Headline.co.id, Manggarai ~ Ruteng, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak gempa bumi. Permintaan itu disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, saat audiensi di Posko Komando Tanggap Darurat, Sabtu (12/9/2026). BNPB mendorong pembangunan dimulai di lokasi rumah yang rusak parah atau roboh total agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian, meski pendataan teknis secara keseluruhan masih berlangsung.
Dalam audiensi tersebut, Budi bertemu Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu. Ia menegaskan, proses administratif tidak seharusnya menghambat penanganan fisik bagi warga yang rumahnya sudah dinyatakan mengalami kerusakan berat.
BNPB Dorong Pembangunan Huntap Segera Dimulai
Menurut Budi, pembangunan huntap dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi kerusakan rumah warga. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi waktu tinggal masyarakat di lokasi pengungsian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Membiarkan warga terlalu lama tinggal di tenda pengungsian sangat tidak manusiawi sehingga penanganan fisik harus segera direalisasikan,” jelas Budi.
BNPB akan bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait untuk mendampingi pelaksanaan pembangunan di lapangan. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pengerjaan huntap bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.
Waktu Pembangunan Huntap Ditargetkan Dipangkas
Pada tahap awal, pembangunan satu unit huntap ditargetkan membutuhkan waktu empat hingga lima hari. Setelah ketersediaan lahan dipastikan, waktu pengerjaan diharapkan dapat dipersingkat menjadi paling lambat tiga hari untuk setiap unit.
Percepatan itu tetap harus disertai kepastian lahan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Pemerintah Kabupaten Manggarai dan pihak penyedia juga diingatkan untuk memperhatikan ketentuan penganggaran serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Estimasi biaya pembangunan satu unit huntap disebut sekitar Rp30 juta. BNPB meminta penggunaan anggaran tetap mengikuti ketentuan yang berlaku agar pelaksanaan pembangunan berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain soal waktu dan anggaran, BNPB mengingatkan pentingnya memperhatikan material yang digunakan dalam pembangunan huntap. Pemanfaatan material lokal, termasuk kayu, harus mempertimbangkan kelayakan konstruksi dan kelestarian lingkungan di sekitar lokasi pembangunan.
Ketentuan tersebut diperlukan agar rumah yang dibangun aman dan layak dihuni oleh masyarakat terdampak gempa. Penggunaan material yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam proses pemulihan pascabencana.
Pemkab Manggarai Siap Menindaklanjuti Arahan BNPB
Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh petunjuk yang disampaikan BNPB. Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan proses pemulihan pascagempa terus dilakukan agar masyarakat terdampak dapat secepatnya menempati rumah yang aman dan layak.
Percepatan pembangunan huntap menjadi bagian dari upaya penanganan dampak gempa di Manggarai. Dengan dukungan BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait, pengerjaan diharapkan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis, anggaran, serta kelestarian lingkungan.


















