Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan obat medis untuk menangani obesitas, seiring dengan meningkatnya risiko komplikasi serius yang ditimbulkan. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, pada Senin (6/7/2026), menyatakan bahwa obesitas harus dipandang sebagai penyakit kronis yang dapat memicu berbagai komplikasi, termasuk diabetes melitus tipe 2.
Studi genetik di Indonesia menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat memiliki gen yang berpotensi menyebabkan diabetes. Namun, aktivasi gen tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Survei kesehatan di Jakarta mengungkapkan prevalensi diabetes mencapai 12,8 persen, dengan hanya 3 persen yang terdiagnosis. Sebagian besar, sekitar 9,8 persen, baru menyadari kondisi mereka saat mengikuti survei.
Peran Gaya Hidup dan Tantangan Pengobatan
Dante menyoroti bahwa menjaga berat badan melalui perubahan gaya hidup, seperti diet dan olahraga, bukanlah hal yang mudah. Data klinis menunjukkan tingkat keberhasilan diet mandiri dalam jangka panjang hanya sekitar 5 persen. Sementara itu, operasi bariatrik, meskipun efektif, terkendala oleh biaya tinggi dan hanya cocok untuk kondisi medis tertentu.
Pencegahan Komplikasi Lanjutan
Dengan menurunkan angka obesitas, Kemenkes berharap dapat mencegah komplikasi lanjutan seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. “Mengendalikan obesitas adalah langkah penting dalam mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujar Dante.
Kemenkes terus mendorong inovasi dalam pengembangan obat medis sebagai solusi tambahan untuk mengatasi obesitas, melengkapi upaya diet mandiri dan operasi bariatrik. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih terjangkau dan efektif bagi masyarakat dalam mengelola berat badan dan mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius.




















