Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan bukti valid terkait dugaan prostitusi anak yang menyeret warga negara asing (WNA) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Penyelidikan dilakukan setelah beredar unggahan viral di media sosial yang diduga menawarkan anak perempuan di bawah umur kepada pelanggan asing pada periode September hingga November 2025. Polisi kini melibatkan Direktorat Siber, Direktorat PPA dan PPO, serta berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait untuk mendalami kasus tersebut. Masyarakat yang memiliki informasi valid diminta segera melapor melalui layanan kepolisian 110.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan data yang dapat dijadikan dasar kuat dalam penyelidikan.
“Sejauh ini masih belum ditemukan informasi yang valid terkait lokasi kejadian, waktu, maupun identitas korban,” kata Budi, Rabu (20/5/2026) malam.
Menurut Budi, penyelidikan dimulai setelah muncul unggahan di media sosial yang menarasikan dugaan praktik prostitusi anak di kawasan Blok M. Direktorat Siber Polda Metro Jaya melakukan penelusuran digital, sementara Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) ikut mendalami dugaan tersebut.
“Dugaan prostitusi di Blok M masih dalam pendalaman Direktorat PPA/PPO bersama Direktorat Siber dan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujarnya.
Selain melakukan penyelidikan internal, Polda Metro Jaya juga menggandeng sejumlah pihak untuk memperkuat pendalaman kasus. Koordinasi dilakukan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pihak Imigrasi, hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
“Direktorat PPA PPO sudah berkoordinasi dengan KPAI, Imigrasi, termasuk kemarin ada kunjungan dari Wakil Menteri PPA,” kata Budi.
Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan akun media sosial berbahasa Jepang yang diduga menawarkan anak perempuan berusia 16 hingga 17 tahun kepada pelanggan. Dalam salah satu unggahan disebutkan seorang anak perempuan ditemui di pinggiran Jakarta dengan bayaran Rp200 ribu. Unggahan lain menyebut seorang anak perempuan berusia 17 tahun diantar oleh agen menuju hotel.
Meski demikian, polisi menegaskan seluruh informasi yang beredar masih dalam tahap verifikasi. Polda Metro Jaya memastikan penanganan kasus perempuan dan anak menjadi prioritas utama.
“Ini menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya untuk didalami. Jika masyarakat memiliki informasi valid yang bisa menjadi dasar penyelidikan, segera hubungi layanan 110 Kepolisian,” tandas Budi.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses penyelidikan dapat berjalan secara objektif dan akurat.






















