oleh

Terdakwa Pemeran Video Porno di Garut Divonis 2 Tahun 9 Bulan Penjara Serta Denda 1M

-Hukum-39 views

Headline.co.id (Garut) ~ Dua tedakwa pemeran kasus pembuatan dan penyebaran video pornografi divonis dua tahun Sembilan bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat.

baca juga: Brimob Polda DIY Kembali Laksanakan Giat Penyemprotan Disinfektan di Sejumlah Titik di DIY

Saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (26/3), Ketua Majelis Hakim Hasanuddin mengatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah melanggar Pasal 4 ayat 1 Undang-undang Pornografi.

Sidang terhadap terdakwa berinisial We dan AD dilakukan secara terpisah, sementara terdakwa pemeran perempuan belum dilakukan siding putusan.

Dalam sidang terbuka tersebut, majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada kedua terdakwa We dan AD dengan hukuman kurungan selama dua tahun Sembilan bulan dan senda Rp1 miliar subsider tiga bulan.

baca juga: Sultan HB X Imbau Warga yang ‘Mudik’ Dini ke DIY Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

“Jika tak sanggup membayar denda maka diganti kurungan tiga bulan penjara,” katanya.

Kedua terdakwa tersebut selanjutnya melakukan konsultasi dengan kuasa hukumnya kemudian menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sementara jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan dalam persidangan itu masih mempertimbangkan hasil putusan hakim tersebut.

Sebelumnya JPU menuntut kepada kedua terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan, namun akhirnya hakim memutuskan lebih ringan dari tuntutan JPU.

baca juga: Wabah Covid 19 Melanda, Penonton Film Porno Meningkat

Kasus video pornografi itu ramai setelah menyebar di media sosial dengan pemeran satu wanita dengan empat pria. Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap pemeran perempuan dan mantan suaminya yang akhirnya meninggal karena sakit saat proses penyidikan.

Selanjutnya polisi menangkap dua orang pemeran laki-laki di Garut dan Bandung, sedangkan satu pemeran lagi yang menggunakan topeng dalam video tersebut belum berhasil ditangkap polisi.

baca juga: Meragukan Keabsahan Grondkaart, Dosen Universitas Garut Tuai Kritik

Komentar

News Feed