Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Hukum

Pondok Pesantren Ash-Sholihah Sleman Disorot, Santriwati Laporkan Dugaan Pemerkosaan 2 Kali dan Kini Hamil 8 Bulan

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Hukum
Reading Time: 10 mins read
412 27
A A
0
Ilustrasi gambar kekerasan seksual

Ilustrasi gambar kekerasan seksual (ist)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Santriwati berinisial FN melaporkan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi dua kali di Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman.
  • Dugaan peristiwa disebut berlangsung pada akhir Desember 2025 dan Januari 2026.
  • Terlapor merupakan pengasuh pesantren berinisial NH alias Gus Nurul.
  • Kuasa hukum menyebut FN saat ini telah memasuki usia kehamilan sekitar delapan bulan.
  • Laporan resmi tercatat di Polresta Sleman dengan nomor STTLP/B/657/IX/2026/SPKT/POLRESTA SLEMAN/POLDA D.I. YOGYAKARTA.
  • Kuasa hukum meminta polisi mendalami dugaan kekerasan, pemaksaan, serta relasi kuasa di lingkungan pesantren.
  • Pihak korban juga meminta pemeriksaan terhadap terlapor, saksi-saksi, dan seluruh alat bukti yang relevan.
  • Polresta Sleman membenarkan laporan masuk pada 7 September 2026 dan menyatakan perkara masih dalam proses pendalaman.
  • Polisi menegaskan terlapor masih dalam tahap penyelidikan dan detail perkara belum dapat disampaikan.
  • Seluruh dugaan masih harus dibuktikan melalui proses hukum dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Headline.co.id, Sleman ~ Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi sorotan setelah seorang santriwati berinisial FN melaporkan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi sebanyak dua kali. Peristiwa tersebut diduga berlangsung pada akhir Desember 2025 dan Januari 2026 dengan terlapor seorang pengasuh pesantren berinisial NH alias Gus Nurul. FN kini disebut telah memasuki usia kehamilan sekitar delapan bulan, sementara laporan perkara telah diterima Polresta Sleman pada 7 September 2026 dan masih dalam proses pendalaman.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka
    • 1.2. Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM
  • 2. Dugaan Peristiwa Disebut Terjadi Dua Kali
  • 3. Relasi Kuasa di Lingkungan Pesantren Jadi Sorotan
  • 4. Kuasa Hukum Soroti Kondisi Kehamilan Korban
  • 5. Informasi Dugaan Pengakuan Diminta Diklarifikasi
  • 6. Polisi Benarkan Laporan Masuk
  • 7. Kuasa Hukum Desak Pemeriksaan Terlapor dan Saksi

Laporan FN tercatat dengan nomor STTLP/B/657/IX/2026/SPKT/POLRESTA SLEMAN/POLDA D.I. YOGYAKARTA.

You might also like

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

6 November 2026

Kuasa hukum FN, Gusti Rian Saputra, S.H., M.H., menyebut laporan tersebut menjadi langkah hukum untuk meminta perlindungan sekaligus kepastian penanganan perkara dari aparat kepolisian.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Ia menilai kondisi korban yang kini menjalani kehamilan delapan bulan membuat proses hukum tidak seharusnya berjalan tanpa kepastian.

“Korban saat ini sudah hamil delapan bulan. Ini bukan perkara yang bisa dibiarkan berlarut-larut. Ada seorang perempuan yang sampai hari ini harus menjalani kehamilan yang menurut keterangannya merupakan konsekuensi dari dugaan kekerasan seksual yang telah dilaporkannya,” ujar Gusti Rian.

“Karena itu, kami mendesak Polres Sleman untuk segera melakukan langkah hukum secara konkret dan terukur. Jangan sampai korban sudah menghadapi dampak yang begitu berat, tetapi proses hukumnya justru berjalan tanpa kepastian,” lanjutnya.

Dugaan Peristiwa Disebut Terjadi Dua Kali

Berdasarkan keterangan korban yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, dugaan tindak pidana tersebut disebut terjadi sebanyak dua kali.

