Headline.co.id, Jakarta ~ Uroe Lahe Pidie ke-515 dibuka di kompleks Pidie Convention Center (PCC), Rabu (16/9/2026) malam. Hujan yang mengguyur Pidie sejak siang tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menghadiri rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Pidie tersebut. Warga datang untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai wilayah Pidie sekaligus mengunjungi pameran UMKM yang berlangsung hingga 20 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan masyarakat dengan ragam kesenian, tradisi, dan produk khas daerah.
Arus pengunjung terlihat memadati jalan menuju panggung utama sejak dari Simpang Tugu Mulieng. Di tengah udara malam yang sejuk, tepuk tangan warga terdengar menyambut penampilan seni yang dibawakan putra-putri Pidie.
Panggung Uroe Lahe Pidie Diisi Beragam Kesenian
Malam perdana Uroe Lahe Pidie ke-515 dibuka Sanggar Bijeih Tari dari Kecamatan Simpang Tiga melalui Tari Ratoeh Jaroe. Pertunjukan kemudian berlanjut dengan sejumlah kesenian yang merepresentasikan keberagaman budaya dari berbagai kecamatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sanggar Putroe Seurune dari SMP Negeri Unggul Sigli menampilkan Tari ThamThum atau Tet Karbet. Tarian tersebut mengangkat tradisi dentuman meriam karbit dan bambu khas Pidie saat menyambut Idulfitri.
Pertunjukan berikutnya diisi Ratoeh Jaroe Vokal oleh Sanggar Gurindam dari Kecamatan Sakti, Rapai Geurimpheng oleh Baloh Setia dari Gampong Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, serta Pasang Jabet oleh Sanggar Sinar Ceudah Meuligo dari Kota Sigli.
Panggung utama juga menampilkan Tari Kreasi Meusyuhu oleh Sanggar Seni Leguna Jabal Ghafur dari Kecamatan Indrajaya, Ratoeh Jaroe oleh Sanggar Jeumpa Kuneng dari SMAN 1 Sigli, dan Tari Kreasi oleh Sanggar Kharisma Nanggroe dari SMAN Unggul Sigli.
Rangkaian pentas seni malam itu turut ditutup dengan penampilan band lokal Orfeus dari Kota Sigli.
Warga Menilai Uroe Lahe Pidie Angkat Identitas Daerah
Eva Nurjannah, warga Gampong Teungoh Blang, Kecamatan Indrajaya, mengaku terkesima saat memasuki area PCC. Ia menilai kegiatan tersebut menghadirkan beragam karya khas Pidie dan perlombaan yang melibatkan sekolah serta desa.
“Mata saya langsung disuguhkan berbagai karya khas Pidie. Acara meriah, banyak perlombaan dari sekolah dan dari semua desa di Pidie yang bikin menarik,” ungkap Eva kepada Tim Diskominsa.
Selain menyaksikan pertunjukan, Eva mengunjungi sejumlah stan pameran dan UMKM. Produk kerajinan berbahan batok kelapa menjadi salah satu yang menarik perhatiannya.
“Sudah sempat keliling stand pameran dan UMKM, banyak yang menarik. Yang paling mencuri perhatian saya UMKM batee, banyak karya dari batok kelapa,” ujarnya.
Sementara itu, Lia, warga Sanggeu, Kecamatan Pidie, menilai keberadaan stan pameran dari 23 kecamatan menjadi bagian menarik dalam perhelatan tersebut. Menurut dia, setiap stan memiliki ciri khas yang dapat dilihat masyarakat.
“Meskipun belum sempat keliling semua stand, baru melihat sekilas, setiap stand pasti keren-keren karena memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya sembari menyaksikan pertunjukan seni di panggung utama.
Pameran UMKM Hadirkan Ciri Khas 23 Kecamatan
Menurut Lia, Uroe Lahe Pidie bukan sekadar agenda tahunan. Beragam kesenian dan tradisi daerah yang ditampilkan membuat kegiatan tersebut dinantikan masyarakat.
“Menurut saya masyarakat sangat antusias menyambut acara peringatan Uroe Lahe Pidie. Karena dari kegiatan ini masyarakat dapat melihat bermacam kesenian dan tradisi daerah Pidie,” tuturnya.
Pameran UMKM menjadi bagian dari rangkaian acara selain pentas seni. Kehadiran stan dari 23 kecamatan memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat berbagai produk dan ciri khas daerah yang ditampilkan dalam satu lokasi.
Malam perdana tersebut menjadi pembuka rangkaian Uroe Lahe Pidie ke-515 di kompleks PCC. Di tengah hujan yang turun sejak siang, pertunjukan seni, pameran UMKM, dan kehadiran warga mewarnai perayaan hari jadi Kabupaten Pidie yang berlangsung hingga 20 September 2026.


















