Sultan HB X Imbau Warga yang ‘Mudik’ Dini ke DIY Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

  • Whatsapp
Keterangan Pers Sultan HB X terkait penanganan Wabah Corona di DIY. (Foto: Headline.co.id)
Keterangan Pers Sultan HB X terkait penanganan Wabah Corona di DIY. (Foto: Headline.co.id/Humas Pemda DIY)

HeadLine.co.id, (Yogyakarta) – Melonjaknya angka penyebaran virus Corona di Indonesia membuat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak tinggal diam. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta seluruh masyarakat Yogyakarta yang sudah mudik lebih awal wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah masing-masing. Permintaan ini disampaikan Sultan setelah menggelar rapat bersama Forkompinda di Kompleks Kepatihan, Keraton Yogyakarta.

Baca juga: Hingga 26 Maret Virus Corona Menyebar di 27 Provinsi di Indonesia Berikut Daftarnya

Bacaan Lainnya

“Kami sepakat pada rapat tadi mengambil kebijakan bahwa pendatang dari luar Yogya yang masuk ke Yogya harus diisolasi minimal 14 hari dan isolasi itu akan dilakukan pemeriksaan kesehatannya apakah positif atau negatif terhadap Covid-19, karena tidak kita lakukan di jalan-jalan tapi tempat di mana dia domisili. Sehingga Lurah, Dukuh, Babinsa, Babinkamtibmas kami kerahkan untuk mendata semua,” ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/3/2020).

Menurut Sultan keputusan ini diambil dikarenakan beberapa hari ini masyarakat Yogyakarta yang tadinya mencari rezeki di luar kota kembali pulang ke Yogyakarta.

Baca juga: Update Terbaru Covid-19 di Indonesia Kamis 26 Maret 2020: Melonjak Menjadi 893 Kasus

Baliknya masyarakat perantauan tersebut memilik berbagai alasan diantaranya terdampak PHK, berdagang tak mendapatkan penghasilan lagi, dan bisa bekerja dari rumah.

“Itu semua adalah produk impor dalam arti tertular. Setelah dia keluar dari Yogya maupun pembawa bibit Covid-19 masuk ke Yogya sehingga hari ini terdata lebih dari 1.000 orang yang perlu kita pantau. Dalam waktu dua hari sudah sangat tinggi (kenaikan kasus) karena mayoritas pendatang yang kembali (ke Yogya) karena wilayah yang mereka tinggali dinyatakan (zona) merah. Tanpa saya menyebut wilayah itu,” ujar Sultan.

Baca juga: Polsek Tanjung Duren Amankan Pelaku Penyebar Hoax Security Pingsan karena Corona

Kendati demikian, Sultan menyatakan bahwa mereka yang pulang dari luar kota ini adalah warga DIY, memang di sinilah kampung halaman mereka.

“Tapi harapan saya yang saya sampaikan kepada Bupati/Walikota maupun perangkat maupun warga masyarakat pendatang yang datang ke Yogya punya kesadaran untuk mengisolasi diri begitu masuk di Yogya dan lakukan pemeriksaan dirinya negatif atau positif (Covid-19), sehingga tidak menular kepada orang lokal dan tetangga-tetangganya bagi mereka yang positif,” tutur Sultan.

Raja Yogyakarta ini pun berjanji akan menolong mereka yang baru datang untuk bisa memeriksakan diri di rumah sakit umum milik pemerintah maupun swasta yang telah ditunjuk sebagai tempat rujukan virus Corona.

Baca juga: Hampir Dinyatakan Sembuh, Dua Pasien Positif Corona di Surabaya Tunggu Hasil Check Up

“Punya kemampuan untuk melakukan pemeriksaan dengan harapan punya kesediaan untuk isolasi 14 hari,” ucapnya.

“Hal ini untuk memastikan diri kita sehat dan tidak terinfeksi virus (masa inkubasi 14 hari). Selain itu sbg langkah pencegahan penyebaran virus Corona.” imbuh Sultan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *