Headline.co.id, Demak ~ Pemerintah Kabupaten Demak mendorong pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu untuk menghadapi abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, dan degradasi mangrove. Upaya tersebut dibahas melalui rapat pengelolaan wilayah pesisir dan pembaruan dokumen State of the Coast (SoC) di Ruang Pertemuan Hotel Amantis, Senin (21/9/2026). Kegiatan itu melibatkan Bapperida Kabupaten Demak, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, serta Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB). Pembahasan dilakukan karena persoalan pesisir berdampak pada pertanian, infrastruktur publik, kelautan, perikanan, dan aksesibilitas.
Rapat tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, akademisi, dan komunitas pecinta lingkungan. Akademisi Universitas Diponegoro (Undip), Wiwandari Handayani, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dibuka Kepala Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Demak, Purwanto.
Dampak Persoalan Pesisir Demak
Purwanto menyampaikan, persoalan wilayah pesisir saat ini semakin kompleks dan saling berkaitan. Berbagai masalah tersebut, menurut dia, telah menimbulkan dampak terhadap sejumlah sektor.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pada sektor pertanian, kerugian diperkirakan mencapai Rp33,7 miliar per musim panen. Selain itu, sekitar 1.594,5 hektare lahan sawah dilaporkan tergenang secara permanen.
Dampak juga terjadi pada infrastruktur publik. Sebanyak 32 kantor desa terdampak genangan. Sementara di sektor kelautan dan perikanan, kerugian diperkirakan mencapai Rp1,07 triliun per tahun, dengan sekitar 6.745,5 hektare tambak budidaya mengalami kerusakan.
Di sektor aksesibilitas, kerusakan jalan mencapai 13,4 kilometer. Sebagian besar kerusakan tersebut berdampak pada akses jalan desa.
Purwanto menilai, penanganan persoalan pesisir selama ini masih cenderung dilakukan secara parsial dan reaktif. Kompleksitas masalah tersebut tidak dapat ditangani oleh satu sektor atau satu institusi secara mandiri.
“Pesisir Demak harus dipandang sebagai satu sistem, bukan sebagai kumpulan persoalan sektoral. Sehingga, dalam mengatasi masalah yang ada harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Purwanto.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Menurut Purwanto, pengelolaan wilayah pesisir terpadu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kolaborasi antarpihak diperlukan agar masyarakat terlindungi dari berbagai dampak persoalan pesisir sekaligus tetap memiliki kehidupan yang sejahtera.
Kerja sama dalam kegiatan tersebut juga mencakup pembaruan dokumen State of the Coast (SoC). Dokumen itu dibahas dalam rapat yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas pecinta lingkungan.
Wiwandari Handayani menyampaikan, Kabupaten Demak merupakan salah satu kawasan pesisir yang rentan terhadap berbagai dampak perubahan lingkungan. Wilayah yang disebut meliputi Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.
Kerentanan tersebut, menurut Wiwandari, menjadikan Demak sebagai salah satu wilayah yang dapat menjadi referensi dalam penerapan solusi berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NbS). Salah satu pendekatan yang disebut ialah inisiatif Building with Nature (BwN).
Pendekatan Hulu hingga Hilir
Sejumlah persoalan yang dihadapi wilayah pesisir Demak meliputi banjir pasang atau rob, kemunduran garis pantai, penurunan muka tanah, serta degradasi hutan mangrove.
Untuk menghadapinya, diperlukan pendekatan sistematis dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir. Di wilayah hulu, upaya diarahkan pada perlindungan daerah tangkapan air.
Di wilayah tengah, fokus penanganan mencakup pengelolaan aliran air dan penataan ruang. Adapun di wilayah hilir, upaya diarahkan pada perlindungan ekosistem pesisir serta permukiman masyarakat.
Pembagian pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan wilayah pesisir Demak secara terpadu. Langkah itu diharapkan dapat menyatukan penanganan berbagai persoalan yang selama ini berdampak lintas sektor.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















