Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Wisata & Kuliner

Pasar Beringharjo, Saksi Perjalanan Ekonomi Yogyakarta dari Hutan Beringin hingga Menjadi Ikon Wisata Jogja

Hendrawan by Hendrawan
1 hour ago
in Wisata & Kuliner
Reading Time: 12 mins read
397 26
A A
0
pasar beringharjo Jual Apa Saja

pasar beringharjo Jual Apa Saja (Dok. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

HEADLINE.CO.ID, YOGYAKARTA ~ Pasar Beringharjo menjadi salah satu ikon paling bersejarah di Kota Yogyakarta yang hingga kini tetap berfungsi sebagai pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata favorit. Berlokasi di Jalan Margo Mulyo Nomor 16, Ngupasan, Gondomanan, pasar tradisional tertua di Yogyakarta ini memiliki perjalanan panjang sejak masa awal berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dari kawasan hutan beringin yang sederhana, Pasar Beringharjo berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta selama lebih dari dua abad.

Contents

    • 0.1 You might also like
    • 0.2 Wisata Jati Ombo Bogor Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Tiket Rp15 Ribu Bisa Nikmati Beragam Wahana
    • 0.3 Wisata Jati Sewu Gresik Tawarkan Liburan Keluarga Lengkap, Ada Flying Fox, ATV hingga Telaga di Tengah Hutan Jati
  • 1 Pasar Beringharjo Berawal dari Hutan Beringin
  • 2 Makna Filosofis Nama Pasar Beringharjo
  • 3 Pembangunan Pasar Beringharjo pada Tahun 1925
  • 4 Pasar Beringharjo dan Filosofi Catur Tunggal Yogyakarta
  • 5 Keunikan Arsitektur Pasar Beringharjo
  • 6 Pasar Beringharjo Surga Belanja Batik di Yogyakarta
  • 7 Pusat Jamu Tradisional dan Rempah-rempah Nusantara
  • 8 Berburu Barang Antik di Pasar Beringharjo
  • 9 Menikmati Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta
  • 10 Pasar Beringharjo Tetap Menjadi Ikon Wisata Jogja
  • 11 FAQ Seputar Pasar Beringharjo

You might also like

Wisata Jati Ombo Parung Panjang

Wisata Jati Ombo Bogor Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Tiket Rp15 Ribu Bisa Nikmati Beragam Wahana

31 May 2026
lokasi Wisata Jati Sewu Gresik

Wisata Jati Sewu Gresik Tawarkan Liburan Keluarga Lengkap, Ada Flying Fox, ATV hingga Telaga di Tengah Hutan Jati

31 May 2026

Keberadaan Pasar Beringharjo tidak hanya mencerminkan aktivitas perdagangan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, budaya, dan arsitektur yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Yogyakarta.

Baca juga: Dawet Ireng Jembut Kecabut, Kuliner Legendaris Purworejo yang Jadi Ikon Wisata Kuliner Sejak Puluhan Tahun

Pasar Beringharjo Berawal dari Hutan Beringin

Sebelum menjadi pasar tradisional terbesar di Yogyakarta, kawasan Pasar Beringharjo merupakan hutan beringin yang dikenal dengan nama Hutan Paberingan. Setelah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1758 pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, wilayah tersebut mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat melakukan transaksi jual beli.

Pada masa itu, pasar dikenal dengan nama Pasar Gedhe dan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keberadaan pasar memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan masyarakat yang terus berkembang seiring pertumbuhan kota.

Pasar Gedhe juga menjadi salah satu unsur utama dalam konsep tata kota tradisional Jawa yang dikenal sebagai Catur Tunggal, yaitu perpaduan antara keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan pasar sebagai pusat perekonomian.

Letaknya yang berada di utara kompleks Keraton Yogyakarta serta dekat dengan Benteng Vredeburg menunjukkan posisi strategis Pasar Beringharjo dalam sistem tata kota Kesultanan Yogyakarta.

Baca juga: Mitos Goa Pindul Jogja Masih Jadi Perbincangan, Ini Fakta, Legenda, dan Daya Tarik Wisata Cave Tubing di Gunungkidul

Makna Filosofis Nama Pasar Beringharjo

pasar beringharjo tutup jam berapa
pasar beringharjo tutup jam berapa (Dok. Istimewa)

Nama Pasar Beringharjo baru digunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Sebelumnya masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pasar Gedhe.

Nama “Beringharjo” berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “bering” yang merujuk pada pohon beringin dan “harjo” yang berarti sejahtera, aman, serta tenteram.

