirkan petualangan, sedangkan Taman Pintar hingga Kids Fun Park dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membawa anak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mulai Perjalanan dari Pusat Kota Yogyakarta
Wisatawan yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta dapat memulai perjalanan dari kawasan pusat kota. Sejumlah destinasi ikonik berada relatif berdekatan sehingga dapat dikunjungi dalam rangkaian perjalanan yang sama.
- Jalan Malioboro
Jalan Malioboro masih menjadi salah satu kawasan yang paling lekat dengan citra wisata Yogyakarta. Pengunjung dapat berjalan santai, membeli oleh-oleh hingga menikmati berbagai pilihan makanan.
Kawasan ini semakin ramai menjelang malam ketika berbagai tempat makan mulai beroperasi. Malioboro juga mudah dijangkau wisatawan yang tiba dengan kereta karena lokasinya berdekatan dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.
Kedekatan tersebut membuat Malioboro dapat menjadi titik awal perjalanan sebelum wisatawan menjelajahi destinasi lain di pusat kota.
- Keraton Yogyakarta
Dari Malioboro, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Keraton Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Yogyakarta.
Kompleks utama Keraton dibuka bagi wisatawan pada pukul 08.30-13.00 WIB. Khusus Jumat, kunjungan berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan bahan, tiket masuk untuk wisatawan domestik mulai Rp5.000 dengan tambahan Rp1.000 untuk izin berfoto.
Wisatawan dapat menjelajahi area Keraton secara mandiri atau menggunakan pemandu untuk mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan bagian-bagian kompleks kerajaan.
- Alun-Alun Selatan
Masih berada dalam kawasan yang berhubungan dengan Keraton, Alun-Alun Selatan menjadi salah satu tempat berkumpul warga dan wisatawan.
Kawasan ini semakin ramai menjelang sore dan malam. Pengunjung dapat duduk santai, menikmati makanan dari warung tenda, bermain badminton hingga mencoba kereta hias.
Aktivitas lain yang dikenal di kawasan tersebut adalah berjalan dengan mata tertutup melewati dua pohon beringin yang berada di tengah lapangan.
Alun-Alun Selatan dapat dikunjungi selama 24 jam tanpa tiket masuk berdasarkan bahan yang tersedia.
- Taman Sari
Taman Sari menjadi destinasi selanjutnya bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan bertema sejarah.
Kompleks tersebut dahulu digunakan sebagai tempat pemandian pribadi Sultan dan keluarga kerajaan. Kini, bangunan bersejarah itu menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi.
Selain kawasan pemandian, wisatawan dapat menelusuri lorong-lorong yang berada di kompleks Taman Sari.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah kawasan masjid bawah tanah dengan struktur tangga yang memiliki karakter arsitektur khas.
Berdasarkan bahan, Taman Sari buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB dengan tiket masuk mulai Rp5.000 untuk wisatawan domestik.
- Tugu Yogyakarta
Perjalanan di pusat kota belum lengkap tanpa melihat Tugu Yogyakarta.
Landmark tersebut menjadi salah satu lokasi yang kerap digunakan wisatawan untuk berfoto sebagai penanda pernah berkunjung ke Yogyakarta.
Karena posisinya berada di persimpangan jalan, wisatawan harus memperhatikan kondisi lalu lintas ketika mengambil gambar.
Alternatif lainnya adalah menikmati pemandangan Tugu dari restoran atau kafe di seberangnya yang memiliki area lantai atas.
- Pasar Beringharjo
Wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh dapat melanjutkan perjalanan menuju Pasar Beringharjo.
Pasar tradisional tersebut menyediakan berbagai produk seperti kain batik, kerajinan tangan, perhiasan hingga makanan khas.
Pengunjung juga dapat melakukan tawar-menawar sebelum melakukan transaksi.
Selain berbelanja, Pasar Beringharjo menjadi tempat untuk mencoba berbagai makanan yang dijual di kios-kios kawasan pasar.
Jelajahi Candi dan Lereng Merapi
Setelah menikmati kawasan pusat kota, wisatawan dapat mengarahkan perjalanan menuju sisi timur dan utara Yogyakarta.
- Candi Prambanan
Candi Prambanan menjadi salah satu destinasi sejarah yang populer di kawasan perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kompleks candi Hindu tersebut dibangun sekitar tahun 850 Masehi pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno.
Bahan yang tersedia menyebutkan kawasan Prambanan diperkirakan dahulu memiliki hingga 240 candi.
Sebagian bangunan telah berhasil dipugar setelah mengalami kerusakan akibat berbagai faktor, sementara bagian lainnya masih berupa susunan batu yang berada di kawasan kompleks.
- Lereng Gunung Merapi
Bagi wisatawan yang ingin beralih dari wisata sejarah menuju petualangan alam, kawasan lereng Gunung Merapi dapat menjadi pilihan.
Terdapat dua alternatif aktivitas dalam bahan, yakni melakukan pendakian atau mengikuti perjalanan menggunakan jeep menuju kawasan Kaliadem.
