Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menekankan pentingnya penguatan keluarga dan investasi dalam program keluarga berencana (KB) sebagai langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa tugas utama Kemendukbangga adalah menggerakkan masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan dan merencanakan kehamilan secara sehat melalui pendekatan promotif dan preventif.
Isyana Bagoes Oka menjelaskan, “Kami berfokus pada kolaborasi dengan Tim Pendamping Keluarga, kader Posyandu, kader kesehatan, dan kader PKK yang selama ini telah bekerja bersama di tingkat masyarakat.” Program-program ini mencakup edukasi kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, serta penyediaan layanan komunikasi, informasi, edukasi (KIE), kontrasepsi, dan pendampingan bagi ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan pasangan usia subur.
Dukungan anggaran menjadi faktor penting agar intervensi tersebut dapat diperluas, menurut Isyana. Selain itu, Kemendukbangga juga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui distribusi bagi kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi ibu dan anak. Di bidang pengasuhan, kementerian terus mendorong implementasi delapan fungsi keluarga, termasuk meningkatkan keterlibatan ayah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Isyana juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan keluarga, termasuk pelaksanaan perkawinan massal di Kabupaten Merauke yang diikuti dengan pencatatan kependudukan dan penguatan pola pengasuhan keluarga. Menutup sambutannya, Isyana Bagoes Oka menegaskan komitmen Kemendukbangga untuk terus berkolaborasi dalam implementasi Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.