Pemberian nama tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Hutan beringin yang dahulu tumbuh di kawasan tersebut diharapkan dapat berubah menjadi tempat yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Yogyakarta.

Jejak sejarah kawasan ini masih dapat ditemukan hingga sekarang melalui nama Jalan Pabringan yang berada di sisi selatan pasar. Nama tersebut berasal dari kata “beringan” sebagai pengingat bahwa lokasi pasar dahulu merupakan kawasan hutan beringin.

Selain makna yang umum dikenal, terdapat pula penafsiran lain yang menyebutkan bahwa nama Beringharjo berasal dari kata “jember” yang berarti basah atau lembap, “ring” yang berarti kering, dan “harjo” yang berarti indah dan bersih. Filosofi ini menggambarkan perubahan kawasan yang awalnya berupa lahan rawa menjadi wilayah yang berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta Masih Jadi Daya Tarik Wisata, Masangin Ramai Dicoba Pengunjung Setiap Malam

Pembangunan Pasar Beringharjo pada Tahun 1925

Meski aktivitas perdagangan telah berlangsung sejak abad ke-18, bangunan permanen Pasar Beringharjo baru mulai dibangun pada tahun 1925.

Pada 24 Maret 1925, Keraton Yogyakarta menunjuk Nederlansch Indisch Beton Maatschappij atau Perusahaan Beton Hindia Belanda untuk membangun los-los pasar secara permanen.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dan pada akhir Agustus 1925 sebanyak 11 kios telah selesai dibangun. Seiring waktu, kompleks pasar terus berkembang hingga menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan yang berdiri saat ini masih mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang berpadu harmonis dengan unsur tradisional Jawa. Nilai sejarah dan keaslian bangunan tersebut membuat Pasar Beringharjo ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Baca juga: Taman Wisata Alam Posong Temanggung Jadi Favorit Wisatawan, Ini Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas yang Bisa Dicoba

Pasar Beringharjo dan Filosofi Catur Tunggal Yogyakarta

Pasar Beringharjo memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah Keraton Yogyakarta. Pasar ini merupakan salah satu bagian dari konsep tata kota Kesultanan Yogyakarta yang disebut Catur Tunggal.

Dalam konsep tersebut, keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang interaksi masyarakat, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Keempat unsur tersebut dirancang untuk saling mendukung kehidupan masyarakat secara seimbang. Karena itulah, Pasar Beringharjo tidak hanya dipandang sebagai tempat perdagangan, tetapi juga sebagai simbol kehidupan ekonomi rakyat yang menjadi bagian dari filosofi kota Yogyakarta.

Baca juga: Cuma Jalan Kaki dari Stasiun, Ini Deretan Wisata Madiun yang Wajib Dikunjungi Tahun 2026

Keunikan Arsitektur Pasar Beringharjo

Salah satu daya tarik utama Pasar Beringharjo adalah arsitekturnya yang khas. Bangunan pasar merupakan perpaduan antara gaya kolonial Belanda dan arsitektur tradisional Jawa.

Secara umum, Pasar Beringharjo terbagi menjadi dua area utama, yaitu bangunan barat dan bangunan timur yang dipisahkan oleh jalan penghubung antara Jalan Lor Pasar dan Jalan Pabringan.

Pintu masuk utama pasar berada di bagian barat dan langsung menghadap kawasan Malioboro. Gerbang utama tersebut menjadi salah satu ikon yang paling mudah dikenali karena menampilkan tulisan “Pasar Beringharjo” dalam aksara Latin dan aksara Jawa.

Di sisi kanan dan kiri gerbang terdapat deretan kios yang digunakan pedagang untuk menjual berbagai macam produk. Sementara area los pasar didesain menggunakan konstruksi beton bertulang dengan atap berbentuk pelana bertingkat yang menjadi ciri khas bangunan pasar sejak era kolonial.

Baca juga: Goa Pindul Gunungkidul Tawarkan Sensasi Susur Sungai Bawah Tanah 350 Meter, Ini Harga Tiket dan Aktivitas Serunya

Pasar Beringharjo Surga Belanja Batik di Yogyakarta

Jarak Pasar Beringharjo ke Malioboro
Jarak Pasar Beringharjo ke Malioboro (Dok. Istimewa)

Bagi wisatawan yang ingin berburu batik, Pasar Beringharjo menjadi salah satu tujuan utama di Yogyakarta.

