Headline.co.id, Gorontalo ~ Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Tengah mengadakan pertemuan bulanan yang melibatkan anggota dari tiga wilayah kerja secara hybrid. Pertemuan ini berlangsung di Aula Kantor Wilayah KemenHAM Gorontalo pada Jumat, 27 Maret 2026, dan diikuti oleh anggota dari Sulawesi Tengah (Palu), Sulawesi Utara (Manado), dan Gorontalo.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, yang juga bertindak sebagai Pembina DWP, serta Ketua DWP Kanwil KemenHAM Sulteng, Masrolina Mangatas. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga halal bihalal dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 H.
Mangatas Nadeak menekankan pentingnya peran istri dalam mendukung karier suami di lingkungan kementerian. Ia mengapresiasi semangat anggota DWP yang tetap meluangkan waktu di tengah kesibukan rumah tangga. “Peran istri sangat penting dalam mendukung karier suami, dan saya sangat menghargai semangat para anggota DWP yang tetap meluangkan waktu di tengah kesibukan rumah tangga,” ujar Mangatas.
Lebih lanjut, Mangatas mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kekompakan menjelang kunjungan Menteri Hak Asasi Manusia ke Gorontalo dan Manado pada awal April mendatang. Ia mengajak seluruh anggota untuk berkontribusi aktif bagi kemajuan organisasi. “Mari kita sambut kunjungan Menteri dengan semangat kebersamaan dan kontribusi aktif,” katanya.
Ketua DWP Kanwil KemenHAM Sulteng, Masrolina Mangatas, dalam arahannya menyoroti pentingnya profesionalitas organisasi meskipun terpisah oleh jarak geografis. Ia mendorong agar segera dibentuk program kerja tahun 2026 yang konkret dan memanfaatkan teknologi untuk koordinasi. “Kita harus tetap profesional dan memanfaatkan teknologi untuk berkoordinasi,” ujar Masrolina.
Selain membahas program, Masrolina juga menginstruksikan pendistribusian seragam DWP yang baru. Ia berharap seragam tersebut segera dijahit dan dikenakan serentak pada pertemuan bulan depan sebagai simbol kesiapan dan keseragaman identitas saat berinteraksi dengan pusat. “Seragam baru ini harus segera dijahit dan dikenakan pada pertemuan bulan depan,” kata Masrolina Mangatas mengakhiri pertemuan yang juga menjadi ajang silaturahmi tersebut.



















