Headline.co.id, Jakarta ~ 2 Juli 2026 – Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menekankan pentingnya ASEAN untuk menjaga ekosistem digital yang terbuka, aman, dan inklusif di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan 2026 ADGSOM-ATRC Joint Working Group di Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Ismail menyoroti bahwa perubahan geopolitik dan tantangan kedaulatan digital menuntut ASEAN untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama regional.
Ismail menegaskan bahwa kolaborasi regional adalah kunci untuk memastikan transformasi digital dapat mendorong stabilitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN. “Dengan bekerja sama, ASEAN dapat terus memastikan bahwa transformasi digital menjadi pendorong stabilitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan bagi kawasan ASEAN dengan tetap melindungi kepentingan bersama di dunia yang semakin saling terhubung,” ujarnya.
Implementasi ASEAN Digital Master Plan 2030
Ismail juga menyoroti pentingnya implementasi tahun pertama ASEAN Digital Master Plan 2030 (ADM 2030) sebagai tonggak penting bagi kerja sama digital ASEAN selama lima tahun mendatang. Dokumen ini dianggap sebagai kerangka strategis yang dapat membantu ASEAN menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. “ADM 2030 ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja panduan untuk memastikan bahwa ASEAN tetap siap untuk menghadapi perkembangan teknologi baru dan merespons secara efektif lanskap digital yang berubah dengan cepat,” tambahnya.
Komitmen ASEAN dalam Transformasi Digital
Dalam menghadapi tantangan digital, Ismail menekankan komitmen ASEAN untuk mempertahankan sentralitas dan mendorong kerja sama konstruktif dengan mitra ASEAN. Hal ini dianggap penting untuk menjaga ekosistem digital yang inklusif dan aman, serta untuk memastikan bahwa transformasi digital dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di kawasan.
Dengan demikian, ASEAN diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga ekosistem digital yang terbuka dan inklusif, serta menghadapi tantangan global dengan strategi yang terkoordinasi dan efektif.


















