Headline.co.id, Karo ~ Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Polri melalui Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri mengirimkan 1,44 ton bantuan logistik dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Bantuan ini terdiri dari 14 koli obat-obatan, tujuh koli selimut, lima koli sarung, dan 120 unit kasur lipat.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, menjelaskan bahwa pengiriman melalui jalur udara ini bertujuan untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana. “Polri terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Trunoyudo pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pesawat CN 295 P-4501 yang digunakan dalam pengiriman ini diawaki oleh tujuh personel Polri untuk memastikan kelancaran proses pengiriman.
Pengiriman bantuan dilanjutkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan total berat 2.102 kilogram. Bantuan kali ini termasuk 130 kasur busa lipat dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari dan pakaian dari Bhayangkari Polda Kalimantan Barat yang dikemas dalam 38 karung besar. Polri memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara bertahap selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain pengiriman logistik, Polri juga telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT yang memiliki berbagai kemampuan seperti SAR, evakuasi, pelayanan kesehatan, dan trauma healing. Hingga saat ini, Polri telah mengirimkan total 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran. Bantuan ini mencakup bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, dan obat-obatan. Pada kegiatan sebelumnya, Kapolri juga menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial dan berbagai kebutuhan lainnya kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.




