Beragam jenis batik tersedia di pasar ini, mulai dari kain batik tradisional, batik tulis, batik cap, hingga pakaian jadi berbahan katun dan sutra. Pilihan motif dan harga yang beragam membuat Pasar Beringharjo menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Koleksi kain batik banyak ditemukan di los bagian barat sebelah utara, sedangkan pakaian batik tersebar hampir di seluruh area pasar bagian barat.

Selain batik, pengunjung juga dapat menemukan produk budaya Jawa lainnya seperti blangkon, surjan, sarung tenun, sandal, tas, hingga berbagai aksesori tradisional.

Baca juga: Kue Adrem Bantul Kembali Jadi Sorotan, Jajanan Tradisional “Kontol Kejepit” Simpan Sejarah sejak Era Mataram

Pusat Jamu Tradisional dan Rempah-rempah Nusantara

Tidak hanya terkenal sebagai pusat batik, Pasar Beringharjo juga dikenal sebagai pusat perdagangan bahan jamu tradisional dan rempah-rempah.

Di lantai dua bangunan timur, pengunjung dapat menemukan berbagai bahan jamu seperti kunyit, temulawak, jahe, kayu manis, serta aneka rempah yang biasa digunakan untuk minuman tradisional maupun kebutuhan kuliner.

Aroma khas rempah-rempah yang memenuhi area tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pasar Beringharjo.

Baca juga: 8 Destinasi Wisata Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi, Lengkap dengan Tips Liburan Praktis dan Efisien

Berburu Barang Antik di Pasar Beringharjo

Bagi pencinta barang koleksi, Pasar Beringharjo menawarkan pengalaman berbeda melalui pusat penjualan barang antik yang berada di lantai tiga bangunan timur.

Berbagai koleksi unik seperti mesin ketik tua, helm lawas, uang kuno, perlengkapan rumah tangga vintage, hingga barang bekas impor dapat ditemukan di area ini.

Kawasan Lor Pasar yang dahulu dikenal sebagai Kampung Pecinan juga menjadi lokasi favorit bagi para kolektor yang mencari barang-barang bersejarah dan benda antik bernilai tinggi.

Baca juga: Pantai Lamaru Jadi Pilihan Wisata Keluarga Favorit di Balikpapan Timur, Ini Daya Tarik dan Fakta Lapangannya

Menikmati Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta

Pasar Beringharjo juga menjadi surga kuliner tradisional Yogyakarta. Berbagai jajanan pasar khas dapat ditemukan di bagian depan maupun belakang pasar.

Pengunjung dapat menikmati kue kipo khas Kotagede, pecel urap yang disajikan menggunakan pincuk daun pisang, legomoro, mendut, mega mendhung, hingga berbagai makanan tradisional lainnya yang masih dipertahankan secara turun-temurun.

Di sekitar kawasan pasar juga tersedia berbagai minuman tradisional seperti jamu kunyit asam, beras kencur, hingga es cendol khas Yogyakarta.

Menariknya, aktivitas kuliner di sekitar Pasar Beringharjo tetap berlangsung hingga malam hari. Setelah pasar resmi tutup sekitar pukul 17.00 WIB, kawasan depan pasar masih ramai oleh pedagang gudeg, martabak, terang bulan, dan berbagai jajanan malam khas Yogyakarta.

Baca juga: Forbes Rilis Daftar 10 Negara Terindah di Dunia, Indonesia Duduki Peringkat Pertama

Pasar Beringharjo Tetap Menjadi Ikon Wisata Jogja

Di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern, Pasar Beringharjo tetap mempertahankan eksistensinya sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus destinasi wisata budaya.

Keberadaannya yang menyatu dengan kawasan Malioboro menjadikan Pasar Beringharjo sebagai salah satu tujuan yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan saat berada di Yogyakarta.

Sebagai pasar tradisional tertua di kota ini, Pasar Beringharjo bukan sekadar tempat berbelanja. Pasar ini merupakan saksi perjalanan panjang sejarah Yogyakarta, mulai dari kawasan hutan beringin, pusat perdagangan rakyat Kesultanan, hingga menjadi ikon wisata yang terus hidup dan berkembang hingga saat ini.

FAQ Seputar Pasar Beringharjo

Apa itu Pasar Beringharjo?

Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional tertua dan terbesar di Kota Yogyakarta yang terletak di Jalan Margo Mulyo Nomor 16, Gondomanan. Pasar ini menjadi pusat perdagangan sekaligus salah satu ikon wisata budaya di Yogyakarta.

Kapan Pasar Beringharjo mulai berdiri?

Cikal bakal Pasar Beringharjo sudah ada sejak tahun 1758, tidak lama setelah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun, bangunan permanennya mulai dibangun pada tahun 1925.

