Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo, Rusli W. Nusi, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Model Gorontalo, Rabu (8/7/2026). Rusli menegaskan bahwa pemahaman tentang tindakan keselamatan sebelum, saat, dan setelah bencana harus dikuasai oleh setiap pelajar untuk meminimalisasi risiko dan dampak buruk bencana.
Menurut Rusli, sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada generasi muda. “Siswa harus memahami tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana,” ujarnya. Ia juga mengingatkan potensi bencana alam di Gorontalo, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kebakaran, serta bencana nonalam seperti wabah penyakit dan kegagalan teknologi.
Peran Siswa dalam Mitigasi Bencana
Rusli menekankan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebencanaan. Semua pihak, termasuk pelajar, memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan diri, teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia mengimbau siswa untuk tidak panik saat situasi darurat dan selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan, memahami jalur evakuasi, serta mengikuti instruksi dari guru atau petugas penyelamat.
Pentingnya Edukasi dan Simulasi Bencana
BPBD Gorontalo juga aktif memberikan edukasi dan simulasi tanggap darurat bencana kepada siswa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat saat bencana terjadi. “Mitigasi bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebencanaan. Semua pihak, termasuk pelajar, memiliki peran untuk menjaga keselamatan diri, teman, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tambah Rusli.
Dengan upaya ini, BPBD Gorontalo berharap dapat membangun generasi muda yang lebih tanggap dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana, baik alam maupun nonalam. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk pola pikir dan tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak bencana di masa depan.

















