Tak Perlu Takut kolesterol, Ini Manfaat konsumsi Daging Susu dan Telur

Dedi Hariadi Ketua Perwakilan Wilayah Ikatan Sarjana Peternakan Kalbar pada dialog interaktif program Rotikab
Dedi Hariadi Ketua Perwakilan Wilayah Ikatan Sarjana Peternakan Kalbar pada dialog interaktif program Rotikab

Tak Perlu Takut kolesterol, Ini Manfaat konsumsi Daging Susu dan Telur ~ Headline.co.id (Kalimantan Barat). Sebagian kalangan merasa khawatir mengkonsumsi daging, mereka beranggapan kandungan kolesterolnya tinggi, benarkah demikian? “Tidak perlu khawatir, justru tubuh kita sangat membuthkan sumber protein yang berasal dari hewan, contohnya daging” demikian yang dijelaskan Dedi Hariadi, S.Pt, Ketua Perwakilan Wilayah Ikatan Sarjana Peternakan Kalbar, pada dialog interaktif program Rotikab (Obrolan Terkini Kesehatan Kalbar) Dinkes Prov Kalbar, Jumat, 11 Maret.

Baca juga: Apakah benar ibu menyusui tidak boleh minum obat? Ini penjelasan Dari Ahlinya

Read More

Lebih lanjut Dedi menerangkan, tubuh manusia membutuhkan nutrisi asam amino baik yang esensial maupun yang non esensial. Namun tubuh hanya memproduksi yang non esensial, sedangkan yang esensial didapat dari sumber protein hewani seperti daging, telur dan susu. “Oleh karenanya kalau konsumsi protein hewani kurang dampaknya bisa menurunkan imunitas tubuh, dan menghambat pertumbuhan serta regenerasi sel” terang PNS yang saat ini menjabat sebagai Kepala UPT Pelayanan Kesehatan Hewan dan Klinik Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalbar ini.

“Begitupula halnya dengan telur, masa Covid 19 seperti saat ini, menjadi cadangan makanan yang murah meriah, untuk membantu merecovery kebutuhan protein agar imunitas meningkat” papar Dedi.

Selain sebagai sumber protein, ketiga jenis bahan pangan ini, susu, telur dan daging, juga kaya akan unsur mineral baik makro maupun mikro. Seperti susu mengandung kalsium dan   zat besi, terang Dedi.

Baca juga: Cari Obat Diabetes? Sirih Merah Potensial Percepat Penyembuhan Luka Diabetik

Hanya saja konsumsi susu perkapita di Kalbar ini masih sangat rendah, begitupula pada level nasional. “Di Kalbar konsumsi susu perkapita pertahun hanya 0,05 liter, atau rata-rata kita mengonsumsi susu hanya 2-3 tetes perhari” ujarnya.

Ketika ditanya persediaan susu segar di Kalbar oleh Host, Dedi menjawab, dulu pernah ada di daerah Mempawah, namun karena kondisi climate yang tidak terlalu mendukung sehingga saat ini untuk sapi perah jumlahnya tidak mencapai 50 ekor di Kalbar.

Namun menurut Dedi, susu segar justru sangat baik yang berasal dari kambing. Alamnya juga cocok untuk peternakan di Kalbar.  Dengan metode pemerahan dan prosedur sesuai SOP, akan didapatkan susu segar yang berkualitas dan tidak bau. “Bahkan dulu pengalaman saya tiga tahun di instalasi pembibitan kambing di Toho, ada pegawai saya, setelah susu kambing diperah langsung diminum tanpa dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu”.

Baca juga: Inilah 7 Tips Untuk Mengobati FLU Agar Tidak Bertambah Parah

Dedi menuturkan keyakinannya terkait konsumsi susu kambing, tuturnya, kalau menurut sunnah Rasulullah susu kambing yang terbaik. Faktanya, susu kambing kaya akan alpaimunoglobulin, yang fungsinya untuk menambah imunitas tubuh. Hal ini terlihat warna susu kambing yang agak kebiru-biruan. Selain itu, mengapa susu kambing direkomendasikan karena kandungannya yang lebih lebih lengkap.

Diakhir dialog, Dedi menyarankan agar konsumen lebih jeli dalam memilih bahan pangan yang akan dibeli. Contohnya daging, saat ini ada pedagang nakal yang mencampuradukkan antara daging segar dan beku. Padahal harganya jauh berbeda. Cara untuk mendeteksinya dengan melihat warna, tekstur, kekenyalan dan aroma daging. “Daging yang segar akan terasa kenyal, warna merah segar, dan aromanya bau sapi, beda dengan yang beku, tidak kenyal, warna pucat dan bau es”.  “Prinsipnya membeli daging itu ASUH, aman, sehat, utuh dan halal” tegas Dedi.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Pemukiman di Gunungkidul, Satu Warga Luka Ringan

Begitupula Ketika membeli telur, konsumen harus paham karena ada telur yang kualitasnya kurang, lantaran sudah disimpan lama atau terkontaminasi parasite cacing.  Telur yang berkualitas itu yang tidak ada rongga udara, berbentuk agak lonjong dan oval, warnanya coklat dan mulus tidak berbintik-bintik, terang Dedi. “Makanya Ketika membeli, sedikit kita goyang, kalau didalamnya seperti berongga maka itu tandanya telur sudah lama”.

Telur yang bewarna putih dan pucat menandakan kurang kalsium atau berasal dari ayam yang berpenyakit, sedangkan yang ada bintik-bintik pada permukaan cangkang, ada kemungkinan terkontaminasi cacing, pungkas Dedi.

Baca juga: BSN Fasilitasi LSPro Ruang Lingkup Alat Penangkap Ikan

Diskusi berjalan hangat dengan durasi satu jam, dipandu Host Dinkes Prov Kalbar, Bidang SDK, Apt. Indah Puspasari, S.Si, MPH.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Stok Daging untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri di Kabupaten Lumajang Melimpah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.