Peristiwa pertama dikatakan berlangsung pada akhir Desember 2025, sedangkan kejadian berikutnya disebut terjadi pada Januari 2026 di lingkungan Pondok Pesantren Ash-Sholihah Jonggrangan, Sleman.

Gusti Rian menyampaikan bahwa perkara tersebut, berdasarkan keterangan korban, tidak hanya berkaitan dengan terjadinya hubungan seksual. Ia menyebut terdapat dugaan rangkaian pemaksaan dan kekerasan yang perlu diperiksa secara menyeluruh oleh penyidik.

Rangkaian yang disampaikan korban antara lain berupa dugaan penguncian pintu, penghalangan korban untuk melarikan diri, penarikan tangan, pencekikan, penutupan mulut hingga pendorongan ke tempat tidur.

Hubungan seksual kemudian disebut terjadi tanpa persetujuan korban.

“Kalau rangkaian peristiwa sebagaimana diterangkan korban tersebut benar, maka konstruksi perkaranya harus dilihat secara utuh. Ini bukan semata-mata persoalan apakah pernah terjadi hubungan seksual, tetapi bagaimana hubungan seksual itu terjadi,” kata Gusti.

Menurut dia, penyidik harus menggali apakah hubungan tersebut berlangsung berdasarkan persetujuan yang diberikan secara bebas atau justru terjadi dalam kondisi adanya kekerasan, tekanan maupun ketidakberdayaan korban.

“Apakah ada persetujuan yang bebas, atau justru ada kekerasan, ancaman, tekanan dan ketidakberdayaan korban?” ujarnya.

Seluruh keterangan tersebut masih berupa dugaan yang disampaikan pihak korban dan harus diuji melalui proses hukum.

Relasi Kuasa di Lingkungan Pesantren Jadi Sorotan

Selain dugaan kekerasan fisik, Gusti Rian meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya relasi kuasa antara terlapor dan korban.

Ia menyebut posisi terlapor sebagai figur yang memiliki otoritas dalam lingkungan pesantren dapat menjadi salah satu aspek yang relevan untuk diperiksa dalam konstruksi perkara.

“Hukum tidak boleh berhenti pada pertanyaan apakah korban berada di dalam satu ruangan dengan terlapor atau apakah pernah terjadi hubungan seksual,” kata Gusti.

Menurutnya, aspek utama yang harus diperiksa ialah apakah korban memberikan persetujuan secara bebas dan sadar.

“Hukum harus menjawab pertanyaan yang lebih substantif: apakah korban memberikan persetujuan secara bebas dan sadar? Jika tidak, apa yang menyebabkan korban tidak mampu menolak atau melarikan diri? Di situlah penyidik harus bekerja,” ujarnya.

Gusti juga meminta agar keterlambatan korban dalam mengungkap peristiwa tidak langsung digunakan untuk meragukan ataupun mendiskreditkan keterangannya.

Ia menilai rasa takut, tekanan psikologis, ancaman, rasa malu maupun posisi korban dalam lingkungan pesantren merupakan faktor yang perlu diperiksa lebih lanjut.

“Jangan membalik keadaan dengan menyalahkan korban karena terlambat bercerita. Kita harus bertanya mengapa korban diam,” katanya.

“Apakah karena tidak terjadi apa-apa, atau justru karena korban berada dalam ketakutan dan tekanan? Itu yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan dijadikan asumsi untuk menyudutkan korban,” sambungnya.

Kuasa Hukum Soroti Kondisi Kehamilan Korban

Kondisi FN yang saat ini disebut hamil delapan bulan menjadi salah satu alasan kuasa hukum mendesak agar penanganan perkara segera dilakukan secara konkret.

Menurut Gusti, penyidik perlu menyusun seluruh rangkaian peristiwa sejak dugaan kejadian pertama dan kedua hingga kondisi korban setelah mengetahui dirinya hamil.

Ia juga menyampaikan adanya dugaan bahwa setelah korban mengetahui kehamilannya, NH disebut menyarankan korban mengonsumsi nanas dan jamu agar menstruasi datang lebih cepat.