Pendakian memerlukan persiapan fisik dan perlengkapan yang lebih matang.
Sementara itu, perjalanan menggunakan jeep memungkinkan wisatawan menjelajahi sejumlah lokasi seperti Bunker Kaliadem dan kawasan yang memperlihatkan jejak erupsi Merapi.
Wisatawan juga dapat menikmati panorama Gunung Merapi dari kawasan lereng.
Menikmati Hutan Pinus hingga Pemandangan Waduk
Perjalanan wisata di Yogyakarta tidak hanya menawarkan bangunan bersejarah dan gunung. Kawasan Bantul dan Kulon Progo menyediakan pilihan wisata alam dengan karakter berbeda.
- Hutan Pinus Pengger
Hutan Pinus Pengger menawarkan suasana kawasan hutan yang dipadukan dengan sejumlah instalasi seni dari bahan kayu.
Wisatawan dapat mengunjunginya pada pagi maupun sore hari untuk menikmati udara yang relatif sejuk.
Salah satu instalasi yang dikenal adalah struktur berbentuk tangan raksasa.
Dari sejumlah titik di kawasan ini, wisatawan juga dapat menikmati panorama Yogyakarta dari ketinggian.
- Waduk Sermo
Bergerak menuju Kulon Progo, wisatawan dapat menjadikan Waduk Sermo sebagai salah satu tujuan perjalanan.
Waduk ini memiliki fungsi utama sebagai penampungan air yang digunakan untuk mendukung irigasi pertanian dan perkebunan.
Namun, panorama alam di sekitarnya turut menjadikannya tempat wisata.
Wisatawan dapat berkemah di tepi waduk, bermain kano atau kayak hingga melakukan aktivitas memancing.
Pantai Parangtritis Tetap Jadi Pilihan
- Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis menjadi salah satu destinasi pantai yang sudah lama dikenal wisatawan ketika berkunjung ke Yogyakarta.
Garis pantainya cukup panjang dengan kawasan pasir yang luas.
Wisatawan dapat mencoba berbagai aktivitas mulai dari naik ATV, menaiki delman, bermain pasir hingga sekadar duduk menikmati angin laut.
Menjelang sore menjadi salah satu waktu yang menarik untuk berkunjung karena wisatawan dapat menikmati matahari terbenam dari kawasan pantai.
Petualangan Berlanjut ke Gunungkidul
Gunungkidul menawarkan pilihan wisata yang berbeda dengan pusat Kota Yogyakarta. Kawasan ini memiliki gua, sungai bawah tanah hingga pantai yang memungkinkan wisatawan melakukan aktivitas snorkeling.
- Goa Jomblang
Goa Jomblang menjadi salah satu destinasi petualangan dengan karakter perjalanan yang cukup menantang.
Wisatawan akan diturunkan menuju dasar cekungan dengan kedalaman sekitar 60 meter sebelum melanjutkan perjalanan dengan trekking.
Kondisi jalur dapat berlumpur sehingga pengunjung membutuhkan kesiapan fisik.
Daya tarik yang banyak dikenal dari Goa Jomblang adalah masuknya pancaran sinar matahari ke bagian dalam gua yang populer dengan sebutan “Cahaya Surga”.
- Goa Pindul dan Sungai Oyo
Pilihan petualangan lainnya adalah Goa Pindul dan Sungai Oyo.
Berbeda dengan Goa Jomblang, Goa Pindul memiliki sungai bawah tanah yang dapat disusuri menggunakan ban.
Aktivitas tersebut memungkinkan wisatawan menikmati bagian dalam gua sambil mengikuti aliran air.
Perjalanan dapat dilanjutkan dengan river tubing di kawasan Sungai Oyo sehingga menjadi pilihan bagi wisatawan yang menginginkan aktivitas air sekaligus petualangan alam.
- Pantai Nglambor
Gunungkidul juga memiliki Pantai Nglambor yang menawarkan karakter berbeda dibandingkan banyak pantai lain di pesisir selatan.
Dua gunung karang berada di depan bibir pantai dan membantu memecah gelombang besar.
Kondisi tersebut membuat area tertentu di Pantai Nglambor relatif lebih tenang dan dikenal sebagai salah satu lokasi snorkeling.
Wisatawan dapat menikmati panorama bawah laut maupun berenang dengan tetap memperhatikan kondisi perairan.
Borobudur Bisa Masuk Rute Liburan dari Jogja
- Candi Borobudur
Meski berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata ketika berlibur di Yogyakarta.
Berdasarkan bahan, jaraknya dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 40 kilometer atau kurang lebih 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil.
Candi Buddha tersebut memiliki sembilan tingkat atau platform dengan bangunan utama di bagian puncak.
Relief yang terdapat pada dinding candi menggambarkan berbagai kisah, termasuk kehidupan masyarakat pada masa lalu dan cerita dalam ajaran Buddha.
Borobudur juga menjadi salah satu lokasi yang dikenal dalam rangkaian perayaan Waisak.
