Dampak Corona, Jokowi Tangguhkan Cicilan Motor atau Mobil Selama 1 Tahun

  • Whatsapp
Presiden Jokowi saat melakukan Teleconfrence dengan para pejabat negara terkait penanganan wabah Corona.
Presiden Jokowi saat melakukan Teleconfrence dengan para pejabat negara terkait penanganan wabah Corona.

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Wabah virus Corona (Covid 19) telah menyebabkan berbagai gejala di masyarakat luas. Presiden Jokowi menyadari bahwa pandemi ini banyak berdampak pada pendapatan masyarakat luas.

Bahkan Jokowi mengaku selalu menerima keluhan dari para sopir taksi sampai tukang ojek yang mempunyai cicilan kredit motor dan mobil. Atas dasar itu, ia berjanji akan memberi kelonggaran untuk tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam melakukan pembayaran hutang kendaraan.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Wakil Ketua Komisi II DPR RI Kritik Rencana Tes Corona Masal Anggota DPR

“Tukang ojek dan sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” ujar Jokowi saat rapat dengan para gubernur melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3).

Tidak hanya para tukang ojek dan sopir taksi, rencananya pemerintah juga akan memberikan kelonggaran cicilan bagi para pengusaha kecil menengah.

Dengan ketentuan, para pengusaha yang melakukan kredit di bawah Rp 10 miliar akan diberi penangguhan cicilan selama 1 tahun dan juga penurunan bunga.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Jokowi Tidak Pilih Lockdown untuk Atasi Virus Corona

Jokowi mengaku sudah berbicara langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang rencana ini agar dapat direalisasikan.

“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usha kecil untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberi bantuan langsung kepada masyarakat yang ekonominya terdampak oleh pandemi Covid-19.

Baca juga: Awas! Nekat Kumpulkan Banyak Orang di Tengah Corona Bisa Didenda Atau Penjara 1 Tahun

Jokowi menjelaskan bahwa kebijakan menjaga jarak atau ‘physical distancing’ memang sangat efektif mencegah penyebaran virus corona.

Akan tetapi, banyak masyarakat kecil yang terdampak akibat kebijakan ini, khususnya buat mereka yang berpendapatan harian.

“Kalau ingin melakukan itu, hitung berapa orang yang jadi tidak bekerja, hitung berapa pedagang asongan, becak, supir yang tidak bekerja, dukungan kepada sektor-sektor itu yang harus diberikan, bantuan sosial kepada mereka harus diberikan,” tandas Jokowi.

Baca juga: Ditlantas Polda DIY Gandeng UGM Bangun Bilik Disinfektan

Sekali lagi, Jokowi menegaskan bahwa penanganan virus Corona bukan cuma tentang kesehatan dan keselamatan rakyat, tapi harus dipikirkan juga dampak sosial ekonomi yang mengikuti dibelakangnya.

Sementara itu, hingga Senin (23/03) kemarin kasus positif Corona di Indonesia mencapai angka 579 orang dengan presentasi 49 meninggal dan 30 lainnya sembuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *