Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi instrumen untuk mengawal berbagai program pemerintah hingga tingkat desa. Penegasan itu disampaikan saat membuka Seminar Nasional KDKMP di Provinsi Lampung pada Jumat (4/9/2026) petang. Seminar tersebut digelar untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menghimpun saran mengenai pelaksanaan KDKMP yang menghadapi tantangan berbeda di setiap daerah. Menurut Yandri, pengawalan dilakukan melalui KDKMP agar program pemerintah tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi dapat menjangkau masyarakat desa.
Seminar Nasional KDKMP merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta 10 asosiasi desa. Forum itu mempertemukan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membahas program KDKMP serta membuka ruang partisipasi publik.
KDKMP dan Tantangan Pelaksanaan di Daerah
Yandri mengatakan setiap daerah memiliki kondisi dan tantangan masing-masing dalam pelaksanaan KDKMP. Karena itu, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan saran dan pendapat agar program tersebut dipahami secara tepat dan dapat dikawal bersama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami memberikan ruang kepada publik untuk memberikan saran dan pendapat karena kami menyakini jika KDKMP di setiap daerah miliki tantangan masing-masing,” kata Yandri.
Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun pemahaman yang sesuai mengenai KDKMP. Menurut dia, masukan dari publik penting karena pelaksanaan program di setiap wilayah dapat berlangsung dalam kondisi yang berbeda.
Yandri juga mengajak masyarakat bersabar dalam menunggu penyelesaian pembangunan sarana KDKMP. Ia menjelaskan, pembangunan KDKMP saat ini memasuki tahap finalisasi gudang dan gerai dengan jumlah lebih dari 35.000.
“Kami mengajak untuk mengawal program KDKMP untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.
Finalisasi Gudang dan Gerai KDKMP
Menurut Yandri, keberadaan KDKMP dapat digunakan untuk memastikan program pemerintah berjalan sampai ke tingkat masyarakat desa. Koperasi tersebut diposisikan sebagai bagian dari mekanisme pengawalan program, sehingga pelaksanaan kebijakan tidak hanya berpusat pada tingkat pemerintahan pusat.
“KDKMP menjadi alat yang terukur untuk memastikan semua program Pemerintah bisa kita kawal hingga level desa,” kata Yandri.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika proses finalisasi gudang dan gerai KDKMP masih berlangsung. Yandri meminta masyarakat bersama-sama mengawal proses tersebut hingga dapat diselesaikan.
Pengawalan program melalui KDKMP juga dikaitkan dengan agenda pembangunan dari desa dan dari bawah. Pemerintah menempatkan langkah itu sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan sebagaimana tujuan Asta Cita ke-6.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, PT Agrinas Pangan Nusantara, dan perguruan tinggi. Kehadiran berbagai unsur itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai KDKMP dan pelaksanaannya di tingkat desa.
Program Pendukung Pembangunan Desa
Selain membahas KDKMP, Yandri mengajak pemerintah daerah dan masyarakat berkolaborasi melalui program lain yang dijalankan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Salah satunya adalah Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (Sehati).
Program Sehati berkolaborasi dengan Bank Dunia dan disebut akan memberikan bantuan hingga Rp2,5 miliar per desa. Yandri menyampaikan program tersebut sebagai salah satu bentuk kerja sama yang dapat mendukung pembangunan serta ketahanan pangan di desa.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui Festival Duta Desa Gen Z. Program itu diluncurkan di Kabupaten Serang, Banten, pada akhir Agustus 2026 dengan tagline “Tajir Melintir dari Desa”.
Festival tersebut diarahkan untuk mendorong generasi muda melihat desa sebagai ruang mengembangkan potensi dan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya melibatkan pemerintah dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi partisipasi generasi muda.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dan secara resmi menutup Seminar Nasional KDKMP. Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto, Menteri Koperasi Ferry J Juliantono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, serta pimpinan 10 asosiasi desa.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