Pilihan Wisata Keluarga di Yogyakarta
Selain wisata sejarah dan alam, sejumlah tempat rekreasi juga dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membawa anak.
- Taman Pelangi
Taman Pelangi berada di kawasan Museum Monumen Yogya Kembali atau Monjali.
Karakter utama tempat wisata ini adalah penggunaan berbagai instalasi lampu berwarna-warni yang terlihat saat sore hingga malam.
Selain berfoto, pengunjung dapat mencoba wahana seperti bola air, perahu dayung, rumah balon, trampolin dan bom-bom car.
- Taman Pintar
Taman Pintar menawarkan wisata berbasis edukasi sains.
Konsep yang digunakan memungkinkan anak-anak belajar melalui berbagai eksperimen dan peragaan yang dibuat interaktif.
Salah satunya adalah Generator Van de Graaff yang memperlihatkan fenomena listrik statis.
Destinasi ini dapat menjadi pilihan keluarga yang ingin menggabungkan aktivitas rekreasi dengan pembelajaran.
- Waterboom Jogja
Waterboom Jogja yang sebelumnya dikenal sebagai Jogja Bay Waterpark menawarkan berbagai permainan air di kawasan seluas hampir delapan hektare berdasarkan bahan.
Wahana yang tersedia antara lain Memo Racer, Bekti Adventures dan Brando Boomeranggo.
Untuk aktivitas yang lebih santai, terdapat Mimi Family, South Beach dengan ombak buatan serta Donte Wild River.
- Sindu Kusuma Edupark
Sindu Kusuma Edupark mengusung konsep taman bermain sekaligus edukasi.
Salah satu wahana yang menjadi daya tarik adalah Cakra Manggilingan, bianglala dengan ketinggian sekitar 48 meter.
Dari ketinggian tersebut, wisatawan dapat melihat area Sindu Kusuma Edupark, sebagian Kota Yogyakarta hingga Gunung Merapi.
Terdapat pula Bioskop 8D, Montor Tumbur, Panggon Lunjak, Kursi Mabur, Taman Lampu dan House of Terror.
Untuk aktivitas edukatif, tersedia Omah Batik serta Omah Musik.
- Kids Fun Park
Kids Fun Park berada di kawasan Piyungan, Bantul, tepatnya di jalur Jalan Wonosari.
Taman bermain tersebut menawarkan berbagai wahana untuk anak-anak.
Pilihan permainannya mencakup bumper car, komidi putar, flying fox hingga roller coaster.
Berdasarkan bahan, tersedia 24 wahana reguler yang dapat dicoba menggunakan tiket masuk.
- Aqua Splash
Wisata air juga tersedia melalui Aqua Splash yang berada dalam kawasan Kids Fun.
Lokasinya yang berdekatan memungkinkan wisatawan mengombinasikan aktivitas taman bermain dan permainan air dalam satu perjalanan.
Keluarga dapat mengalokasikan waktu lebih panjang apabila ingin menikmati dua jenis aktivitas tersebut dalam satu hari.
- Yogya Gokart
Masih di kawasan yang sama, Yogya Gokart menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba permainan berkendara.
Pilihan kendaraan disesuaikan dengan kelompok umur.
Anak berusia 6-12 tahun dapat menggunakan Gokart Talon. Anak yang lebih muda dapat menaiki Gokart Double bersama orang dewasa.
Sementara pengunjung berusia 13 tahun ke atas dapat menggunakan Gokart Eagle yang berdasarkan bahan memiliki kecepatan maksimum hingga 60 kilometer per jam.
Susun Rute Liburan Berdasarkan Wilayah
Banyaknya pilihan destinasi memungkinkan wisatawan menyusun perjalanan berdasarkan lokasi agar waktu liburan lebih efektif.
Untuk kawasan pusat kota, perjalanan dapat menghubungkan Malioboro, Pasar Beringharjo, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Alun-Alun Selatan hingga Tugu Yogyakarta.
Wisatawan yang ingin menuju kawasan utara dapat menjadikan lereng Gunung Merapi sebagai tujuan, sedangkan perjalanan menuju sisi timur dapat diarahkan ke Candi Prambanan maupun kawasan Hutan Pinus Pengger.
Untuk wisata alam yang membutuhkan waktu perjalanan lebih panjang, Waduk Sermo di Kulon Progo serta Goa Jomblang, Goa Pindul dan Pantai Nglambor di Gunungkidul dapat ditempatkan pada hari berbeda.
Sementara itu, wisatawan yang membawa keluarga dapat memilih Taman Pintar, Taman Pelangi, Waterboom Jogja, Sindu Kusuma Edupark maupun kawasan Kids Fun.
Keragaman tersebut membuat liburan ke Yogyakarta tidak hanya berpusat pada Malioboro. Dari wisata sejarah di tengah kota, pemandangan lereng Merapi, petualangan menyusuri gua hingga aktivitas air di Gunungkidul, 22 destinasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai waktu dan karakter liburan.















