Headline.co.id, Banggai ~ Festival Sastra Banggai 2026 digelar untuk memperluas ruang apresiasi sastra dan kebudayaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan yang mempertemukan penulis, seniman, budayawan, pegiat literasi, dan relawan itu berlangsung selama lima hari, 14–18 Oktober 2026, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Mengusung tema “Layar Kesepuluh: Yang Tak Pernah Kuncup”, festival tersebut menghadirkan cerita, diskusi, serta pertunjukan seni budaya untuk mendorong lahirnya gagasan dan karya baru.
Festival Sastra Banggai 2026 dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai, Mujiono, yang mewakili Bupati Banggai, di RTH Teluk Lalong, Rabu (14/10/2026). Pembukaan diawali penampilan Tari Andio oleh anak-anak TK Bahagia Taugi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda sejak dini.
Sastra Dipandang sebagai Ruang Merawat Budaya
Dalam sambutannya, Mujiono menyampaikan bahwa sastra tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis. Menurut dia, sastra juga menjadi medium untuk merawat ingatan kolektif, menyampaikan gagasan, mempertemukan pemikiran, serta mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi sekarang dan mendatang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Atas dasar itu, Festival Sastra Banggai diharapkan berkembang sebagai ruang kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan literasi dan kebudayaan menjadi bagian penting dari penyelenggaraan festival tersebut.
“Saya berharap festival ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang yang hidup bagi tumbuhnya gagasan dan karya-karya bermutu,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Banggai, kata Mujiono, menyambut baik berbagai inisiatif yang mendukung perkembangan seni, budaya, dan literasi. Ia juga menilai keterlibatan generasi muda diperlukan agar mereka tidak hanya menikmati karya, tetapi mampu menghasilkan karya yang dapat menginspirasi dan dikenal lebih luas.
“Kita ingin melihat generasi muda Banggai tidak hanya menjadi penikmat karya, tetapi juga menjadi pencipta karya yang mampu memberikan inspirasi dan membawa nama daerah ke ruang yang lebih luas,” jelasnya.
Dukungan Menteri Kebudayaan
Dukungan terhadap Festival Sastra Banggai 2026 turut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui sambungan virtual. Apresiasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif kebudayaan di daerah serta upaya memperluas ruang bagi perkembangan sastra dan kreativitas masyarakat.
Direktur Festival Sastra Banggai, Ama Gaspar, mengatakan tema “Layar Kesepuluh: Yang Tak Pernah Kuncup” merepresentasikan semangat, daya tahan, dan harapan bersama untuk menjaga keberlangsungan sastra serta kebudayaan.
Menurut Ama, RTH Teluk Lalong selama lima hari pelaksanaan festival menjadi ruang pertemuan bagi beragam cerita, diskusi, dan pertunjukan seni budaya. Festival itu juga menghadirkan sejumlah penulis yang dikenal melalui karya-karyanya bersama seniman, budayawan, pegiat literasi, dan relawan.
“Selama lima hari ke depan, mulai 14 hingga 18 Oktober, RTH Teluk Lalong akan kembali menjadi panggung bagi ratusan cerita, diskusi, dan pertunjukan seni budaya,” ujar Ama.
Mempertemukan Berbagai Perspektif
Kehadiran berbagai kalangan dalam Festival Sastra Banggai 2026 membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan mempertemukan perspektif mengenai perkembangan sastra. Diskusi serta pertunjukan yang digelar menjadi bagian dari upaya memperkaya pembahasan tentang sastra dan kebudayaan.
Penampilan Tari Andio oleh anak-anak TK Bahagia Taugi pada pembukaan juga menempatkan kesenian tradisional dalam rangkaian kegiatan festival. Pertunjukan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda sejak usia dini.
Melalui Festival Sastra Banggai 2026, sastra diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan kebudayaan sehari-hari. Keberlanjutan kegiatan literasi, ruang apresiasi yang terbuka, serta keterlibatan generasi muda dinilai penting agar festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
Dengan keterlibatan penulis, seniman, budayawan, pegiat literasi, relawan, dan masyarakat, Festival Sastra Banggai diharapkan turut memperkuat ekosistem sastra sekaligus menjaga kekayaan budaya Kabupaten Banggai.
(MC KAB. BANGGAI/SHYNTIA KUSUMA DEWI)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















