Headline.co.id, Pekanbaru ~ Meski hujan gerimis menyelimuti Komplek Trans Jasa Industri di Jalan Cipta Karya, Pekanbaru, Riau, semangat 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) tetap membara. Pada Selasa (30/6/2026), mereka mengunjungi DeKings Farm dan Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu untuk mempelajari ketahanan pangan dan pengembangan usaha peternakan puyuh petelur.
Didampingi oleh Wahidun dari Bidang Mutu dan Rian Hidayat dari Bidang Kemitraan dan Niaga, para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester IV ini mendapatkan kesempatan langsung memanen telur puyuh. Bagi sebagian dari mereka, ini adalah pengalaman pertama melihat proses produksi telur dari dekat.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran tentang pengelolaan usaha peternakan berbasis masyarakat. Mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN tersebut memanfaatkan kunjungan ini untuk mengkaji strategi ketahanan pangan dan peluang pengembangan usaha mikro berbasis peternakan.
Proses Produksi dan Pemasaran
Selama kunjungan, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kepada pengelola peternakan, mulai dari proses produksi hingga sistem pemasaran hasil ternak. Ketua Kelompok KKN, M. Favian Abdullah, menggali lebih dalam mengenai rantai distribusi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Ketua Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu, Raja Adil Siregar, menjelaskan bahwa keberlanjutan usaha mereka bergantung pada pemasaran langsung kepada konsumen dan pelaku usaha di sekitar. “Budidaya puyuh petelur memiliki nilai ekonomi berkelanjutan karena hampir seluruh hasil ternak dapat dimanfaatkan,” jelas Raja.
Pemanfaatan Limbah dan Pemberdayaan Masyarakat
Limbah peternakan berupa kotoran puyuh diolah menjadi pupuk organik yang mendukung program ketahanan pangan rumah tangga, termasuk budidaya cabai dan sayuran yang dikelola kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Raja menambahkan, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui pengolahan telur puyuh untuk memenuhi permintaan berbagai kegiatan, melibatkan kelompok ibu-ibu setempat dan memberikan tambahan pendapatan bagi warga.
Ketua RT setempat, Soleman, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan berbasis riset lapangan. “Pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama observasi diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha peternakan serta penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas,” ujarnya.





