Mengapa Pasar Beringharjo memiliki nilai sejarah yang penting?

Pasar Beringharjo merupakan bagian dari konsep tata kota Kesultanan Yogyakarta yang dikenal sebagai Catur Tunggal, bersama Keraton, Alun-Alun, dan Masjid Gedhe. Pasar ini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sejak masa kerajaan hingga sekarang.

Apa arti nama Pasar Beringharjo?

Nama Beringharjo berasal dari kata “bering” yang berarti pohon beringin dan “harjo” yang berarti sejahtera. Nama tersebut menggambarkan harapan agar kawasan yang dahulu berupa hutan beringin dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Di mana lokasi Pasar Beringharjo?

Pasar Beringharjo beralamat di Jalan Margo Mulyo No. 16, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan Malioboro dan dekat dengan Benteng Vredeburg.

Apa saja yang bisa dibeli di Pasar Beringharjo?

Pengunjung dapat membeli berbagai produk seperti batik, surjan, blangkon, sarung tenun, kerajinan tangan, jamu tradisional, rempah-rempah, barang antik, jajanan pasar, hingga oleh-oleh khas Yogyakarta.

Mengapa Pasar Beringharjo terkenal sebagai pusat batik?

Pasar Beringharjo memiliki koleksi batik yang sangat lengkap, mulai dari kain batik, batik tulis, batik cap, hingga pakaian jadi dengan berbagai pilihan motif, bahan, dan harga yang beragam.

Apa keunikan arsitektur Pasar Beringharjo?

Bangunan Pasar Beringharjo memadukan arsitektur kolonial Belanda dengan unsur tradisional Jawa. Ciri khasnya terlihat pada gerbang utama yang menghadap Malioboro serta bangunan los dengan konstruksi beton bergaya Arsitektur Indis.

Apakah Pasar Beringharjo memiliki status cagar budaya?

Ya. Pasar Beringharjo telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya karena memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang penting bagi Yogyakarta.

Apa daya tarik utama Pasar Beringharjo bagi wisatawan?

Daya tarik utama Pasar Beringharjo adalah sejarahnya yang panjang, koleksi batik yang lengkap, pusat rempah dan jamu tradisional, sentra barang antik, beragam kuliner khas Yogyakarta, serta lokasinya yang berada di jantung kawasan wisata Malioboro.

Tags: Berita JogjaPasar BeringharjoSejarah Pasar BeringharjoWisata JogjaWisata Pasar Beringharjo
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Wisata Jati Ombo Parung Panjang

Wisata Jati Ombo Bogor Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Tiket Rp15 Ribu Bisa Nikmati Beragam Wahana

by Hendrawan
31 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, BOGOR ~ Wisata Jati Ombo di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian menarik perhatian wisatawan yang mencari destinasi...

lokasi Wisata Jati Sewu Gresik

Wisata Jati Sewu Gresik Tawarkan Liburan Keluarga Lengkap, Ada Flying Fox, ATV hingga Telaga di Tengah Hutan Jati

by Hendrawan
31 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, GRESIK ~ Wisata Jati Sewu Gresik menjadi salah satu destinasi rekreasi keluarga yang menawarkan kombinasi wisata alam dan wahana...

Mengenal Dawet Jembut Kecabut, Minuman Khas Purworejo dengan Nama Unik dan Rasa Istimewa

Dawet Ireng Jembut Kecabut, Kuliner Legendaris Purworejo yang Jadi Ikon Wisata Kuliner Sejak Puluhan Tahun

by Hendrawan
31 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, PURWOREJO ~ Dawet Ireng Jembut Kecabut menjadi salah satu kuliner khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang hingga kini tetap...

wisata goa pindul

Mitos Goa Pindul Jogja Masih Jadi Perbincangan, Ini Fakta, Legenda, dan Daya Tarik Wisata Cave Tubing di Gunungkidul

by Hendrawan
31 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, GUNUNGKIDUL ~ Mitos Goa Pindul Jogja masih menjadi salah satu topik yang menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten...

Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta

Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta Masih Jadi Daya Tarik Wisata, Masangin Ramai Dicoba Pengunjung Setiap Malam

by Hendrawan
31 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, YOGYAKARTA ~ Mitos Alun-alun Kidul Yogyakarta yang dipercaya dapat mengabulkan keinginan masih menjadi magnet bagi wisatawan. Atraksi Masangin atau...

