Headline.co.id, Bengkayang ~ Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 926/Pangalangok Libau (PL) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026). Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan operasional satuan dan progres pembangunan fasilitas kesatrian. Dalam pengarahan kepada ratusan prajurit, Menhan meminta Yonif TP 926/PL menguasai kemampuan tempur sekaligus menjalankan fungsi teritorial pembangunan untuk menjaga perbatasan RI-Malaysia dan membantu kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pertemuan silaturahmi Menhan Sjafrie dan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Setelah itu, Menhan menerima paparan satuan dari Komandan Yonif TP 926/Pangalangok Libau mengenai kesiapan operasional pangkalan serta perkembangan pembangunan fasilitas kesatrian.
Menhan kemudian meninjau langsung area Marshalling Area Yonif TP 926/PL. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pengarahan kepada ratusan prajurit yang berada di satuan itu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menhan Tekankan Kemampuan Tempur di Perbatasan
Sjafrie mengapresiasi semangat dan disiplin prajurit muda Yonif TP 926/PL. Namun, ia mengingatkan bahwa posisi Bengkayang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat prajurit harus memiliki kesiapsiagaan tinggi.
Menurut Menhan, prajurit Yonif TP 926/PL tidak hanya berperan sebagai prajurit pembangunan, tetapi juga harus mampu menjalankan tugas sebagai prajurit infanteri tempur. Kemampuan menembak, bela diri, dan patroli disebut menjadi keterampilan yang wajib dikuasai untuk mengamankan serta menjaga kedaulatan negara di garis perbatasan.
“Sore ini saya datang untuk melihat dari dekat semangat dan disiplinmu sebagai prajurit muda di Batalyon ini. Namun ingat, semangat dan disiplinmu memiliki tantangan nyata. Sebagai prajurit Batalyon Infanteri tempur, kamu wajib menguasai kemampuan menembak, beladiri, dan patroli untuk mengamankan serta menjaga kedaulatan NKRI di garis perbatasan!” tegas Menhan Sjafrie.
Yonif TP 926/PL Punya Fungsi Teritorial Pembangunan
Selain menekankan kemampuan tempur, Menhan menggarisbawahi fungsi ganda Yonif TP sebagai batalyon teritorial pembangunan. Fungsi tersebut dijalankan melalui kompi-kompi fungsional yang mencakup bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi.
Kompi-kompi tersebut dibekali peralatan modern dan alat berat. Keberadaannya diarahkan untuk membantu pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah penugasan.
Sjafrie meminta prajurit menggunakan keterampilan dan peralatan yang dimiliki untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bengkayang. Ia juga mengingatkan prajurit agar menjaga kehormatan TNI dan memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan.
“Kamu dibekali keterampilan, peralatan, alat berat, hingga sarana kesehatan dan peternakan. Ini wujud nyata untuk membalas jasa rakyat. Buat rakyat Bengkayang merasa aman, nyaman, dan sejahtera atas kehadiranmu! Jaga kehormatan TNI, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat!” lanjut Menhan.
Akan Disinergikan dengan Batalyon Zeni
Dalam kunjungan tersebut, Menhan menyampaikan rencana sinergi Yonif TP 926/PL dengan Batalyon Zeni. Sinergi itu akan dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.
Rencana tersebut sejalan dengan fungsi Yonif TP sebagai satuan yang memiliki peran pembangunan selain tugas pertahanan. Melalui dukungan kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi, satuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan kerja ke Bengkayang itu, Menhan Sjafrie didampingi Wakil Panglima TNI, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, serta Panglima Kodam XII/Tanjungpura.
(Biro Infohan Setjen Kemhan)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