Terlapor juga disebut meminta kandungan tersebut digugurkan agar keluarga korban tidak mengetahui peristiwa yang terjadi.

Informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak korban dan perlu dibuktikan oleh penyidik.

“Perkara ini memiliki rangkaian peristiwa yang panjang dan dampaknya nyata. Korban sekarang berada pada usia kehamilan delapan bulan,” ujar Gusti.

“Karena itu, kami meminta penyidik tidak melihat perkara ini secara parsial, tetapi membangun konstruksi peristiwa secara utuh sejak kejadian pertama, kejadian kedua, adanya dugaan ancaman, sampai dengan kondisi korban setelah mengetahui dirinya hamil,” lanjutnya.

Informasi Dugaan Pengakuan Diminta Diklarifikasi

Kuasa hukum juga menyebut adanya informasi yang disebut berasal dari pihak pesantren terkait dugaan pengakuan NH mengenai terjadinya hubungan seksual dalam keadaan paksaan.

Gusti meminta informasi tersebut tidak langsung dianggap sebagai fakta, tetapi diperiksa dan dikonfrontasikan dengan bukti serta keterangan pihak lain.

“Kalau benar ada pengakuan dari terlapor bahwa hubungan seksual tersebut terjadi secara paksa, maka itu bukan informasi yang boleh diabaikan,” katanya.

“Kami meminta penyidik memanggil, memeriksa, dan mengonfrontasikan seluruh informasi tersebut dengan alat bukti lainnya. Kami tidak meminta polisi mempercayai satu pihak secara membabi buta. Kami meminta polisi menguji seluruh fakta secara objektif,” lanjut Gusti.

Polisi Benarkan Laporan Masuk

Polresta Sleman telah membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan seksual tersebut.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan laporan diterima pada 7 September 2026.

“Benar, ada laporan yang masuk ke Polresta Sleman terkait dugaan kekerasan seksual pada 7 September 2026,” kata Iptu Argo Anggoro saat dikonfirmasi Headline.co.id.

Menurut Argo, kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut dan status terlapor masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini masih dalam proses pendalaman dan terlapor masih dalam lidik,” ujarnya.

Polisi juga belum membuka rincian mengenai materi pemeriksaan maupun perkembangan penanganan perkara.

“Untuk detail perkara belum bisa kami sampaikan,” kata Argo.

Kuasa Hukum Desak Pemeriksaan Terlapor dan Saksi

Gusti Rian berharap setelah laporan diterima, penyidik segera memeriksa seluruh pihak yang mengetahui rangkaian perkara tersebut.

Ia meminta kepolisian memeriksa korban, terlapor dan saksi-saksi serta mengamankan alat bukti yang dinilai relevan.

“Kami mendesak Polres Sleman segera memeriksa Nurul Huda alias Gus Nurul. Apabila dari hasil pemeriksaan telah terdapat bukti permulaan yang cukup dan terpenuhi ketentuan hukum untuk menetapkannya sebagai tersangka, maka kami meminta penyidik segera menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan mengambil tindakan penangkapan apabila syarat hukumnya terpenuhi,” tegas Gusti.

Ia menekankan bahwa pihaknya tetap menghormati kewenangan penyidik sekaligus asas praduga tak bersalah.

Menurut Gusti, asas tersebut tidak menghilangkan kewajiban aparat untuk menguji laporan yang telah diterima melalui mekanisme hukum.

“Praduga tak bersalah bukan berarti penyidik boleh tidak bertindak. Seseorang memang tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” katanya.

“Tetapi ketika ada laporan pidana, tugas penyidik adalah segera mencari dan menguji kebenaran materiil melalui mekanisme hukum. Kalau alat bukti sudah cukup, maka proses hukum harus bergerak ke tahap berikutnya,” lanjutnya.

Hingga saat ini, laporan FN masih berada dalam proses pendalaman Polresta Sleman. Belum ada keterangan resmi mengenai penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Seluruh dugaan yang disampaikan pihak korban masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan, sedangkan terlapor tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita SlemanPolresta SlemanPondok Pesantren Ash-Sholihah

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

by Hendrawan
7 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Satreskrim Polresta Yogyakarta telah mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam saat kericuhan aksi unjuk rasa...

Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) meningkatkan penanganan hukum terhadap sejumlah dugaan tindak pidana yang terjadi dalam...

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Pelaku Ditangkap Polisi

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian Sektor (Polsek) Banguntapan, Polres Bantul, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor Honda Scoopy...

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Sebuah mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI diduga menjadi sasaran pelemparan oleh pengendara sepeda motor saat...

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

by Hendrawan
5 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban pelecehan seksual...

Razia Miras di Bantul, Polisi Temukan Puluhan Galon Fermentasi Nanas dan Alat Produksi

Polisi Temukan 20 Galon Fermentasi Nanas di Kasihan Bantul, Dugaan Produksi Miras Ilegal Diselidiki

by Hendrawan
3 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian menyelidiki dugaan aktivitas produksi minuman keras (miras) ilegal setelah menemukan 20 galon berisi cairan fermentasi nanas...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

4 June 2026
Pieter Huistra, Jalani Kompetisi Bertahap, Laga demi Laga

Pieter Huistra Fokus Laga demi Laga Bersama PSS Sleman

6 October 2026
Syarat Pendaftaran Merek

Mau daftar Merek? Ini Syarat, ketentuan hingga Kesalahan yang kamu wajib tau

25 April 2025

Update Perkembangan Kasus Positif Corona WNI di Luar Negeri Kamis 30 April 2020: Menjadi 215 Sembuh, 32 Meninggal

30 April 2020

JPPI Ungkap Program Makan Siang Gratis Diduga Bermotif Pencitraan Politik

7 August 2024
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

5 July 2026
: Personel Polri saat apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya/ (Dok. Divhumas Polri)

Polri Siapkan Pengamanan Berlapis FIFA ASEAN Cup 2026

23 September 2026

Artikel Terbaru

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Dukung Perjuangan Persib Lawan Java United Lewat Nobar Biru

Nobar Biru PERSIB Digelar Jelang Lawan Java United

7 November 2026
Siaran Pers: Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi melalui “Nusantara Luxury Exchange”

Kemenpar Bidik Wisatawan Affluent Lewat Nusantara Luxury Exchange

7 November 2026
Gorontalo Siapkan Arah Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

Gorontalo Susun Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

7 November 2026
BGN Tidak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Biaya Operasional Dibatasi Rp3.000 per Penerima Manfaat

BGN Tak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Pagu Rp3.000

7 November 2026
PSS Siap Hadapi Bhayangkara FC

PSS Sleman Siap Hadapi Bhayangkara FC di Maguwoharjo

7 November 2026
Dua Remaja Kecelakaan N-Max di Jalan Padjajaran Sleman, Satu Korban Patah Kaki

N-Max Diduga Lawan Arus hingga Tabrak Pembatas Jalan di Sleman, Polisi Selidiki Potensi Tilang

7 November 2026

Popular Story

25.158 KK Telah Mendaftar Perlinsos di Koto Tangah, Warga Diimbau Segera Memanfaatkan Perpanjangan Waktu
Nasional

Pendaftaran Perlinsos Koto Tangah Capai 25.158 KK

by Aditya
2 November 2026
0

Headline.co.id, Padang ~ Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mencatat 25.158 kepala keluarga...

Read moreDetails

287.300 NIK Penerima Manfaat Zakat Masuk Simzat

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

Teknologi Digital Budidaya Kerapu Lamongan Hemat Pakan 20 Persen

Persib Menang di Australia, Menalo: Kami Kejutkan Mereka

Jaringan Telekomunikasi Jadi Kunci Percepatan AI di Indonesia

BKN Dorong Banggai Kepulauan Perkuat Layanan dan Potensi Ekonomi

Kebakaran TPA Degayu Ditangani dengan Alat Injeksi Khusus

KPK Perkuat APIP untuk Cegah Korupsi dari Perencanaan

Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Jadi Acuan Kemenhub

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.