Headline.co.id, Manggarai ~ Pemerintah Kabupaten Manggarai mempercepat pemulihan pascagempa melalui perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian Kredit Pinjaman Daerah senilai Rp46 miliar Pemkab Manggarai dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Spring Hill, Ruteng, Selasa (22/9/2026). Perjanjian itu ditandatangani langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit untuk mendukung rehabilitasi daerah terdampak bencana serta menghidupkan kembali layanan publik dan kegiatan ekonomi yang terganggu.
Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai tidak hanya merusak sarana fisik, tetapi juga melumpuhkan akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan publik dan aktivitas ekonomi harian. Karena itu, pemulihan pascagempa Manggarai diarahkan tidak semata-mata pada rehabilitasi bangunan, melainkan juga pada pemulihan sektor-sektor yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
Pemulihan Pascagempa Manggarai Jadi Prioritas
Bupati Herybertus menegaskan, wilayah yang terdampak bencana harus memperoleh intervensi prioritas. Menurut dia, pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat dan progresif untuk mengimbangi masyarakat yang mulai menata kembali kehidupan dari puing-puing pascagempa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Masyarakat kita saat ini sudah mulai bergerak maju. Karena masyarakat bergerak, pemerintah tentu harus bergerak jauh lebih cepat. Keterbukaan warga dalam menyampaikan kendala riil di lapangan sangat membantu kami dalam memetakan prioritas, apa yang harus segera dikerjakan dan diperbaiki,” ujar Bupati dua periode tersebut.
Herybertus menyampaikan, percepatan pemulihan perlu dilakukan berdasarkan kendala nyata yang dihadapi warga di lapangan. Masukan masyarakat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk menentukan pekerjaan dan perbaikan yang harus segera dilaksanakan.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap normalisasi layanan perbankan. Kelumpuhan fasilitas keuangan dinilai menyulitkan masyarakat dalam mengakses uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjalankan kembali usaha.
Layanan Perbankan Diminta Segera Berjalan Normal
Bupati Manggarai meminta layanan perbankan tidak berhenti pada penyediaan operasional mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jajaran perbankan juga didorong segera mencari ruang sementara agar layanan transaksi finansial dapat kembali berjalan secara utuh.
“Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan tambahan hanya karena layanan perbankan belum berjalan normal. Jangan sampai warga melihat ada ATM, tapi saat butuh layanan lain tetap harus mencari ke tempat jauh. Layanan ini harus dibuka kembali secepat mungkin agar ekonomi kembali berputar,” tegas Herybertus.
Menurut Herybertus, layanan perbankan yang kembali normal dibutuhkan agar masyarakat tidak menghadapi hambatan tambahan di tengah proses pemulihan. Akses terhadap transaksi keuangan juga berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan harian dan perputaran usaha warga.
Bank NTT Soroti Karakter Proyek
Direktur Utama Bank BPD NTT Charlie Paulus mengatakan, pembiayaan pembangunan proyek daerah idealnya disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan proyek dalam menghasilkan pendapatan atau revenue center.
Charlie mencontohkan proyek strategis yang berdampak kepada publik, seperti pembangunan pasar daerah atau rumah sakit. Menurut dia, proyek-proyek tersebut memiliki potensi ekonomi untuk membiayai dirinya sendiri sehingga membutuhkan ruang tenor pinjaman yang proporsional.
“Dalam dunia perbankan, pembiayaan idealnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter proyek. Jika masa cicilan atau tenor hanya dipatok mengikuti sisa masa jabatan kepala daerah, ruang pembiayaan pemerintah daerah menjadi sangat terbatas. Tentu pendekatannya akan berbeda jika dibandingkan dengan proyek infrastruktur dasar seperti jalan raya yang tidak memberikan return langsung,” urai Charlie.
Ia menjelaskan, pendekatan pembiayaan tidak dapat disamakan untuk semua proyek. Proyek yang mampu menghasilkan pendapatan memiliki karakter berbeda dibandingkan infrastruktur dasar seperti jalan raya yang tidak memberikan pengembalian langsung.
Rehabilitasi Diharapkan Berjalan Simultan
Pemkab Manggarai optimistis injeksi dana melalui pinjaman daerah, yang diperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan, dapat mempercepat rehabilitasi secara simultan. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan infrastruktur sekaligus mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kolaborasi Pemkab Manggarai dan Bank NTT diharapkan memastikan fondasi ekonomi daerah kembali kokoh dan berdaya tahan setelah bencana. Percepatan pemulihan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons kebutuhan masyarakat yang mulai bergerak menata kembali kehidupan pascagempa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















