Headline.co.id, Jogja ~ Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat bioinformatika veteriner ASEAN melalui pelatihan analisis genomik Avian Influenza (AI) di Yogyakarta pada 26–30 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 31 peserta dari Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Myanmar, Malaysia, Thailand, Laos, serta Indonesia. Pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan laboratorium veteriner dalam memantau dan menganalisis penyakit hewan melalui teknologi genomik. Penguatan kapasitas ini diharapkan mendukung pengawasan penyakit, kesehatan unggas, dan keberlanjutan usaha peternakan di kawasan ASEAN.
Pelatihan bertajuk 2026 ASEAN Bioinformatics Training on Command Line Interface (CLI)-Based Analysis for Avian Influenza (AI) Genomic Surveillance itu menjadi wadah bagi Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam analisis data genomik virus.
Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi regional serta meningkatkan kapasitas bioinformatika veteriner di kawasan ASEAN.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saat ini, BBV Wates sedang berpartisipasi dalam program kerja sama laboratory twinning yang tengah berlangsung dengan Australian Centre for Disease Preparedness (ACDP), yang berfokus pada diagnostik Avian Influenza dan karakterisasi genom,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
BBV Wates Jadi Pusat Rujukan Bioinformatika Veteriner ASEAN
Hendra menjelaskan, Indonesia telah menyusun rencana kerja lima tahun atau five-year workplan sebagai tindak lanjut mandat Balai Besar Veteriner (BBV) Wates sebagai ASEAN Regional Reference Centre (ARC) for Veterinary Bioinformatics.
Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional dan memperluas program pelatihan bioinformatika secara bertahap ke seluruh negara anggota ASEAN. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan membangun kemandirian BBV Wates dalam menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bioinformatika regional secara berkelanjutan.
Kemandirian tersebut diharapkan memperkuat kerja sama antarlaboratorium veteriner di kawasan ASEAN. Laboratorium negara-negara anggota juga diharapkan dapat saling mendukung dalam pengembangan surveilans penyakit hewan.
Kepala BBV Wates Nur Saptahidhayat mengatakan, pengembangan kemampuan bioinformatika di lembaganya telah dilakukan sejak 2021. Mandat sebagai pusat rujukan regional melalui mekanisme ASEAN Sectoral Working Group on Livestock (SWGL) semakin memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan kapasitas bioinformatika veteriner.
“Mandat ini menempatkan BBV Wates sebagai pusat rujukan regional dalam memberikan dukungan teknis dan peningkatan kapasitas laboratorium veteriner,” katanya.
Pelatihan Tekankan Dasar Analisis Data Genomik
Sebanyak 31 peserta pelatihan berasal dari Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Laos. Peserta dari Indonesia berasal dari berbagai unit laboratorium veteriner, perguruan tinggi, serta sektor swasta.
Berbeda dari pelatihan tingkat lanjut yang pernah diselenggarakan sebelumnya, kegiatan di Yogyakarta kali ini menekankan penguasaan dasar-dasar bioinformatika. Materi yang diberikan mencakup penggunaan Command Line Interface (CLI), pengelolaan berkas dan direktori, serta pengoperasian berbagai perangkat lunak bioinformatika berbasis sumber terbuka.
Materi tersebut dirancang agar peserta memiliki landasan keterampilan untuk mengolah dan menganalisis data genomik secara lebih mandiri. Kemampuan dasar itu menjadi bagian penting dalam mendukung pemantauan penyakit hewan, termasuk Avian Influenza atau flu burung.
Salah satu peserta, Giorgio Gonella, Head of BAIA Unit di Institut Pasteur du Cambodge, menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam bidang bioinformatika. Ia menyampaikan bahwa teknologi dan metode analisis terus berkembang sehingga peningkatan kemampuan perlu dilakukan secara konsisten.
Indonesia Perluas Kerja Sama Teknis ASEAN
Pelatihan bioinformatika veteriner ASEAN tersebut difasilitasi oleh tim BBV Wates dengan dukungan tenaga ahli dari sejumlah unit kerja Kementan. Unit yang terlibat terdiri atas BPMSOH, BV Lampung, BPMSPH, BBVF Pusvetma, dan BV Medan.
Melalui kegiatan itu, Indonesia memperkuat kapasitas sumber daya manusia di dalam negeri sekaligus memperluas ruang berbagi pengetahuan dan kerja sama teknis antarnegara ASEAN.
Peningkatan kemampuan laboratorium menjadi salah satu fondasi untuk menjaga kesehatan hewan dan mendukung keberlanjutan peternakan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan perlindungan mata pencaharian para peternak di kawasan ASEAN.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.












![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-startup-aceh-harus-ubah-posisi-selat-malaka-jadi-peluang-pasar-global.jpg)


![[Siaran Pers] Pembudidaya Kerapu Lamongan Go Digital, Kemkomdigi Dukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk Swasembada Pangan](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-pembudidaya-kerapu-lamongan-go-digital-kemkomdigi-dukung-asta-cita-presiden-prabowo-untuk-swasemba.png)

