Headline.co.id, Jakarta ~ Perubahan cara masyarakat mencari informasi melalui kecerdasan buatan (AI) mendorong lahirnya strategi optimasi baru bagi brand. Search Agency, agensi SEO, GEO, dan AEO, memperkenalkan pendekatan Generative Engine Optimization (GEO) dan Answer Engine Optimization (AEO) sebagai strategi agar sebuah brand tidak hanya ditemukan di mesin pencari, tetapi juga disebut dan direkomendasikan langsung oleh asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, Copilot, hingga Google AI Overviews. Pergeseran ini dinilai penting karena keputusan calon pelanggan kini semakin banyak terbentuk dari jawaban AI sebelum mereka mengklik sebuah tautan. Melalui pendekatan tersebut, Search Agency menilai visibilitas brand di era AI menjadi faktor strategis dalam memenangkan perhatian calon pelanggan.
Menurut Search Agency, Generative Engine Optimization (GEO) merupakan praktik mengoptimalkan entitas, konten, dan otoritas sebuah brand agar dipahami, dipercaya, serta dikutip oleh model AI generatif ketika menjawab pertanyaan pengguna. Berbeda dengan SEO konvensional yang berfokus pada posisi halaman di hasil pencarian, GEO menargetkan agar brand menjadi bagian dari jawaban yang dihasilkan AI.
“GEO adalah cara agar brand disebut, dikutip, dan direkomendasikan di dalam asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan AI Overviews Google. Tujuannya bukan lagi peringkat sepuluh tautan biru, tetapi menjadi jawaban yang diberikan AI,” demikian penjelasan Search Agency.
Search Agency menjelaskan bahwa perubahan perilaku pengguna menjadi alasan utama mengapa GEO semakin relevan pada 2026. Saat ini, banyak pengguna lebih dahulu mengajukan pertanyaan kepada asisten AI dibandingkan membuka daftar hasil pencarian tradisional. Model AI kemudian menyusun jawaban ringkas dengan menyebut sejumlah sumber yang dianggap paling kredibel.
“Jika brand Anda tidak ada di jawaban itu, Anda tidak masuk pertimbangan, sebagus apa pun peringkat Anda di pencarian klasik,” jelas Search Agency.
Dalam praktiknya, Search Agency menegaskan GEO bukan sekadar penggunaan prompt atau trik tertentu. Pendekatan ini menggabungkan kejelasan identitas brand (entity), konten yang mudah dikutip AI, penggunaan structured data, serta penguatan otoritas agar model bahasa mampu mengenali dan memercayai sebuah brand.
Sebagai bagian dari strategi AI Search, Search Agency juga memperkenalkan Answer Engine Optimization (AEO). AEO merupakan metode untuk membantu sebuah halaman memenangkan satu jawaban yang diekstrak oleh mesin jawaban seperti Google AI Overviews, featured snippet, People Also Ask, maupun asisten suara.
Menurut Search Agency, AEO bekerja dengan menyusun konten berdasarkan pertanyaan nyata yang diajukan pengguna, kemudian memberikan jawaban langsung di bagian awal, dilengkapi penjelasan pendukung dan structured data agar mudah dipahami mesin pencari berbasis AI.
“AEO memastikan satu pertanyaan mendapatkan satu jawaban yang benar dan dikaitkan dengan brand Anda,” terang Search Agency.
Search Agency menambahkan bahwa GEO dan AEO memiliki fungsi yang saling melengkapi meskipun berbeda fokus. SEO tetap berperan membangun fondasi melalui crawlability, indexing, dan otoritas topik. Sementara itu, AEO bertujuan memenangkan jawaban yang diekstrak mesin pencari, sedangkan GEO berupaya membuat brand disebut dalam jawaban generatif lintas platform AI.
“AEO memenangkan jawaban yang diekstrak di permukaan pencarian; GEO memenangkan tempat yang disebut dan dikutip untuk brand di dalam jawaban generatif lintas asisten percakapan. Sebagian besar program membutuhkan keduanya, di atas SEO yang kuat,” jelas Search Agency.
Untuk menjalankan strategi GEO, Search Agency menerapkan empat tahapan utama, yakni membangun entitas brand yang jelas melalui knowledge graph, menerbitkan konten siap kutip, memperkuat otoritas melalui referensi dan co-mention dari pihak ketiga, serta mengukur citation share atau frekuensi penyebutan brand di berbagai platform AI.
Sementara itu, implementasi AEO dilakukan dengan memetakan pertanyaan pengguna, menyusun jawaban langsung yang mudah diekstrak mesin, menambahkan schema seperti FAQPage, HowTo, maupun Dataset, serta memperkuat keterkaitan jawaban dengan entitas brand.
Selain implementasi teknis, Search Agency juga menawarkan proses evaluasi awal terhadap posisi brand di AI Search. Evaluasi tersebut membandingkan performa sebuah brand dengan tiga kompetitor melalui ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan Google AI Overviews menggunakan sejumlah prompt yang relevan dengan kategori bisnis.
Hasil pengukuran mencakup berbagai indikator, mulai dari mention share, citation share, sentimen AI terhadap brand, hingga trafik yang berasal dari platform berbasis kecerdasan buatan. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai posisi sebuah brand dalam ekosistem pencarian berbasis AI yang terus berkembang.






















