Headline.co.id, Jakarta ~ Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, disiapkan untuk beroperasi serentak pada 15 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan tiga KDKMP di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan koperasi mampu menyediakan kebutuhan pokok, menyalurkan barang bersubsidi, serta memberikan layanan ekonomi kepada masyarakat sejak mulai beroperasi.
Tiga koperasi yang ditinjau ialah KDMP Purbayan, KDMP Kadilangu, dan KDMP Menuran. Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani memeriksa kesiapan layanan, berdialog dengan pengelola dan masyarakat, serta memantau Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjual beras seharga Rp12.500 per kilogram.
KDKMP harus siap mengelola layanan warga
Zulkifli menegaskan, kesiapan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh berdirinya bangunan dan tersedianya sarana. Menurut dia, koperasi harus memiliki kesiapan pengelolaan usaha agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan sejak operasionalisasi dimulai.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kesiapan tersebut mencakup penyediaan kebutuhan pokok, penyaluran barang bersubsidi sesuai ketentuan, serta pengembangan layanan yang dibutuhkan warga. Pemerintah mendorong KDKMP mendukung distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, LPG 3 kilogram, dan pupuk bersubsidi.
“Kita pastikan kesiapan koperasi ini satu per satu. Pengelolaannya harus baik, layanan kepada masyarakat berjalan, dan manfaatnya dalam menyalurkan barang-barang subsidi bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Menko Pangan.
Pelaksanaan GPM dalam rangkaian kunjungan menjadi salah satu bentuk layanan yang ditampilkan kepada masyarakat. Dalam kegiatan itu, beras dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.
KDKMP diarahkan memperkuat akses pasar petani
Selain menyalurkan kebutuhan pokok, KDKMP diharapkan berperan menghubungkan petani dengan pasar. Koperasi dapat mendukung penyerapan hasil panen dan menghubungkan petani dengan Perum BULOG untuk penyerapan gabah berdasarkan ketentuan harga pemerintah.
Zulkifli meminta petani tidak menjual gabah di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menyebut koperasi dapat membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk kemudian diserap BULOG.
“Petani jangan sampai menjual gabah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Nanti kalau desa itu ada panen, koperasi bisa membeli gabah dengan harga bagus, Rp6.500 per kilogram untuk kemudian diserap Bulog. Dengan begitu, petani memiliki kepastian pasar dan tidak lagi bergantung pada tengkulak,” pungkasnya.
Peran tersebut menempatkan KDKMP sebagai penghubung produksi pertanian dan pasar. Melalui koperasi, hasil panen diharapkan memiliki jalur penyerapan sesuai ketentuan harga pemerintah, sementara petani memperoleh kepastian pasar.
Layanan keuangan dan dukungan logistik
Untuk memperkuat layanan ekonomi di desa, KDKMP juga didorong menyediakan layanan keuangan melalui BRILink. Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi perbankan dengan lebih mudah sekaligus memperluas akses keuangan bagi warga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari sisi distribusi, pemerintah memfasilitasi satu unit truk dan satu unit mobil pikap untuk setiap koperasi. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung penyaluran barang dan menunjang operasional koperasi.
Tata kelola KDKMP diarahkan berjalan secara profesional. Kepala desa menjalankan fungsi pengawasan, sedangkan manajer bertanggung jawab atas pengelolaan usaha. Di sisi lain, partisipasi anggota tetap menjadi unsur penting dalam pengembangan koperasi.
Pengembangan layanan dilakukan bertahap
Dengan dukungan layanan, logistik, dan tata kelola, KDKMP diharapkan dapat beroperasi dan memberikan manfaat sejak operasionalisasi serentak pada 15 Oktober 2026. Koperasi juga diharapkan memperpendek rantai distribusi dan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Ke depan, KDKMP diarahkan membantu pemasaran hasil pertanian dan pengembangan UMKM. Layanan lain, seperti kebutuhan rumah tangga, logistik pertanian, kesehatan dasar, dan akses pembiayaan, dikembangkan sesuai kesiapan usaha serta ketentuan masing-masing sektor.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















