Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Kepala Bidang 2 Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, Hifni Tegela, menekankan pentingnya data bencana yang akurat sebagai dasar kebijakan penanganan darurat di Provinsi Gorontalo. Dalam rapat koordinasi pemutakhiran data bencana yang berlangsung di Gorontalo pada Jumat (3/7/2026), Hifni menyatakan bahwa koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus diperkuat untuk mempercepat dan mengintegrasikan pelaporan kejadian bencana.
Pemutakhiran data bencana tidak hanya mencakup jumlah kejadian, tetapi juga data korban terdampak, kerusakan rumah, fasilitas umum, infrastruktur, dan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi bencana. “Data yang valid sangat penting untuk memastikan penanganan bencana yang cepat dan tepat,” ujar Hifni Tegela. Rapat tersebut membahas mekanisme pelaporan dan pembaruan data bencana di Provinsi Gorontalo, termasuk banjir, tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, dan kebakaran.
Sinkronisasi Data Bencana
Rapat koordinasi ini juga berfungsi sebagai forum untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi BPBD kabupaten/kota dalam pelaporan bencana. Selain itu, rapat ini mendorong peningkatan kecepatan penyampaian informasi, terutama selama masa tanggap darurat. “Sinkronisasi data BPBD provinsi dan kabupaten/kota sangat penting untuk membangun sistem data kebencanaan yang lebih kuat dan responsif,” tambah Hifni.
Langkah Strategis Penanganan Bencana
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat sistem penanganan bencana di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, sehingga dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat merespons bencana dengan lebih efektif, meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana di Provinsi Gorontalo. Dengan data yang akurat dan sistem pelaporan yang efisien, diharapkan penanganan bencana dapat lebih terarah dan tepat sasaran.















