Inilah Alasan Kenapa Jokowi Tidak Pilih Lockdown untuk Atasi Virus Corona

  • Whatsapp
Alasan Presiden Joko WIdodo tidak tetapkan kebijakan Lockdown di Indonesia
Presiden Joko Widodo

Headline.co.id (Jakarta) ~ Presiden Joko Widodo menyampaikan alasan kenapa ia tidak memilik lockdown seperti yang di lakukan negara-negara lain untuk mengatasi penyebaran COVID-19.

baca juga: UGM Berduka, Guru Besar UGM Meninggal Dunia Usai Terjangkit Virus Corona

“Kemudian kenapa ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan, perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan yang berbeda-beda, oleh itu kita tidak memilih jalan itu,” ungkap Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbatas dengan tema “Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19” yang dilakukan melalui konferensi video bersama dengan wakil presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan 34 gubernur se-Indonesia.

baca juga: Tok! Ujian Nasional SD, SMP, SMA Tahun Ini Ditiadakan Karena Pandemik Corona

Menurutnya, Ia telah melakukan kalkulasi dan analisa dengan matang terhadap negara-negara yang melakukan kebijakan lockdown. Namun untuk di Indonesia, Jokowi menilai kebijakan yang paling pas di Indonesia adalah menjaga jarak antar manusia.

“Kebijakannya seperti apa semua dari Kemenlu dari Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari. Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing menjaga jarak aman,” jelas dia.

Untuk itu, Presiden meminta semua pihak untuk disiplin dan menerapkan kebijakan yang telah di buat oleh pemerintah. Sebab dibutuhkan sebuah kedisplinan yang kuat, ketegasan yang kuat.

baca juga: Catat! Social Distancing Berganti Nama Menjadi Physical Distancing untuk Mencegah Penularan Covid 19

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih beli handphone dan belanja di pasar, kedisplinan untuk mengisolasi yang penting,” tutur Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan, kebijakan lockdown merupakan wewenang dari pemerintah Pusat. Kebijakan tersebut tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah.

baca juga: Petugas Medis Meninggal Terinfeksi Corona, Jokowi Sampaikan Dukacita yang Mendalam

Sementara itu, jumlah pasien positif corona di Indonesia berjumlah 579 orang per Senin 23 Maret 2020. 49 pasien diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 30 dinyatakan sembuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *