Headline.co.id, Lamongan ~ Headline.co.id, Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Digital
Selasa, 3 November 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam budidaya ikan kerapu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, untuk mendukung swasembada pangan. Penerapan Internet of Things (IoT) selama sekitar lima bulan tercatat menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, meningkatkan survival rate ikan sebesar 16 persen, dan mendorong produktivitas budidaya lebih dari 24 persen. Program tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam kegiatan Teknologi Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Lamongan, Selasa (3/11/2026). Teknologi digunakan dengan memantau kondisi air melalui perangkat dan aplikasi agar pengelolaan tambak menjadi lebih mudah dan efisien.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Digitalisasi budidaya kerapu Lamongan menjadi bagian dari upaya Kemkomdigi mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan IoT dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) diarahkan untuk membantu petambak meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing hasil perikanan Indonesia.
Meutya mengatakan, teknologi digital perlu dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak untuk memperkuat potensi produksi pangan. Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan pangan dalam Asta Cita.
“Kami hadir menjalankan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal konsisten menyampaikan salah satu Asta Cita terkait ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin memastikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak untuk meningkatkan produktivitas,” tegas Meutya.
IoT Pantau Oksigen, pH, dan Salinitas Air
Penerapan teknologi digital budidaya kerapu Lamongan dilakukan melalui sistem IoT yang memungkinkan pembudidaya memantau sejumlah indikator penting dalam tambak. Indikator yang dipantau meliputi kadar oksigen, pH, dan salinitas air.
Menurut Meutya, pemantauan tersebut membantu pembudidaya menjaga kondisi lingkungan budidaya. Kondisi air yang lebih terpantau juga mendukung pertumbuhan ikan dan membantu mengurangi tingkat kematian.
“Seperti di Kabupaten Lamongan hari ini, penerapan teknologi IoT pada tambak ikan kerapu memungkinkan pembudidaya memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air. Teknologi ini membantu menjaga kondisi lingkungan budidaya, mendukung pertumbuhan ikan, serta mengurangi tingkat kematian. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga pengelolaan tambak menjadi lebih mudah,” jelasnya.
Pemantauan melalui aplikasi membuat pengelolaan tambak dapat dilakukan dengan dukungan data dari perangkat yang digunakan. Kemkomdigi menyebut hasil penerapan selama sekitar lima bulan menunjukkan perkembangan positif pada efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup ikan, dan produktivitas budidaya.
Penggunaan teknologi tercatat mampu menghemat pakan hingga 20 persen. Pada saat yang sama, survival rate ikan meningkat sebesar 16 persen, sedangkan produktivitas budidaya naik lebih dari 24 persen.
Kemkomdigi Dorong Integrasi IoT dan AI
Kemkomdigi menyatakan pengembangan teknologi untuk sektor perikanan akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin optimal bagi petambak. Integrasi IoT dengan AI diharapkan dapat memperluas indikator budidaya yang dapat dipantau.
Dengan semakin banyak indikator yang tersedia, pengelolaan produksi diharapkan berlangsung lebih efisien. Meutya menyebut penggabungan teknologi AI dengan perangkat yang sudah digunakan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan dalam budidaya.
“Dengan artificial intelligence digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.
Dorongan terhadap pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya Kemkomdigi memperluas penggunaan konektivitas digital untuk kegiatan produktif. Sektor perikanan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan startup dan inovator teknologi lokal.
Startup dan inovator lokal terlibat dalam pengembangan perangkat serta aplikasi yang membantu petambak mengelola kegiatan budidaya secara lebih modern. Kemkomdigi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar petambak dapat menggunakan perangkat digital secara optimal.
Libatkan Startup Lokal untuk Ketahanan Pangan
Kemkomdigi menilai keterlibatan startup lokal tidak hanya mendukung penerapan teknologi digital budidaya kerapu Lamongan, tetapi juga membantu membangun ekosistem inovasi digital di daerah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam mendukung ketahanan pangan.
“Program ini melibatkan startup lokal dan menjadi upaya membangun ekosistem inovasi digital sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah,” tandas Meutya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
![[Siaran Pers] Pembudidaya Kerapu Lamongan Go Digital, Kemkomdigi Dukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk Swasembada Pangan](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-pembudidaya-kerapu-lamongan-go-digital-kemkomdigi-dukung-asta-cita-presiden-prabowo-untuk-swasemba.png)
![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Startup Aceh Harus Ubah Posisi Selat Malaka Jadi Peluang Pasar Global](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-startup-aceh-harus-ubah-posisi-selat-malaka-jadi-peluang-pasar-global.jpg)














