Headline.co.id, Kepulauan Seribu ~ Satpolairud Polres Kepulauan Seribu mengingatkan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Anak Krakatau saat patroli perairan di wilayah Kepulauan Seribu, Minggu (13/9/2026). Imbauan itu disampaikan untuk mencegah nelayan mendekati wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Polisi meminta nelayan memperhatikan kondisi perairan dan cuaca serta mengikuti informasi resmi sebelum melaut.
Dalam patroli tersebut, personel Satpolairud Polres Kepulauan Seribu menyambangi nelayan dan menyampaikan pesan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain membahas aktivitas Gunung Anak Krakatau, polisi mengingatkan pentingnya kesiapan keselamatan selama nelayan beraktivitas di laut.
Nelayan Diminta Tidak Mendekati Wilayah Berbahaya
Para nelayan diminta tidak mendekati wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka juga diimbau untuk terus mengikuti informasi dan peringatan resmi dari pihak berwenang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Seribu Iptu Putut Suryo Pebriantoro, S.H., mengatakan keselamatan nelayan harus menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menjauhi wilayah yang berpotensi membahayakan. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca maupun situasi perairan tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan dan ikuti informasi resmi dari pihak berwenang,” ujar Putut.
Polisi juga meminta nelayan memperhatikan kondisi perairan dan cuaca sebelum memutuskan untuk melaut. Pemantauan terhadap cuaca dan gelombang perlu dilakukan selama nelayan beraktivitas di perairan.
Perlengkapan Keselamatan Perlu Disiapkan
Selain memberikan peringatan terkait aktivitas vulkanik, personel Satpolairud mengedukasi nelayan mengenai perlengkapan keselamatan di laut. Nelayan diminta menggunakan jaket pelampung atau life jacket sebelum berlayar.
Nelayan juga diminta memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik. Perlengkapan keselamatan perlu dibawa dan disiapkan sebelum kapal meninggalkan perairan.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam kegiatan pelayaran. Polisi juga mengingatkan nelayan agar tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca maupun situasi perairan tidak memungkinkan.
Layanan Polisi 110 untuk Kondisi Darurat
Dalam kegiatan patroli dan sambang nelayan itu, Satpolairud Polres Kepulauan Seribu turut menyosialisasikan Layanan Polisi 110 kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Layanan tersebut gratis dan dapat dimanfaatkan untuk melaporkan kondisi darurat, gangguan kamtibmas, kecelakaan, bencana, maupun kejadian lain yang membutuhkan kehadiran polisi.
Putut meminta nelayan segera menghubungi Layanan Polisi 110 jika menemukan kondisi yang membahayakan atau mengalami keadaan darurat di wilayah perairan.
“Apabila nelayan menemukan kondisi yang membahayakan, mengalami keadaan darurat, atau melihat aktivitas mencurigakan di wilayah perairan, segera hubungi Layanan Polisi 110. Laporan masyarakat sangat membantu kami dalam memberikan respons dan pelayanan secara cepat,” kata Putut.
Patroli Perairan Berlangsung Aman
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Jaga Jakarta. Satpolairud Polres Kepulauan Seribu menyatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah perairan.
Patroli dan sambang nelayan berlangsung aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perairan Kepulauan Seribu terpantau aman, tertib, dan kondusif.


















