Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya penerapan hukum internasional dan prinsip multilateralisme secara adil dan konsisten dalam penyelesaian konflik Palestina, terutama di Gaza. “Indonesia menilai situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten,” ujar Sugiono pada Rabu (27/5/2026).
Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara (Two State Solution) berdasarkan hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. Sugiono juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB yang dinilai sebagai ancaman terhadap prinsip multilateralisme. Ia menekankan perlunya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian serta penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), guna memastikan jalur pelayaran strategis dunia tidak menjadi arena konflik.
Selain isu Palestina, Sugiono juga menyinggung ancaman keamanan global baru, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan senjata otonom yang dinilai mengubah karakter konflik modern. Indonesia juga kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar lebih representatif, transparan, dan mampu mencerminkan suara negara-negara berkembang. “Dunia tidak memerlukan hierarki baru, melainkan pembaharuan komitmen untuk kembali pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani seluruh negara secara setara,” tambah Sugiono.
Di sela agenda Dewan Keamanan PBB, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri China dan Argentina untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan geopolitik terkini. Ia turut mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri Pakistan, Bahrain, Kirgistan, dan Kuba.




















