Headline.co.id ~ Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah secara optimal. Kondisi ini dapat muncul secara mendadak sebagai gagal ginjal akut atau berkembang perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebagai gagal ginjal kronis. Dalam artikel kesehatan yang dimuat pada 6 Oktober 2026, penyebab gagal ginjal serta cara mencegahnya dijelaskan dengan mengacu pada informasi dari Halodoc. Pencegahan dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko, menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan, dan menjalani pemeriksaan sesuai anjuran dokter.
Penyebab gagal ginjal berbeda-beda bergantung pada jenis dan kondisi yang mendasarinya. Gagal ginjal akut dapat dipicu dehidrasi berat, perdarahan, infeksi berat, atau sumbatan pada saluran kemih. Sementara itu, gagal ginjal kronis lebih sering berkaitan dengan penyakit yang berlangsung dalam jangka panjang.
Diabetes dan hipertensi menjadi penyebab utama
Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan dua penyebab utama gagal ginjal kronis. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan tersebut dapat mengganggu kemampuan ginjal dalam menyaring darah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat membebani dan merusak pembuluh darah ginjal. Karena itu, pengendalian kadar gula darah dan tekanan darah secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal.
Selain diabetes dan hipertensi, sejumlah kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Penyakit ginjal tertentu, batu ginjal yang berulang, lupus, obesitas, serta penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan termasuk di antaranya.
Berbagai kondisi yang dapat memicu gagal ginjal
Gangguan aliran darah ke ginjal dapat terjadi akibat perdarahan hebat, gagal jantung, atau kondisi syok. Berkurangnya aliran darah tersebut dapat menurunkan fungsi ginjal dan memicu gangguan secara akut.
Infeksi berat, termasuk sepsis, juga dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara cepat. Pada kondisi lain, sumbatan saluran kemih dapat menghambat keluarnya urine. Sumbatan itu bisa disebabkan oleh batu ginjal, pembesaran prostat, atau tumor.
Kerusakan jaringan ginjal juga dapat dipicu penyakit seperti glomerulonefritis, penyakit ginjal polikistik, dan gangguan autoimun. Jenis gangguan tersebut dapat memengaruhi struktur serta fungsi ginjal.
Penggunaan obat atau zat tertentu turut menjadi faktor risiko pada sebagian orang. Obat pereda nyeri tertentu, obat herbal yang tidak jelas kandungannya, serta zat kontras tanpa pemantauan medis dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Cara mencegah gagal ginjal
Pencegahan gagal ginjal dapat dilakukan dengan mengontrol gula darah dan tekanan darah secara rutin. Masyarakat juga dianjurkan minum sesuai kebutuhan tubuh serta menghindari rokok.
Penggunaan obat pereda nyeri atau suplemen secara berlebihan perlu dihindari. Konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, terutama bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.
Pemeriksaan urine dan darah dapat membantu menilai fungsi ginjal. Pemeriksaan berkala sesuai anjuran dokter terutama penting bagi orang dengan diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga penyakit ginjal.
Mengenali penyebab gagal ginjal sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih berat. Pemeriksaan dan pengelolaan faktor risiko perlu dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing serta anjuran tenaga medis.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















