Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa Indonesia sedang melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan RI di Timur Tengah dan negara-negara sahabat. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan sembilan warga negara Indonesia yang ditahan oleh Israel setelah penyergapan terhadap konvoi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina.
Sugiono menegaskan, “Kami terus berkomunikasi dengan mitra kami di Kementerian Luar Negeri Yordania dan Turki untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi WNI yang ditahan.” Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat para WNI dan relawan dunia dalam GSF, yang menurutnya mencerminkan keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara di Palestina, khususnya di Gaza.
Sebelumnya, Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi GSF 2.0 telah ditangkap oleh Israel. Di mereka terdapat tiga wartawan dari media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Nabyl menegaskan bahwa seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran sedang dimaksimalkan. Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Sebagai respons cepat, Kementerian Luar Negeri RI mengadakan rapat koordinasi darurat bersama perwakilan RI di regional pada Rabu siang (20/5/2026) di Jakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian serta perwakilan dari keluarga korban untuk menyatukan langkah konsuler dan diplomatik.























