Headline.co.id, Jakarta ~ Imam Sudjarwo, Ketua Umum Forum Organisasi Penyiaran Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi. Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (3/5/2026) dalam suasana car free day.
Dalam sambutannya, Imam menegaskan bahwa kebebasan pers adalah komitmen global yang harus dijaga bersama, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Menurutnya, pers yang merdeka dan independen merupakan fondasi penting untuk memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat. “Kebebasan pers adalah pilar demokrasi. Ini bukan hanya komitmen nasional, tetapi juga komitmen global yang harus kita jaga bersama,” ujar Imam.
Imam menjelaskan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah, regulator, dan pelaku industri penyiaran dalam menghadirkan informasi yang akurat, aktual, dan terpercaya kepada masyarakat. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang solid, upaya menghadirkan ekosistem informasi yang sehat akan sulit tercapai. Oleh karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, Dewan Pers, serta lembaga penyiaran swasta yang turut berpartisipasi dalam peringatan tersebut.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dengan kebersamaan, kita harapkan cita-cita menghadirkan informasi yang sehat, aktual, dan terpercaya dapat terwujud dengan baik,” katanya. Imam juga menekankan bahwa tantangan industri media di era digital semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi dan disrupsi model bisnis media. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri pers nasional.
Selain itu, kegiatan yang digelar dalam suasana terbuka di ruang publik ini diharapkan dapat mendekatkan insan pers dengan masyarakat, sekaligus memperkuat peran media sebagai jembatan informasi pemerintah dan publik. Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab serta mendukung pembangunan demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan.



















