Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Prof. Masdar Hilmy sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan Dr. Ade Yamin sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, Menag juga melantik enam pejabat Eselon II Kementerian Agama. Nasaruddin meminta para pejabat menjaga kondusivitas, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing institusi, sekaligus menjelaskan penerapan sistem talent pool untuk menentukan promosi jabatan di lingkungan Kemenag.
Penerapan talent pool membuat promosi jabatan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada otoritas pimpinan. Menag mengatakan, sistem tersebut menempatkan prestasi individu, data, serta rekam jejak sebagai dasar dalam menentukan jenjang karier aparatur sipil negara (ASN).
“Sangat banyak tantangan di tempat Anda, tapi kami percaya bahwa Saudara akan mampu menjalani dengan baik tantangan-tantangan itu,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag Minta Rektor Tingkatkan Kualitas Kampus
Kepada Prof. Masdar Hilmy dan Dr. Ade Yamin, Menag berharap kepemimpinan keduanya membawa perubahan positif bagi kampus masing-masing. Peningkatan tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa, tetapi juga dari prestasi dan kualitas perguruan tinggi.
“Harapan kita tentu bagaimana kampus yang Anda pimpin nanti akan lebih baik daripada sebelum-sebelumnya. Bukan saja dari segi kuantitas jumlah mahasiswa yang semakin bertambah, tapi prestasi dan kualitas itu juga akan semakin meningkat,” sambungnya.
Menag juga meminta kedua rektor menjaga kondusivitas kampus, meningkatkan produktivitas, serta memacu daya saing institusi. Pesan tersebut disampaikan seiring tantangan yang akan dihadapi dalam memimpin UIN Sunan Ampel Surabaya dan IAIN Fattahul Muluk Papua.
Selain melantik dua rektor, Nasaruddin melantik enam pejabat Eselon II Kementerian Agama. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik menjalin komunikasi efektif dengan seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan program Kementerian Agama.
Komunikasi Dinilai Penting Cegah Masalah
Menurut Menag, komunikasi yang tidak berjalan baik dapat memunculkan persoalan meski tidak terdapat masalah yang berarti. Karena itu, para pejabat diminta memperkuat komunikasi dalam menjalankan tugas dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kadang-kadang masalah itu muncul sebetulnya tidak ada masalah yang berarti. Hanya karena komunikasi kita yang kurang, maka itu bisa terselesaikan dengan baik jika komunikasi diperbaiki,” jelasnya.
Pesan mengenai komunikasi tersebut menjadi bagian dari arahan Menag kepada para pejabat yang baru dilantik. Mereka diminta mendukung program Kementerian Agama melalui koordinasi dan hubungan kerja yang efektif.
Prestasi dan Rekam Jejak Jadi Dasar Karier
Dalam penjelasannya, Menag menyebut Kementerian Agama telah bertransformasi dengan menggunakan sistem talent pool. Melalui sistem ini, prestasi individu menjadi penentu utama dalam jenjang karier ASN.
Data dan rekam jejak pribadi setiap pejabat akan menjadi bagian dari penilaian. Dengan demikian, promosi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tidak lagi mengikuti pola lama yang memberikan otoritas penuh kepada pimpinan.
“Semakin kuat dan rajin seseorang mengekspos prestasinya, termasuk melalui media sosial, maka semakin banyak lembaga pengukur yang dapat menilainya. Sebesar apa pun prestasinya, sebanyak apa pun pekerjaannya, tetapi jika tidak pernah diunggah di media dan tidak pernah dilaporkan, maka oleh sistem talent pool dianggap tidak punya nilai yang berarti,” papar Menag.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pencatatan dan penyampaian prestasi dalam sistem talent pool. Bagi Menag, pekerjaan dan prestasi perlu terdokumentasi agar dapat menjadi bagian dari penilaian lembaga pengukur.
Di akhir arahannya, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama memperkuat kerja sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada istilah orang lain di lingkungan kementerian tersebut.
“We are the same, and we are the one, and only one,” ujarnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