Harga tiket masuk Taman Wisata Alam Posong Temanggung

Taman Wisata Alam Posong Temanggung Jadi Favorit Wisatawan, Ini Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas yang Bisa Dicoba

by Hendrawan
29 May 2026
0

HEADLINE.CO.ID, TEMANGGUNG ~ Taman Wisata Alam Posong di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Tunjangan Kinerja PNS 2024: Kenaikan yang Dinanti

Besaran Tunjangan Kinerja (Tukin) PNS yang Ditunggu-tunggu di Tahun 2024

18 August 2024
Membongkar Rahasia Sakral: 17-8-45 dalam Paskibraka yang Menakjubkan

Formasi Sakral: Mengenal 17-8-45 dalam Paskibraka

10 August 2024
Seni Merawat Bonsai di Pameran Nasional Pesona Bonsai Homeland of Melayu II

Seni Merawat Bonsai di Pameran Nasional Pesona Bonsai Homeland of Melayu II

15 December 2025

Bagaimana Cara Mencegah Virus Corona Di Rumah?, inilah Tips yang Wajib Dilakukan Saat Pandemi COVID-19

23 March 2020
Rincian Lengkap: Memahami Biaya Servis Sepeda Motor Listrik

Biaya Servis Sepeda Motor Listrik: Rincian Lengkap

12 September 2024
Nottingham Forest Tahan Imbang Manchester City 2-2 di Etihad Stadium

Nottingham Forest Tahan Imbang Manchester City 2-2 di Etihad Stadium

5 March 2026
Satuan Brimob Polda Babel Cepat Tanggap Bantu Korban Banjir di Bangka

Satuan Brimob Polda Babel Cepat Tanggap Bantu Korban Banjir di Bangka

12 January 2026

Artikel Terbaru

Berapa lama kuliah D3 di Indonesia

D3 Berapa Tahun Kuliah? Ini Masa Studi, Gelar, Kurikulum, dan Perbedaannya dengan D4 serta S1

31 May 2026
pasar beringharjo Jual Apa Saja

Pasar Beringharjo, Saksi Perjalanan Ekonomi Yogyakarta dari Hutan Beringin hingga Menjadi Ikon Wisata Jogja

31 May 2026
HMP UGM Lakukan Penanaman 1.000 Mangrove di Pesisir Kulon Progo

HMP UGM Lakukan Penanaman 1.000 Mangrove di Pesisir Kulon Progo

31 May 2026
Wisata Jati Ombo Parung Panjang

Wisata Jati Ombo Bogor Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Tiket Rp15 Ribu Bisa Nikmati Beragam Wahana

31 May 2026
Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Dorong Kemajuan Industri Olahraga

Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Dorong Kemajuan Industri Olahraga

31 May 2026
Ritual Air Berkah di Umbul Jumprit Lengkapi Perayaan Waisak 2570 BE

Ritual Air Berkah di Umbul Jumprit Lengkapi Perayaan Waisak 2570 BE

31 May 2026
Ritual Air Berkah Waisak di Umbul Jumprit Simbolkan Kesucian dan Cinta Kasih

Ritual Air Berkah Waisak di Umbul Jumprit Simbolkan Kesucian dan Cinta Kasih

31 May 2026

Popular Story

ASN Banyuwangi Distribusikan 191 Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu
Pemerintah

ASN Banyuwangi Distribusikan 191 Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

by masfajar
29 May 2026
0

Headline.co.id, Banyuwangi ~ Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banyuwangi kembali melaksanakan...

Read moreDetails

Presiden Prabowo Sumbangkan Sapi Kurban Seberat Satu Ton untuk Simeulue

Dawet Ireng Jembut Kecabut, Kuliner Legendaris Purworejo yang Jadi Ikon Wisata Kuliner Sejak Puluhan Tahun

Sapi Kurban Presiden Berbobot 1,15 Ton dari Gresik

Wisata Jati Sewu Gresik Tawarkan Liburan Keluarga Lengkap, Ada Flying Fox, ATV hingga Telaga di Tengah Hutan Jati

PUPRPERKIM Balangan Adakan Forum Konsultasi Publik untuk Tingkatkan Pelayanan

Calon Mahasiswa UGM Diminta Siapkan Dokumen Registrasi Menjelang Pengumuman SNBT

Patroli Skala Besar Polres Jakbar Amankan Empat Orang Terkait Narkoba

Indonesia Menyoroti Ancaman Baru dalam Ketahanan Air

Sholat Idul Adha 1447 H di Universitas Alma Ata Angkat Tema Ketangguhan Iman di Tengah Ketidakpastian

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.