Headline.co.id, Di Wilayah Barat Yogyakarta ~ Ririn Dwi Nurtyani (17) bersama keluarganya menjalani kehidupan sederhana dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya, Sutiono (50), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, bergantung pada proyek bangunan yang tidak selalu ada. Sering kali, Sutiono harus menganggur menunggu pekerjaan baru, sehingga keluarga ini harus bergantung pada bantuan sosial. Ibunya, Nur (47), adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan suaminya untuk memenuhi kebutuhan tiga anak mereka.
Meskipun berasal dari keluarga buruh, Ririn tidak menyerah untuk meraih pendidikan tinggi. Ia percaya bahwa pendidikan dapat mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik. Walaupun awalnya ayahnya menentang keinginannya untuk melanjutkan kuliah, Ririn tetap berusaha meyakinkannya dengan tekad kuat. “Saya ingin melanjutkan merubah nasib keluarga yang sebelumnya cuma jadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” ungkap Ririn di rumahnya di Terbah, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta, Rabu (17/6).
Ririn kini resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada tahun 2025 di program studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Selain lulus melalui jalur prestasi, Ririn juga mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol, sehingga ia dapat berkuliah gratis di UGM. “Saya merasa senang banget, karena biaya kuliah saya bisa terpotong 100% dan tidak membayar UKT sepeserpun, sehingga kebutuhan lain juga bisa dipenuhi dengan tidak membayar UKT tersebut,” jelasnya.
Ririn memilih jurusan S1 Ilmu dan Industri Peternakan karena kecintaannya pada hewan peliharaan, terutama hewan ternak. Di rumah, ia bersama kedua orang tuanya merawat ayam, bebek, dan burung sebagai hobinya. Aktivitas sehari-hari ini menumbuhkan minatnya untuk mengembangkan peternakan di masa depan. “Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari,” ungkapnya. Pilihan program studi ini juga didukung oleh ibunya, yang memahami betul kecintaan Ririn terhadap hewan ternak.
Sejak di bangku Taman Kanak-Kanak, Ririn sudah menunjukkan prestasi di bidang akademik dan non-akademik. Ibunya, Nur, mengungkapkan bahwa sejak kecil Ririn adalah anak yang pintar dan berprestasi. Ia sering menjadi juara kelas di sekolahnya dan saat SMA, Ririn menjadi bagian dari tim marching band SMAN 1 Wates yang berhasil meraih juara 1 tingkat Provinsi. Prestasi-prestasi ini membuat Nur mendukung penuh cita-cita Ririn untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya selalu mendukung Ririn untuk mewujudkan cita-citanya,” ungkapnya.
Selama membesarkan Ririn, Nur selalu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Ia mendorong Ririn agar rajin belajar dan tidak menyia-nyiakan waktu. Nur juga mengingatkan Ririn untuk selalu berbuat baik kepada orang tua, saudara, dan teman-temannya. Nur masih tidak menyangka bahwa Ririn dapat berkuliah gratis di UGM dan berharap Ririn dapat mengangkat derajat kedua orang tuanya serta mengubah nasib keluarga agar memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. “Mudah-mudahan besok Ririn bisa bersekolah lebih tinggi daripada orang tuanya. Agar Ririn bisa mengangkat derajat orang tua biar lebih baik dari penghasilan atau dari kehidupannya lebih baik,” ungkap Nur.






















