Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan Indonesia Solar Award 2026 dalam kategori Educational Institutions/Universities Solar Award. Penghargaan ini diberikan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dengan predikat Leading University in Supporting Solar Energy Development. Acara penghargaan tersebut berlangsung dalam rangkaian Indonesia Solar Summit 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Bali pada Selasa (14/7). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) H.E. Bahlil Lahadalia menyerahkan penghargaan tersebut, didampingi oleh Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa, dan diterima oleh Dr. Ir. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng., dari Fakultas Teknik UGM.
Dr. I Wayan Mustika menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen UGM dalam pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang energi surya. “Penghargaan ini menjadi validasi bahwa arah pengembangan UGM menuju kampus yang berkelanjutan sudah berada pada jalur yang tepat,” ujar Wayan pada Senin (20/7). Penilaian penghargaan ini meliputi integrasi energi surya dalam pembelajaran, riset, laboratorium, dan praktik pengelolaan kampus, serta pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang energi terbarukan.
UGM telah mengintegrasikan pembelajaran energi surya dalam kurikulum sarjana dan magister. Dalam bidang penelitian, UGM aktif menghasilkan publikasi ilmiah internasional terkait teknologi fotovoltaik dan sistem energi surya. “UGM juga memiliki fasilitas laboratorium dan living laboratory seperti Engineering Research and Innovation Center (ERIC) dan Paviliun CLT Nusantara,” tambah Wayan. Selain itu, UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat berbasis PLTS di berbagai sektor dan menjalin kolaborasi dengan mitra nasional maupun internasional.
Tim penyusun dokumen penghargaan melibatkan dosen dan tenaga kependidikan dari Fakultas Teknik serta kelompok riset energi terbarukan. Keberhasilan ini didukung oleh pimpinan universitas, fakultas, laboratorium, mahasiswa, dan mitra eksternal. Namun, tantangan masih ada, seperti implementasi energi terbarukan yang belum terintegrasi sepenuhnya di UGM. “Implementasi energi terbarukan di UGM belum bisa berjalan cepat karena investor belum menemukan formula yang saling menguntungkan,” jelas Wayan.
Ke depan, UGM berencana meningkatkan kontribusi energi terbarukan dan menargetkan pengakuan internasional. Wayan berharap penghargaan ini memotivasi perguruan tinggi lain untuk membangun ekosistem energi surya di Indonesia. “Transisi energi merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat,” katanya. UGM berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui integrasi pendidikan, penelitian, inovasi, dan implementasi energi surya.
Wayan juga menyampaikan apresiasi kepada IESR atas penghargaan ini, yang menjadi penyemangat bagi UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan energi surya dan mendukung transisi energi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.



















