Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Cegukan Bayi Sering Terjadi, Kapan Perlu Diwaspadai?

Redaksi Jateng by Redaksi Jateng
2 weeks ago
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
394 29
A A
0
Bayi Sering Cegukan, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?

Bayi Sering Cegukan, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan? (Dok. Tribratanews)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Cegukan pada bayi umumnya merupakan kondisi normal dan dapat berhenti dengan sendirinya, terutama ketika muncul setelah menyusu. Informasi ini disampaikan berdasarkan laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dilansir pada Selasa (29/9/2026), sementara artikel mengenai kondisi tersebut diterbitkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026. Cegukan terjadi karena diafragma berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak disengaja, kemudian diikuti penutupan glotis yang menimbulkan suara “hik”.

Contents

    • 0.1. Terbangun Sebelum Alarm, Kapan Wajar dan Kapan Jadi Insomnia?
    • 0.2. Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola
  • 1. Cegukan bayi tidak selalu menandakan GERD
  • 2. Gejala yang perlu diperhatikan orang tua
  • 3. Cara mengurangi cegukan setelah menyusu

Orang tua tidak perlu langsung panik ketika bayi mengalami cegukan berulang, bahkan hampir setiap hari. Pada bayi sehat, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perut yang teregang setelah minum atau refluks, sehingga kerap muncul setelah bayi selesai menyusu.

You might also like

Terbangun Sebelum Alarm, Wajar atau Tanda Gangguan Tidur?

Terbangun Sebelum Alarm, Kapan Wajar dan Kapan Jadi Insomnia?

12 October 2026
Sering Mengunyah Permen Karet Saat Laga, Apa Manfaatnya bagi Pelatih Bola?

Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola

10 October 2026

Cegukan bayi tidak selalu menandakan GERD

Secara medis, cegukan muncul ketika diafragma, yaitu otot yang berperan dalam proses pernapasan, berkontraksi tanpa disengaja. Kontraksi tersebut kemudian diikuti penutupan glotis dan menghasilkan suara khas “hik”.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

IDAI menyebut cegukan pada bayi dan anak umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini dapat muncul setelah bayi melakukan aktivitas seperti menyusu dan biasanya akan hilang sendiri pada bayi yang sehat.

Penelitian terhadap 100 bayi sehat yang dimuat dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menemukan 36 persen bayi mengalami cegukan setiap hari. Temuan tersebut menunjukkan bahwa bayi yang cukup sering cegukan belum tentu sedang mengalami sakit.

Cegukan memang dapat muncul bersamaan dengan refluks, tetapi kondisi itu tidak berarti setiap bayi yang cegukan mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). Refluks cukup umum terjadi pada bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan, karena sistem pencernaan bayi masih berkembang dan isi lambung dapat kembali naik ke kerongkongan.

Penelitian terhadap bayi sehat berusia 0-24 bulan juga menemukan gejala yang berkaitan dengan refluks lebih sering dialami bayi yang lebih muda. Frekuensi cegukan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap skor gejala refluks pada bayi usia dini.

Gejala yang perlu diperhatikan orang tua

Cegukan saja tidak cukup untuk menyimpulkan bayi mengalami GERD. Kondisi tersebut baru menjadi perhatian ketika refluks menimbulkan masalah, seperti muntah terus-menerus, kesulitan makan atau menyusu, hingga pertumbuhan bayi terganggu.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi bayi secara keseluruhan, bukan hanya menghitung seberapa sering cegukan muncul. Lama cegukan berlangsung dan ada atau tidaknya gejala lain juga menjadi hal penting untuk diamati.

Review PubMed menyebut cegukan akut pada umumnya bersifat jinak dan dapat berhenti dengan sendirinya. Sebaliknya, cegukan yang berlangsung lama atau sulit dihentikan lebih jarang terjadi dan dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Kondisi medis yang dapat berkaitan dengan cegukan berkepanjangan lain gangguan pencernaan, sistem saraf, paru-paru, infeksi, gangguan metabolik, hingga efek obat. Namun, informasi tersebut tidak berarti setiap cegukan yang berlangsung pada bayi disebabkan oleh salah satu kondisi tersebut.

Cara mengurangi cegukan setelah menyusu

Pada cegukan biasa, orang tua tidak perlu buru-buru berusaha menghentikannya karena cegukan pada bayi sehat umumnya dapat hilang sendiri. IDAI menyebut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan cegukan, khususnya yang muncul setelah menyusu.

Orang tua dapat memastikan bayi tidak minum terlalu cepat dan tidak terlalu banyak menelan udara ketika menyusu. Bayi juga dapat disendawakan setelah minum. Selain itu, memberikan jeda atau waktu istirahat setelah menyusu dapat membantu mengurangi kemungkinan cegukan.

Dengan demikian, suara “hik” yang muncul sesekali tidak otomatis menunjukkan adanya masalah kesehatan. Jika bayi tetap aktif, mau menyusu, bernapas normal, dan tumbuh dengan baik, cegukan tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: berita jakartaKesehatan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Redaksi Jateng

Redaksi Jateng

Related Stories

Terbangun Sebelum Alarm, Wajar atau Tanda Gangguan Tidur?

Terbangun Sebelum Alarm, Kapan Wajar dan Kapan Jadi Insomnia?

by Redaksi Jateng
12 October 2026
0

Headline.co.id ~ Terbangun sebelum alarm berbunyi merupakan kondisi yang dialami banyak orang dan tidak selalu menandakan gangguan tidur. Kebiasaan ini...

Sering Mengunyah Permen Karet Saat Laga, Apa Manfaatnya bagi Pelatih Bola?

Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola

by Redaksi Jateng
10 October 2026
0

Headline.co.id ~ Manfaat mengunyah permen karet menjadi perhatian karena kebiasaan ini kerap terlihat dilakukan pelatih sepak bola saat pertandingan berlangsung....

Amankah Tidur Bersama Kucing Kesayangan?

Tidur Bersama Kucing: Manfaat, Risiko, dan Cara Menguranginya

by Redaksi Jateng
9 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Tidur bersama kucing dapat memberikan rasa nyaman dan membantu sebagian orang lebih rileks, tetapi kebiasaan tersebut juga...

Sinyal Tubuh yang Sering Diabaikan: Mengenali Tanda Kekurangan Gizi dan Langkah Tepat Menjaga Keseimbangan Nutrisi

Kekurangan Gizi: 7 Sinyal Tubuh yang Perlu Diwaspadai

by Redaksi Jateng
9 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kekurangan gizi dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan memunculkan sejumlah perubahan yang kerap dianggap sebagai keluhan biasa....

Inilah Cara Mengatasi Lutut Sakit Setelah Berolahraga

Lutut Sakit Setelah Berolahraga? Ini Cara Mengatasinya

by Redaksi Jateng
8 October 2026
0

Headline.co.id ~ Lutut sakit setelah berolahraga dapat dialami oleh orang yang melakukan aktivitas fisik, terutama ketika latihan dilakukan secara berlebihan....

Flu Masih Meningkat, 1.527 Kasus Terpantau di Tiga Provinsi

Kasus Influenza 2026 Capai 1.527, Tertinggi di 3 Provinsi

by Redaksi Jateng
8 October 2026
0

Headline.co.id ~ Kasus influenza di Indonesia masih menunjukkan peningkatan berdasarkan pemantauan surveilans Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-38 tahun 2026. Sebanyak...

Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.