Headline.co.id, Jakarta ~ Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 106,3 juta jiwa atau 81,84 persen dari target 130 juta penduduk pada 2026. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mendorong percepatan pencapaian target tersebut untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dorongan itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 202 Jakarta, Kamis (15/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemeriksaan peserta didik berjalan komprehensif sekaligus mengidentifikasi kendala layanan di lapangan.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, cakupan Program CKG terdiri atas sembilan juta anak-anak, 27,2 juta penduduk usia sekolah, 57,2 juta penduduk usia dewasa, dan 12,8 juta lanjut usia (lansia).
Sugiono mengatakan capaian tersebut menunjukkan sistem pelaksanaan CKG berjalan efektif. Pemerintah, menurut dia, tetap perlu melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kualitas layanan dan menyusun solusi apabila ditemukan kendala.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pencapaian yang sudah menyentuh angka lebih dari 106 juta jiwa ini menunjukkan sistem yang kita jalankan berjalan efektif. Melalui peninjauan langsung di lapangan, kita ingin memastikan kualitas layanan sekaligus merumuskan solusi cepat jika ada kendala. Kami optimis target 130 juta penerima layanan akan tercapai,” tegas Sugiono.
Pemeriksaan CKG mencakup kesehatan fisik dan jiwa
Dalam pelaksanaan CKG di SMP Negeri 202 Jakarta, siswa menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, penglihatan, pendengaran, hingga konsultasi kesehatan jiwa dengan psikiater.
Rangkaian pemeriksaan itu ditujukan untuk membantu menemukan potensi gangguan kesehatan sejak dini. Hasil pemeriksaan selanjutnya dapat menjadi dasar untuk memberikan tindak lanjut sesuai kondisi peserta didik.
Pelaksanaan CKG di sekolah juga terintegrasi dengan skrining anemia bagi siswi kelas sembilan. Adapun skrining tuberkulosis (TB) dilakukan pada tahap penjaringan awal melalui kuesioner.
Apabila ditemukan indikasi atau riwayat kontak erat maupun kontak serumah dengan penderita, proses tersebut dilanjutkan dengan penelusuran atau tracing. Dengan mekanisme itu, potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang diperoleh dalam skrining.
Intervensi kesehatan menyasar siswa kelas tujuh
Selain pemeriksaan kesehatan, CKG di sekolah mencakup intervensi khusus bagi peserta didik. Siswa kelas tujuh menjalani tes kebugaran sebagai bagian dari layanan kesehatan dalam program tersebut.
Sementara itu, siswi kelas tujuh mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD). Pemberian TTD diarahkan untuk membantu mencegah anemia sejak dini.
Sugiono menilai pendekatan pencegahan melalui deteksi dini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Upaya tersebut juga berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, terutama melalui penguatan kesehatan anak sejak usia sekolah.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Pendekatan deteksi dini ini adalah cara paling efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Jika masyarakat sehat, khususnya anak-anak kita sehat sedari dini, maka upaya kita mencetak manusia Indonesia unggul pasti akan berhasil,” tambahnya.
Pemerintah evaluasi pelaksanaan CKG secara berkala
Program CKG merupakan bagian dari agenda transformasi sektor kesehatan yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara berkala.
Pemerintah melakukan pemantauan langsung dan evaluasi berbasis data untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan efektif. Langkah itu juga ditujukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan mempercepat penanganan berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Penguatan CKG di lingkungan sekolah diharapkan membantu menemukan potensi masalah kesehatan pada anak sejak awal. Dengan demikian, tindak lanjut yang sesuai dapat diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pemerintah menilai langkah tersebut mendukung upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















