Headline.co.id, Puncak ~ Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) menyamai perolehan poin Jorge Martin (Aprilia Racing) di puncak klasemen MotoGP 2026 setelah memenangi San Marino GP di Misano. Hasil tersebut diraih setelah Marquez bangkit dari defisit 102 poin hanya dalam tujuh seri terakhir. Ia kini unggul atas Martin dalam jumlah kemenangan, sementara delapan seri masih tersisa untuk menentukan perebutan gelar juara dunia.
Kebangkitan Marc Marquez menjadi salah satu cerita utama MotoGP musim ini karena berpotensi mencatatkan comeback terbesar dalam sejarah kejuaraan. Jika akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia, Marquez akan melewati rekor Francesco Bagnaia yang pada 2022 mampu mengatasi defisit 91 poin dari Fabio Quartararo.
Martin dan rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, kini menghadapi tantangan untuk memberikan respons pada seri-seri berikutnya. Persaingan menuju gelar semakin terbuka setelah Marquez menyamakan poin dengan Martin melalui rangkaian hasil impresif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Marc Marquez bangkit setelah cedera
Perjalanan comeback Marquez dimulai dari Le Mans. Ia mengalami kecelakaan di Tikungan 13 yang membuatnya harus absen setelah mengalami patah tulang metatarsal kelima.
Marquez kemudian menyaksikan Catalan GP dari rumah. Ia kembali berlaga pada Italian GP dan menutup penampilannya dengan finis di posisi ketujuh atau P7.
Performa Marquez mulai kembali meningkat di Balaton Park. Dalam balapan tersebut, pembalap bernomor 93 itu terlibat persaingan ketat dengan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan berhasil meraih kemenangan.
Kemenangan itu menjadi kemenangan pertamanya pada MotoGP 2026 sekaligus memberinya 37 poin maksimal yang tersedia. Setelah itu, Marquez kembali meraih kemenangan di Brno, Sachsenring, Aragon, dan Misano.
Dari tujuh seri terakhir, Marquez mengumpulkan total 102 poin. Pada San Marino GP, Martin finis di posisi kelima atau P5. Hasil tersebut membuat keduanya memiliki jumlah poin yang sama, tetapi Marquez berada di posisi lebih baik karena unggul dalam jumlah kemenangan.
Berpeluang mencatat rekor comeback
Apabila Marquez menjadi juara dunia pada musim ini, ia akan mencatatkan comeback terbesar dalam sejarah MotoGP berdasarkan selisih poin. Rekor sebelumnya dipegang Bagnaia saat merebut gelar juara dunia 2022.
Saat itu, Bagnaia mampu mengejar ketertinggalan 91 poin dari Quartararo. Catatan comeback lain yang disebutkan adalah Joan Mir pada 2020 dengan defisit 48 poin dan Marquez sendiri pada 2017 setelah mengatasi ketertinggalan 37 poin.
Dengan delapan seri tersisa, Marquez kini berada dalam posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan tujuh seri sebelumnya. Namun, persaingan belum berakhir karena masih banyak poin yang dapat diperebutkan.
Marquez mengatakan kemenangan di Misano mengubah peluangnya dalam perebutan gelar. Ia juga menyebut pendekatan yang lebih rileks menjadi salah satu faktor penting dalam penampilannya.
“There was no chance, now there’s a chance. It’s true that it was a super good weekend; I approached the weekend feeling free and relaxed. My mentality and my mind were flowing, and I was convinced of what I needed to be fast,” kata Marquez.
Ducati minta Marquez tetap fokus
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, mengakui penampilan Marquez di Misano menunjukkan kualitas pembalap tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa delapan balapan masih harus dijalani dan persaingan perebutan gelar masih terbuka.
“I think here in Misano, Marc showed who he is, but on the other hand, we know that there are still eight races to go. There are a lot of points in play, and we know our opponents perfectly, so we must remain concentrated race by race and try to collect more points if possible,” ujar Tardozzi.
Tardozzi juga menilai pengalaman Marquez dalam menghadapi persaingan gelar dapat menjadi modal penting bagi Ducati Lenovo Team. Menurut dia, timnya mempercayai Marquez dalam setiap situasi.
“We have experience (in title fights), but I guess Marc has more experience than us. So we trust Marc in every situation,” katanya.
Marquez kini memiliki peluang untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP ke-8. Namun, dengan delapan seri tersisa, posisi puncak klasemen masih dapat berubah pada bagian akhir musim 2026.



















