Highlight Berita Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet, Waspadai Cristiano Ronaldo saat Portugal Vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026:
HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Timnas Spanyol akan menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan modal pertahanan yang sangat solid berkat penampilan gemilang Unai Simon. Laga Portugal Vs Spanyol dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7/2026) malam waktu setempat atau Selasa (7/7/2026) pukul 01.00 WIB dan disiarkan melalui TVRI Nasional serta TVRI Sport. Duel tersebut menjadi ujian besar bagi unai simón yang hingga kini belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen, sekaligus kembali berhadapan dengan Cristiano Ronaldo setelah pertemuan mereka di final UEFA Nations League 2025.
Penampilan Unai Simon menjadi salah satu fondasi keberhasilan Spanyol melaju ke fase gugur. Dari empat pertandingan di Piala Dunia 2026, gawang La Roja tetap steril, termasuk saat mengalahkan Austria 1-0 di babak 32 besar. Catatan itu mengantarkan penjaga gawang Athletic Bilbao tersebut menorehkan rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Rekor yang dibawa unai simón menuju pertandingan Portugal Vs Spanyol kini mencapai 519 menit tanpa kebobolan. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang kiper legendaris Italia, Walter Zenga, dengan 517 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia.
Rekor Bersejarah Berawal Sejak Piala Dunia 2022
Rekor tanpa kebobolan milik Unai Simon dimulai sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Gol terakhir yang bersarang ke gawangnya tercipta melalui pemain Jepang, Ao Tanaka, pada menit ke-51 laga fase grup.
Setelah itu, Spanyol bermain imbang tanpa gol melawan Maroko di babak 16 besar sebelum tersingkir lewat adu penalti. Sesuai statistik resmi, gol dalam adu penalti tidak dihitung sebagai kebobolan sehingga rangkaian clean sheet Simon terus berlanjut hingga Piala Dunia 2026.
Sepanjang empat pertandingan di edisi kali ini, Spanyol hanya menghadapi tiga tembakan tepat sasaran. Statistik tersebut memperlihatkan kuatnya sistem pertahanan yang dibangun skuad asuhan Luis de la Fuente.
Meski mencatatkan rekor individu, Unai Simon menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Rekor tersebut lebih banyak berbicara tentang tim daripada tentang saya. Nama saya ada di berita utama, tetapi tim juga harus bangga. Hanya tiga tembakan ke gawang kami, itu menandakan penguasaan bola dan kontrol yang kami ciptakan. Itu semua bagian dari kerja keras tim. Jadi, dengan rekor tersebut semakin membuat saya menghargai upaya pertahanan tim,” ujar Unai Simon.
Unai Simon Hormati Portugal dan Ancaman Cristiano Ronaldo
Menghadapi Portugal, Simon memperkirakan pertandingan akan berlangsung berbeda dibanding laga-laga sebelumnya. Ia menilai Portugal tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya meski Spanyol sedang berada dalam performa terbaik.
“Kemenangan melawan Austria mendorong kami untuk optimistis. Secara individu, kita semua perlu terus meningkatkan diri. Tapi lawan Portugal akan menjadi pertandingan yang berbeda. Saya harap hasilnya sesuai keinginan kami,” katanya.
Ia juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak melupakan kekalahan Spanyol dari Portugal pada final UEFA Nations League 2025.
“Kami membutuhkan pertandingan besar. Hormati lawan, tetapi tetaplah mendekati level yang kami tunjukkan. Dan jika kami tersingkir, saya berharap itu terjadi karena mereka lebih baik, bukan karena kami tidak tampil maksimal,” ucap Simon.
Cristiano Ronaldo Tetap Berbahaya di Kotak Penalti
Salah satu fokus utama Spanyol adalah membatasi ruang gerak Cristiano Ronaldo. Menurut Simon, meski Ronaldo sudah tidak berada di puncak performanya seperti beberapa tahun lalu, naluri mencetak gol sang kapten Portugal tetap menjadi ancaman besar.
“Cristiano Ronaldo sekarang bukan Cristiano Ronaldo yang sama seperti enam atau tujuh tahun lalu di Real Madrid. Namun, Anda tetap saja ingin dia berada sejauh mungkin dari kotak penalti,” ujar Simon.
Ia menambahkan pengalaman Ronaldo membuatnya selalu mampu menciptakan peluang berbahaya.
“Di dalam kotak penalti, dia menciptakan ruangnya sendiri. Saya tidak tahu bagaimana mengendalikannya. Dengan pengalamannya, dia tahu persis apa yang harus dilakukan. Jika dia masuk ke kotak penalti, dia berbahaya. Dia menyukai titik penalti, dia menyukai tiang dekat. Dia membaca semuanya dengan sempurna. Anda ingin dia berada sejauh mungkin,” katanya.
Simon juga menilai Ronaldo masih memiliki insting mencetak gol yang luar biasa.
“Di final Liga Negara Eropa, dia mencetak gol dengan satu sentuhan. Naluri mencetak golnya itu yang harus diwaspadai. Kami ingin Cristiano Ronaldo sejauh mungkin dari area pertahanan kami,” ujar penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut.
Fokus Pertahankan Soliditas Pertahanan Spanyol
Selain membahas Ronaldo, Simon mengungkapkan kepercayaan dirinya terhadap kekuatan kolektif lini belakang Spanyol. Menurutnya, keberhasilan menjaga clean sheet tidak lepas dari kerja sama seluruh pemain, termasuk para penjaga gawang lain di dalam skuad.
“Saya yakin kami adalah trio penjaga gawang terbaik di Piala Dunia. Pelatih sangat tenang. David Raya dan Joan Garcia juga akan memecahkan rekor. Perdebatan itu bagus. Hari demi hari, berlatih keras, memberikan segalanya. Itulah yang penting,” katanya.
Ia juga memuji profesionalisme seluruh pemain yang tetap bekerja keras meski belum mendapat kesempatan bermain.
“Alex Grimaldo adalah contoh yang bagus. Dia belum bermain semenit pun, tetapi dia berlatih dengan sangat giat. Sama halnya dengan Joan Garcia dan David Raya. Nilai-nilai kemanusiaan mereka luar biasa. Siapa pun yang bermain akan mendorong yang lain,” tutur Simon.
Dengan modal rekor 519 menit tanpa kebobolan dan pertahanan yang baru menghadapi tiga tembakan tepat sasaran sepanjang turnamen, Spanyol akan berusaha mempertahankan performa impresif tersebut saat menghadapi Portugal. Di sisi lain, Portugal datang membawa salah satu penyerang paling berpengalaman di dunia, Cristiano Ronaldo, yang kembali menjadi ujian terbesar bagi Unai Simon dalam upaya mempertahankan rekor bersejarahnya di Piala Dunia 2026.















