Headline.co.id ~ Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memaksimalkan realisasi anggaran bantuan pascabencana Sumatra. Imbauan itu disampaikan dalam konferensi pers perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Tito menyoroti ketimpangan penyerapan anggaran di daerah karena sebagian wilayah telah merealisasikan bantuan hingga 60 persen, sedangkan daerah lain masih di bawah 10 persen. Menurut dia, kepala daerah perlu lebih aktif menyalurkan bantuan dan tidak hanya menunggu pemerintah pusat.
Tito menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia menilai penggunaan anggaran bantuan dari pemerintah pusat di wilayah terdampak masih belum optimal untuk mendukung penanganan pascabencana.
“Masih ada daerah yang realisasi anggaran bantuannya yang 60 persen, tetapi ada yang di bawah 10 persen,” kata Mendagri Tito.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Realisasi Anggaran Bantuan Daerah Belum Merata
Tito menegaskan, pemerintah daerah di wilayah terdampak bencana harus mengambil inisiatif dan bekerja keras agar bantuan yang telah dialokasikan dapat segera digunakan. Ia mengingatkan kepala daerah agar tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana.
Daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat telah menerima bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp268 miliar pada 2025. Bantuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan alokasi sebesar Rp10,6 triliun pada Februari 2026.
Besarnya bantuan yang telah dikucurkan menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan pascabencana. Tito menyoroti perlunya percepatan realisasi di tingkat daerah agar dukungan anggaran tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan rehabilitasi dan penanganan dampak bencana.
Ia meminta kepala daerah memastikan proses penyaluran dan penggunaan anggaran berjalan secara aktif. Namun, dalam keterangannya, Tito tidak merinci daerah yang realisasinya telah mencapai 60 persen maupun daerah yang masih berada di bawah 10 persen.
Kemenkes Dapat Apresiasi atas Rehabilitasi Fasilitas Kesehatan
Selain menyoroti penyerapan anggaran daerah, Tito memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas respons cepat dalam memulihkan fasilitas kesehatan publik di kawasan terdampak bencana Sumatra.
Fasilitas yang menjadi bagian dari rehabilitasi tersebut meliputi rumah sakit dan puskesmas. Menurut Tito, Kementerian Kesehatan telah bergerak menangani dampak bencana bahkan sebelum anggaran rehabilitasi tersedia.
“Menteri Kesehatan telah bergerak sangat cepat dalam mengatasi dampak bencana Sumatra, bahkan sebelum anggaran rehabilitasi turun,” ujar Tito Karnavian.
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda yang membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana alam Sumatra. Dalam forum tersebut, perhatian diarahkan pada dua aspek, yakni percepatan pemulihan fasilitas kesehatan serta optimalisasi realisasi anggaran bantuan oleh pemerintah daerah.
Dengan demikian, Tito mendorong pemerintah daerah di tiga wilayah terdampak untuk meningkatkan penggunaan anggaran yang telah diberikan pemerintah pusat. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam memastikan bantuan tersalurkan untuk mendukung penanganan pascabencana.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















