Headline.co.id, Kabupaten Gorontalo ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan PGI Outreach 3: Reaching Across the GI Continuum pada Jumat (10/7/2026) di Gorontalo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB, Syafiin Napu, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan strategis bagi tenaga kesehatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Syafiin Napu menegaskan komitmen Dinkes P2KB dalam mendukung kegiatan ilmiah yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia. “Kami berkomitmen mendukung setiap kegiatan yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya. Pelaksanaan PGI Outreach 3 sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan atau Continuing Medical Education (CME), yang penting untuk memperbarui praktik klinis sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
Penguatan Kapasitas Tenaga Kesehatan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan adalah pilar utama dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkualitas. Kegiatan ini mempertemukan dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah. Acara ini meliputi webinar, diskusi ilmiah, dan kegiatan penguatan kapasitas di bidang kesehatan saluran cerna dan hati.
Dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo
Sebelumnya, Syafiin Napu bersama Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, menyambut kedatangan peserta PGI Outreach 3 di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Penyambutan ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap pelaksanaan kegiatan ilmiah yang mempertemukan tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kompetensi tenaga kesehatan di Gorontalo dapat terus meningkat, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih optimal dan berbasis bukti.


















