Headline.co.id, Yogyakarta ~ Polisi mengungkap keberadaan sebuah safe house di Cilacap yang diduga menjadi tempat berkumpul sejumlah anggota geng motor, termasuk pelaku pembunuhan remaja berinisial AA (18) di kawasan SMAN 3 Yogyakarta, Kotabaru. Tiga pelaku kasus pembacokan tersebut berhasil ditangkap di lokasi itu pada Rabu (20/5/2026) dini hari. Selain terkait kasus pembunuhan AA, rumah tersebut juga disebut pernah digunakan kelompok lain yang terlibat pengeroyokan terhadap pelajar asal Bantul, Ilham Dwi Saputra (16), hingga meninggal dunia. Polisi masih memburu tiga pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Riski Adrian mengatakan safe house tersebut sebelumnya juga berkaitan dengan kasus pengeroyokan pelajar di Pandak, Bantul.
“Iya (sama dengan tempat pembunuhan di Bantul). Tapi beda geng, tapi memang mereka punya ikatan kayak solidaritas tinggi banget,” ujar Adrian kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan itu turut dibenarkan Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto saat dikonfirmasi terkait penggunaan rumah tersebut oleh kelompok yang terlibat kasus tewasnya Ilham Dwi Saputra.
“Iya, betul,” kata Rita.
Menurut Adrian, rumah tersebut dimiliki seorang remaja yang tinggal sendiri karena kondisi keluarga yang tidak utuh. Situasi itu membuat banyak remaja bebas keluar masuk rumah tersebut tanpa pengawasan.
“Rumah itu ada yang punya, namun si pemilik rumah itu, ini, cerai. Maksudnya si anak itu sendirian di sana gitu, broken home lah gitu. Jadi bebas orang masuk-keluar situ,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan rumah tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga sekitar. Bahkan, masyarakat dan pengurus lingkungan disebut pernah mengingatkan kondisi tersebut kepada pihak keluarga pemilik rumah.
“Memang itu juga pas kita ketemuin RT/RW-nya, itu juga jadi permasalahan sebenarnya. Sudah menjadi apa ya, udah jadi penyakit masyarakat di situ. Masyarakat sudah sempat ingatin, namun orang tua dari pemilik rumah marah-marah dan sebagainya,” jelas Adrian.
Polisi juga menemukan banyak remaja berada di lokasi saat penggerebekan dilakukan. Meski demikian, tidak seluruhnya terlibat dalam kasus pembunuhan yang sedang ditangani Polresta Yogyakarta.
“Iya, benar. Karena waktu kita gerebek itu, itu banyak anak-anak. Banyak banget anak-anak, tapi memang hasil dari interogasi kan memang yang lain itu enggak terlibat gitu untuk kasus di kita. Tapi memang rata-rata kalau menurut keterangan dari Polsek sana itu rata-rata geng motor,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan tiga pelaku pembunuhan AA telah berhasil diamankan di wilayah Cilacap. Ketiganya terdiri dari satu pelajar dan dua orang dewasa.
“Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan semua dan seluruh masyarakat, untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Jatanras Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap. Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa,” ujar Pandia saat ditemui di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5/2026).
Pandia menjelaskan ketiga pelaku yang ditangkap memiliki peran sebagai eksekutor dalam aksi pembacokan tersebut. Sementara itu, tiga pelaku lain masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Jadi, tiga pelaku masih kita kejar. Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, karena negara kita adalah negara hukum. Segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita proses sesuai aturan yang ada tentunya,” tegasnya.
Kasus pembunuhan AA terjadi di sekitar Stadion Kridosono atau dekat SMAN 3 Yogyakarta, Kota Jogja. Korban meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan saksi sempat dikejar para pelaku sejak dari Jalan Magelang. Kedua pihak diketahui sama-sama berboncengan menggunakan sepeda motor.
“Saat sampai di depan pintu selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam,” kata Dani.
Usai kejadian, teman korban berusaha membawa AA menuju rumah sakit. Namun korban terjatuh di kawasan Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru.
“Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulance milik gereja,” pungkasnya.























